Breaking News
light_mode
Trending Tags

Turis Tembus 6 Juta, Desa Adat Menjadi Apa? Seminar Desa Adat Gianyar Soroti Keadilan Ekonomi Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR, Matakompas.com – Lonjakan kunjungan wisatawan yang menembus angka lebih dari 6 juta orang per tahun belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan Desa Adat di Bali. Isu krusial tersebut mengemuka dalam Seminar Desa Adat bertema “Turis Tembus 6 Juta, Desa Adat Menjadi Apa?” yang digelar di Ruang Rapat Kantor LPD Desa Adat Tulikup Kaler, Kecamatan Gianyar, Selasa (23/12/2025).

Seminar ini dibuka dengan sambutan Ketua Panitia yang juga Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Gianyar sekaligus Ketua Pasubayan Bendesa Kecamatan Gianyar, Ngakan Putu Sudibya, ST. Dalam paparannya, ia mengajak seluruh peserta untuk melihat secara jujur dan objektif kondisi ekonomi Bali saat ini, khususnya dampaknya terhadap Desa Adat.

Ngakan Putu Sudibya memaparkan bahwa secara makro, perekonomian Bali menunjukkan tren positif. Hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,8 persen, tertinggi dalam dua tahun terakhir. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Desember 2025 telah menembus 6,7 juta orang, melampaui capaian tahun 2024 yang berada di angka 6,3 juta kunjungan.

Namun di balik angka-angka tersebut, tersimpan persoalan mendasar. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen penggerak ekonomi Bali bertumpu pada sektor pariwisata, dengan 85 persen akomodasi pariwisata dikuasai oleh investor asing. Kondisi ini berdampak langsung pada minimnya peran dan manfaat ekonomi yang diterima krama Bali.

“Yang memprihatinkan, krama Bali hanya menikmati sekitar 10 persen dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Desa Adat hampir tidak mendapatkan apa-apa, padahal setiap hari kita diajak menjaga, mendoakan, dan melestarikan tanah Bali,” tegasnya.

Ia menyoroti semakin maraknya praktik bisnis ilegal oleh wisatawan asing serta dominasi modal luar di wilayah Desa Adat. Kondisi tersebut membuat Desa Adat semakin terpinggirkan di tanahnya sendiri.

“Kalau benar turis sudah tembus 6 juta, seharusnya Desa Adat menjadi kaya luar biasa. Faktanya, Desa Adat belum mandiri secara ekonomi. Inilah alasan kenapa tema seminar ini kita angkat,” ujarnya.

Meski demikian, Ngakan Putu Sudibya mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Gianyar terhadap Desa Adat. Ia menyebutkan, bantuan keuangan khusus (BKK) dari Provinsi Bali kini telah mencapai Rp300 juta per Desa Adat, sementara dari Kabupaten Gianyar setiap tahun diberikan sekitar Rp 21 juta.

“Kami berharap ke depan bantuan ini bisa meningkat, seiring dengan meningkatnya pendapatan pajak daerah dan kebijakan fiskal baru Provinsi Bali,” katanya.

Lebih jauh, seminar ini juga membahas rendahnya jumlah Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) di Bali. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah BUPDA di seluruh Bali bahkan belum mencapai 200 unit, padahal potensi ekonomi Desa Adat sangat besar.

Untuk itu, Ngakan Putu Sudibya mendorong gagasan pembentukan BUPDA bersama di tingkat kecamatan, khususnya di Kecamatan Gianyar. Konsep ini dinilai sebagai solusi atas berbagai keterbatasan Desa Adat kecil, baik dari sisi modal, SDM, maupun wilayah.

“Kalau Desa Adat kecil membentuk BUPDA sendiri-sendiri, akan sulit bersaing. Tapi kalau kita bersatu di tingkat kecamatan, modal menjadi lebih besar dan daya saing meningkat,” jelasnya.

Bidang usaha yang tengah dikaji untuk BUPDA bersama tersebut antara lain penyediaan sarana dan prasarana upacara adat, yang dinilai sesuai dengan aktivitas keseharian Desa Adat. Ke depan, tidak menutup kemungkinan Desa Adat juga mampu membangun atau bahkan memiliki jaringan usaha modern sendiri.

