KSP Guna Prima Dana Apresiasi Seminar Desa Adat Gianyar, Siap Dukung Penguatan Ekonomi Krama Adat
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 23 Des 2025
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GIANYAR | Matakompas.com – KSP Guna Prima Dana menyampaikan apresiasi positif atas pelaksanaan Seminar Desa Adat se-Kecamatan Gianyar yang digelar di LPD Desa Adat Tulikup Kaler, Selasa (23/12/2025). Seminar yang mengangkat isu penguatan peran Desa Adat di tengah dinamika pariwisata Bali ini dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis adat.
Kepala Cabang KSP Guna Prima Dana Denpasar, Ni Wayan Dyta Diantari, S.E., mengatakan bahwa seminar tersebut sangat relevan dan strategis bagi masa depan masyarakat adat Bali, khususnya dalam konteks penguatan ekonomi.
“Seminar ini sangat bagus untuk penguatan masyarakat adat di Bali. Sesuai dengan temanya, kita diajak memikirkan bagaimana ekonomi Desa Adat bisa semakin kuat dan mandiri,” ujarnya saat ditemui Newsyess.com di sela-sela kegiatan seminar.
Menurut Dyta, KSP Guna Prima Dana sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan di Bali, termasuk dengan Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) di masing-masing Desa Adat. Ia menegaskan bahwa BUPDA merupakan bagian dari masyarakat adat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.
“Tentu bisa bekerja sama dengan BUPDA. Kami siap masuk untuk men-support perekonomian masyarakat adat, baik melalui akses pendanaan maupun kerja sama lainnya,” jelasnya.
Kerja sama yang dimaksud, lanjut Dyta, tidak terbatas pada pembiayaan semata, tetapi juga mencakup pendampingan usaha, pelatihan, serta penguatan kapasitas pelaku ekonomi Desa Adat. Hal ini penting agar pinjaman yang diberikan dapat dikelola dengan baik hingga lunas dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Dyta juga menyinggung salah satu produk unggulan KSP Guna Prima Dana, yakni Pinjaman SALAM (Sahabat Alam). Program ini merupakan skema pembiayaan yang bersumber dari Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan, yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan pelestarian lingkungan.
“Melalui Pinjaman SALAM, masyarakat bisa mengakses pembiayaan hingga Rp 50 juta per orang, dengan syarat memiliki minimal lima batang pohon berkambium yang wajib dijaga dan tidak ditebang selama masa pinjaman,” terangnya.
Pohon berkambium yang dimaksud antara lain pohon jati, kapuk, beringin, maupun pohon buah-buahan yang memiliki fungsi ekologis penting, seperti menyerap air dan mencegah banjir. Skema ini dinilai sangat cocok bagi Desa Adat yang memiliki potensi alam dan kehutanan.
Dyta menegaskan bahwa seluruh masyarakat Bali yang memiliki KTP Bali dapat mengakses layanan KSP Guna Prima Dana. Saat ini, cakupan layanan koperasi tersebut masih difokuskan di wilayah Pulau Dewata.
Terkait kinerja kelembagaan, Dyta mengungkapkan bahwa aset KSP Guna Prima Dana terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Desember 2024, aset koperasi tercatat sekitar Rp 635 miliar, dan per 23 Desember 2025 telah meningkat menjadi Rp 760 miliar. Ia optimistis angka tersebut akan segera menembus Rp 800 miliar dalam waktu dekat.
“Kami berharap perekonomian Bali terus berkembang, UMKM Bali semakin maju, dan semakin banyak pelaku usaha dari masyarakat adat yang tumbuh,” ungkapnya.
KSP Guna Prima Dana juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi Desa Adat maupun unsur masyarakat adat yang ingin bergabung menjadi anggota koperasi. Kantor pusat KSP Guna Prima Dana beralamat di Jalan Raya Uluwatu No. 333, Ungasan, sementara cabang Denpasar berada di Jalan Raya Sesetan No. 135, Banjar Tengah, Sesetan.
Menutup pernyataannya, Dyta berharap seminar Desa Adat ini mampu membuka wawasan para bendesa adat dan pemangku kepentingan di Kecamatan Gianyar, sekaligus mempercepat realisasi cita-cita Majelis Desa Adat (MDA) dalam membangun usaha bersama Desa Adat yang kuat dan berkelanjutan.
“Kami berharap apa yang menjadi cita-cita MDA, khususnya pembangunan usaha bersama Desa Adat, dapat segera terwujud demi kesejahteraan krama adat Bali,” pungkasnya.(Tim)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar