Breaking News
light_mode
Trending Tags

Proyek FSRU LNG, Somya Ingatkan Ancaman Perairan Serangan Kerusakan Ekosistem Mangrove

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Rencana pembangunan Floating Storage and Regasification Unit Liquefied Natural Gas (FSRU LNG) atau terminal apung LNG di perairan Serangan, Bali kembali menjadi sorotan publik.

Proyek energi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, terutama terhadap ekosistem hutan mangrove di kawasan pesisir Denpasar Selatan.

Pengamat Hukum dan Masyarakat, Somya, menilai pembangunan proyek tersebut harus diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa kawasan mangrove memiliki fungsi ekologis penting yang tidak boleh diabaikan dalam setiap rencana pembangunan.

Menurut Somya, informasi yang beredar menyebut pembangunan FSRU LNG akan berdampak pada penebangan sejumlah pohon mangrove. Selain itu, jalur pipa LNG juga direncanakan melintasi kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai.

Berdasarkan data yang ada, proyek tersebut akan memanfaatkan lahan mangrove sekitar 1,7 hektare di Tahura Ngurah Rai untuk jalur pipa gas.
Pemanfaatan lahan mangrove tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Tahura Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan.

Ia menyebut pemanfaatan kawasan itu dilakukan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT DEB dengan Kepala Tahura Ngurah Rai sebelumnya, I Ketut Subandi, pada periode 2022-2025.

Dalam perjanjian tersebut, pembangunan jalur pipa LNG disebut akan ditanam di bawah tanah dengan mengikuti batas administratif Desa Sidakarya dan Desa Sanur Kauh.

Sorotan terhadap proyek LNG ini juga menguat setelah ditemukan ratusan pohon mangrove mati di kawasan depan pintu gerbang Tol Bali Mandara pada Februari lalu. Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekosistem pesisir di wilayah itu.

Somya menegaskan bahwa setiap pembangunan di kawasan hutan mangrove wajib melalui proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) secara menyeluruh.

“Itu diduga karena adanya pencemaran lingkungan. Penelitian terakhir dari Unud itu memang ada pencemaran dari bahan-bahan kimia, khususnya bahan-bahan minyak solar, sehingga ada 3 LSM yang melaporkan PT Pertamina Niaga ke Polda Bali,” terangnya.

Somya menilai perlindungan terhadap kawasan mangrove sangat penting karena memiliki fungsi ekologis yang vital bagi keseimbangan lingkungan pesisir.

“Situasi itu bagi saya, perlindungan lingkungan, khususnya pada Hutan Mangrove sangatlah penting, karena Hutan Mangrove itu banyak fungsi dan sangat vital,” ujarnya.

Mangrove diketahui berperan sebagai penahan gelombang besar, termasuk tsunami, penyerap karbon dioksida, sekaligus habitat berbagai biota laut.

Selain potensi pencemaran minyak, Somya juga menyoroti kemungkinan pencemaran lain yang berasal dari sampah dan gas yang dihasilkan dari limbah.

” Jadi, tidak semata-mata minyak saja berpengaruh, tapi biogas juga mempengaruhi. Silakan dicek apakah biota-biota laut yang seharusnya mampu hidup di akar pohon Mangrove itu juga bisa hidup disana,” urainya.

Menurutnya, laporan yang beredar juga menyebut jumlah biota laut di kawasan tersebut mulai berkurang. Karena itu, perlindungan hutan mangrove harus dilakukan melalui kajian lingkungan yang komprehensif.

“Bagi saya itu sangat penting untuk dikelola sebagai bahan analisis dampak lingkungan, agar hutan mangrove Serangan tidak punah. Karena berpengaruh pada perlindungan biota-biota yang sangat perlu pohon mangrove. Mari kita pikirkan, semoga ada solusi,” ujarnya.

Selain Somya, sejumlah akademisi dan pemerhati lingkungan juga meminta pemerintah melakukan kajian ulang terhadap rencana pembangunan terminal LNG di perairan Serangan, diantaranya akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Gusti Ngurah Nitya Santhiarsa, M.T., pemerhati lingkungan Bali Dr. Ketut Gede Dharma Putra, dan pengamat lingkungan Jro Gde Sudibya.

Permintaan kajian ulang juga datang dari Pengamat Kebijakan Energi Bali Agung Wirapramana yang dikenal sebagai Agung Pram.

Sementara itu, polemik proyek LNG tersebut turut disoroti sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat, termasuk Juru Kampanye Trend Asia Novita Indri, Field Organizer 350 Indonesia Suriadi Darmoko, Ketua LBH Bali Rezky Pratiwi, hingga pendiri Yayasan Wisnu Putu Suasta.

Disisi lain, kasus kematian ratusan mangrove di kawasan pesisir Benoa juga telah dilaporkan ke Polda Bali oleh tiga LSM, yakni Gerakan Bersih Bersih Bali, Gasos Bali, dan Belati Bali.
Ketua Tim Kuasa Hukum Pelapor, Putu Ari Sagita, menyatakan laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana lingkungan hidup.