“Kalau nanti kita sudah kuat secara modal, bukan tidak mungkin kita bisa bersaing dengan usaha besar, bahkan memiliki brand sendiri. Tujuan besarnya adalah kemandirian ekonomi Desa Adat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Ngakan Putu Sudibya mengajak seluruh Desa Adat untuk kembali pada spirit leluhur Bali, yang menjaga jati diri dan kedaulatan desa sebagai fondasi keberlanjutan Bali.

“Kalau Desa Adat kuat, mandiri secara ekonomi dan kelembagaan, maka tujuan leluhur kita akan tercapai. Mari kita jaga Bali dari desa,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar dan jajaran pemerintah daerah atas perhatian yang telah diberikan, seraya berharap ke depan tidak hanya bantuan sosial yang diberikan, tetapi juga program penguatan ekonomi kerakyatan berbasis Desa Adat. (Tim)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum Tersangka Ajukan Praperadilan, Minta Kejari Ternate Tunda Pelimpahan Perkara PT ARA

    Kuasa Hukum Tersangka Ajukan Praperadilan, Minta Kejari Ternate Tunda Pelimpahan Perkara PT ARA

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Artahsastra Prasetyo Santoso, SH, kuasa hukum Notaris Lily Masita Tomasa, S.H., M.Kn. mengambil langkah hukum dengan mengajukan permohonan Praperadilan terhadap Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Permohonan didaftar di pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 13.30 WIB. Permohonan praperadilan ditempuh sebagai bentuk upaya hukum untuk […]

  • Rochineng Soroti Polemik Golkar Keluar dari Pansus TRAP: “Ketua DPRD yang Paling Merasa Dizalimi”

    Rochineng Soroti Polemik Golkar Keluar dari Pansus TRAP: “Ketua DPRD yang Paling Merasa Dizalimi”

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik penarikan tiga anggota Fraksi Golkar dari Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali terus memantik beragam tanggapan. Kali ini, anggota Pansus TRAP DPRD Bali, I Ketut Rochineng, menyampaikan pandangan hukumnya terkait pengunduran diri anggota pansus yang dinilai tidak sesederhana persoalan hak pribadi. Saat dihubungi pada Selasa […]

  • JPU Akui Kerja Sama Berakhir, Penguasaan The Umalas Pasca 1 November 2025 Dipertanyakan

    JPU Akui Kerja Sama Berakhir, Penguasaan The Umalas Pasca 1 November 2025 Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menggelar Sidang Duplik perkara pidana dengan terdakwa Budiman Tiang (BT), Selasa, 16 Desember 2025. Sidang yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 13.00 WITA tersebut menjadi tahapan akhir sebelum Majelis Hakim memasuki musyawarah putusan, yang dijadwalkan pada 8 Januari 2026. Sidang Duplik merupakan jawaban Terdakwa dan Penasehat Hukum atas […]

  • Sentuhan Tulus di Tengah Malam: Momen Hangat Gubernur Koster dan Seorang Anak

    Sentuhan Tulus di Tengah Malam: Momen Hangat Gubernur Koster dan Seorang Anak

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Suasana hangat menyelimuti sebuah acara pernikahan yang digelar di kawasan UC Silver, Sukawati, Gianyar, pada Sabtu malam, 4 April 2026. Gubernur Bali,  Wayan Koster, tampak menghadiri undangan pernikahan putra dari anggota DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan. Acara yang dihadiri sejumlah tokoh dan undangan itu berjalan […]

  • Camellia Panduwinata: Pengadilan Ad Hoc Langkah Tepat dan Berani

    Camellia Panduwinata: Pengadilan Ad Hoc Langkah Tepat dan Berani

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Usulan Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk peradilan ad hoc khusus guna mengusut dugaan penyelewengan dan pelanggaran di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama 30 tahun terakhir mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Sekretaris Jenderal Kerapatan Tanah Air Indonesia (KITA), Camellia Panduwinata atau yang akrab disapa Camelia Petir, menyatakan dukungannya secara resmi […]

  • Pj Bupati Cirebon Lantik 60 Pejabat Fungsional Tahun 2024

    Pj Bupati Cirebon Lantik 60 Pejabat Fungsional Tahun 2024

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    CIREBON, Jarrakpos.com — Pejabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, memimpin prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan 60 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Acara ini berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (31/12/2024). Dalam sambutannya, Wahyu Mijaya menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan, bahwa jabatan yang telah diterima merupakan amanah yang […]

expand_less