Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gencar Sosialisasikan Pencegahan Perkawinan Anak, Ny. Seniasih Giri Prasta Tekankan Remaja Bertanggung Jawab pada Dirinya Sendiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com – Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali yang dipimpin oleh Ny. Seniasih Giri Prasta terus mengawal perlindungan perempuan dan anak, khususnya pada masa remaja.

Salah satu faktor terjadinya kekerasan pada perempuan, anak, bahkan laki-laki adalah pernikahan dini yang dilakukan oleh remaja yang belum siap secara usia, mental, maupun ekonomi.

Pernikahan dini juga cenderung terjadi akibat remaja yang melakukan hubungan seksual di luar nikah (seks bebas), yang dipicu oleh kurangnya pengetahuan terkait dampak serta rasa penasaran.

Untuk memberikan pendalaman dan pemahaman terkait dampak seks bebas dan pernikahan dini, Forum PUSPA Provinsi Bali melaksanakan sosialisasi pencegahan perkawinan anak di SMA Negeri 1 Penebel, Tabanan, Senin (6/4).

Disampaikannya, pengetahuan terkait seks saat ini bukanlah hal tabu, melainkan penting untuk diberikan kepada remaja putra dan putri. “Kita jangan malu membahas pengetahuan tentang seks, karena dengan mengetahui dampak dan bahaya seks bebas atau seks di luar nikah akan memberikan pemahaman sejak dini. Kita tidak boleh menutup telinga dan diri untuk mencari tahu bahaya serta dampaknya.

Jika rasa penasaran mendorong kita melakukan hubungan di luar nikah, bukan hanya diri sendiri (terutama remaja putri) yang dirugikan akibat kehamilan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan bayi yang akan dilahirkan. Selain itu, menikah muda akibat kehamilan juga dapat memutus masa depan cerah yang seharusnya bisa direncanakan dengan baik,” tegasnya.

Ditambahkan Ny. Seniasih, apabila rasa penasaran tersebut dituruti hingga menyebabkan kehamilan, pasangan tidak perlu larut dalam penyesalan dan ketakutan. Namun, pasangan tersebut harus memiliki rasa tanggung jawab untuk menikah secara resmi agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

“Menikah muda akibat ‘kecelakaan’ atau kehamilan di luar nikah akan berdampak pada ketidaksiapan mental dan ekonomi bagi calon pasangan. Hal ini kerap memicu perselisihan, pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan perceraian. Oleh karena itu, remaja yang masih memiliki kesempatan belajar sebaiknya tetap fokus pada pendidikan serta membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan,” imbuhnya.

Menikah pada usia dini sama artinya dengan memiskinkan diri sendiri, karena umumnya belum memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap sehingga kondisi ekonomi menjadi tidak stabil.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, juga berpesan agar para remaja menggunakan alat telekomunikasi (handphone) secara bijak. Pasalnya, perangkat tersebut memberikan berbagai kemudahan, baik untuk mengakses informasi, permainan, maupun hiburan.

Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ni Kadek Anggradewi, menyampaikan bahwa pernikahan dini berdampak kurang baik bagi kesehatan reproduksi remaja yang belum cukup umur. Rahim yang belum matang berisiko tidak mampu menyangga janin dengan optimal, sehingga dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.

Sementara itu, Yande Prayoga dari Himpunan Psikolog Indonesia Daerah Bali berpesan agar remaja tetap mengawal cita-cita yang ingin diwujudkan. Dengan demikian, mereka dapat tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh oleh urusan asmara yang berpotensi mendorong perilaku di luar kendali, seperti seks bebas, yang dapat berdampak pada kesehatan mental serta masa depan remaja.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ENSIA 2026, Koster Tegaskan Pembangunan Bali Tak Boleh Merusak Alam.

    ENSIA 2026, Koster Tegaskan Pembangunan Bali Tak Boleh Merusak Alam.

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BADUNG, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan di Pulau Dewata harus berjalan harmonis dengan alam dan tidak boleh mengorbankan keberlangsungan lingkungan maupun kehidupan makhluk lainnya. Prinsip tersebut, menurut Koster, menjadi bagian penting dari arah pembangunan Bali yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. Hal itu disampaikan Koster saat menghadiri puncak penganugerahan Environmental and […]

  • Tiga WNA Terjaring Operasi Imigrasi Denpasar, Dugaan Prostitusi Online Terbongkar dari Penelusuran Digital

    Tiga WNA Terjaring Operasi Imigrasi Denpasar, Dugaan Prostitusi Online Terbongkar dari Penelusuran Digital

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar kembali menunjukkan ketegasan dalam mengawasi aktivitas warga negara asing (WNA) di Bali. Tiga perempuan WNA diamankan dalam operasi yang digelar Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Sabtu (2/5/2026), terkait dugaan praktik prostitusi online yang melibatkan penyalahgunaan izin tinggal. Pengungkapan kasus ini bermula dari patroli siber yang dilakukan […]

  • UGM Tegaskan Ijazah Asli Jokowi Ada di Tangan Beliau,

    UGM Tegaskan Ijazah Asli Jokowi Ada di Tangan Beliau,

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA,JARRAKPOSCON — Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan bahwa ijazah asli Joko Widodo (Jokowi) berada di tangan Jokowi sendiri. Pernyataan ini disampaikan setelah adanya desakan dari sejumlah pihak, termasuk Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), yang meragukan keaslian ijazah Presiden Jokowi. Wakil Rektor UGM, Prof. Wening Udasmoro, menjelaskan bahwa UGM hanya menyimpan salinan dari dokumen akademik […]

  • Kejari Palembang Tahan Kasdisnakrtrans Terkait Kasus K3

    Kejari Palembang Tahan Kasdisnakrtrans Terkait Kasus K3

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Palembang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), menetapkan dua orang tersangka dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) dalam pengurusan izin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perusahaan di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumsel (Disnakertrans). Salah satunya Kadisnakertrans Sumsel Deliar Rizqon Marzoeki. Selain itu, Kejari Palembang juga menetapkan stafnya pribadinya berinisial AL sebagai tersangka. […]

  • Reses Jadi Momentum Konsolidasi Generasi Muda, Eka Putra Nurcahyadi Dorong Pelestarian Seni dan Tradisi Desa Adat Belayu

    Reses Jadi Momentum Konsolidasi Generasi Muda, Eka Putra Nurcahyadi Dorong Pelestarian Seni dan Tradisi Desa Adat Belayu

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    TABANAN – Masa reses dimanfaatkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, Putu Eka Putra Nurcahyadi, S.H., M.H., untuk memperkuat peran generasi muda dan pelaku seni dalam menjaga keberlangsungan adat serta budaya Bali. Dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Tat Wam Asi, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, pada Rabu (29/7/2026), Putu Eka menghadiri sekaligus […]

  • Komjak : Tak Ada Indikasi Korupsi Jampidsus Febrie Ardiansyah

    Komjak : Tak Ada Indikasi Korupsi Jampidsus Febrie Ardiansyah

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 771
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Komisi Kejaksaan (Komjak) RI menegaskan bahwa tidak ada dugaan korupsi terhadap Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah sebagaimana laporan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini. “Terhadap proses pelaporan itu, kami juga pernah mengonfirmasi kepada Pak Jampidsus bahwa clear tidak ada,” kata Ketua Komjak RI […]

expand_less