“Hari ini kami melakukan pelaporan atas dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang terjadi di Kawasan Benoa terhadap tanaman mangrove yang sudah mati saat ini,” kata Putu Ari Sagita.

Laporan itu mengacu pada dugaan pelanggaran Pasal 98 ayat (1) Jo dan Pasal 99 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pihak pelapor juga mendorong upaya pemulihan lingkungan melalui metode bioremediasi, bukan sekadar reboisasi.

“Kita berharap dapat dilakukan bioremediasi bukan hanya reboisasi karena ini medianya (mangrove) sudah terkontaminasi,” tandasnya.

Penelitian tim Universitas Udayana sebelumnya juga menemukan indikasi pencemaran hidrokarbon, terutama solar, pada kawasan mangrove di pesisir Benoa. Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya pencemaran lingkungan yang memicu kematian massal tanaman mangrove.

Saat dikonfirmasi terpisah, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Bali Nusra menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur.

“Tentunya laporan akan ditindaklanjuti bersama pihak yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan,” kata Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

Kasus ini kini menunggu proses penyelidikan lebih lanjut dari aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kematian mangrove serta pihak yang bertanggung jawab secara hukum. (red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Papua Disomasi Kontraktor Lokal: Singgung Persaingan Usaha Tidak Sehat hingga Dugaan Markup Harga dan Kongkalikong

    PLN Papua Disomasi Kontraktor Lokal: Singgung Persaingan Usaha Tidak Sehat hingga Dugaan Markup Harga dan Kongkalikong

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jayapura — Persatuan Kontraktor Listrik Se-Tanah Papua (PKLSP) resmi melayangkan somasi kepada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B). Somasi tersebut menyoal kebijakan PLN yang mengalihkan seluruh pekerjaan Material Distribusi Utama (MDU) maupun Non-MDU, yang selama ini dikerjakan kontraktor lokal, kepada perusahaan luar Papua melalui mekanisme shortlist dan joint procurement. […]

  • Dr. Somvir Usulkan Universitas Udayana Abadikan Nama Prof. Gusti Ngurah Bagus, Warisan Intelektual Bali Diminta Terus Hidup

    Dr. Somvir Usulkan Universitas Udayana Abadikan Nama Prof. Gusti Ngurah Bagus, Warisan Intelektual Bali Diminta Terus Hidup

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Fraksi Demokrat NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, mendorong Universitas Udayana (Unud) memberikan penghargaan yang layak kepada almarhum Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, tokoh yang dikenal luas sebagai salah satu peletak dasar kajian kebudayaan Bali di tingkat internasional dan dijuluki “The Father of Balinese Studies”. Dorongan tersebut disampaikan Dr. Somvir usai […]

  • Keren, Amir Yanto Sebut PNBP Kejaksaan Periode Januari 2025 Capai Rp269,1 Miliar

    Keren, Amir Yanto Sebut PNBP Kejaksaan Periode Januari 2025 Capai Rp269,1 Miliar

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 774
    • 0Komentar

    Fantastis, Amir Yanto Sebut PNBP Kejaksaan Periode Januari 2025 Capai Rp269,1 Miliar JAKARTA – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kejaksaan RI yang berasal dari Badan Pemulihan Aset (BPA) hingga periode Januari 2025 mencapai Rp 269,1 miliar. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemulihan Aset (Kaban PA) Kejaksaan RI, Dr Amir Yanto SH MH, dalam keterangannya kepada […]

  • Polda Banten Tangkap Charlie Chandra dalam Kasus Pemalsuan Surat Tanah di Tangerang

    Polda Banten Tangkap Charlie Chandra dalam Kasus Pemalsuan Surat Tanah di Tangerang

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com TANGERANG — Polda Banten menangkap Charlie Chandra (49) pada Senin (19/5) malam, terkait kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah seluas 87.100 meter persegi di Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Penangkapan ini menjadi puncak dari penyelidikan kasus pemalsuan surat tanah yang cukup kompleks. Kepolisian Daerah Banten melalui Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum menggelar konferensi pers […]

  • Buka Bimtek Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial di Provinsi Bali, Gubernur Koster Minta Data Penerima Dibenahi agar Tepat Sasaran

    Buka Bimtek Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial di Provinsi Bali, Gubernur Koster Minta Data Penerima Dibenahi agar Tepat Sasaran

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh pihak membenahi data penerima bantuan sosial agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka acara Bimbingan Teknis Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Provinsi Bali yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (26/5) pagi. Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan bahwa digitalisasi bantuan sosial […]

  • SBS Sambangi PS Malaka di Ende: Suntik Semangat dan Pesan Bermain dengan Hati untuk Malaka

    SBS Sambangi PS Malaka di Ende: Suntik Semangat dan Pesan Bermain dengan Hati untuk Malaka

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 9
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Suasana sore di halaman Hotel Satarmese, Ende, terasa berbeda. Di tengah riuh langkah latihan fisik para pemain PS Malaka, hadir sosok yang dinanti, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS). Dengan senyum khasnya, ia menyapa satu per satu pemain, pelatih, dan pengurus tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi ETMC Ende 2025. Kunjungan SBS bukan […]

expand_less