Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Prof Rumawan Salain: Pansus TRAP DPRD Bali Bukan “Super Power”, Temuan Harus Ditindaklanjuti Eksekutif dan APH

Prof Rumawan Salain: Pansus TRAP DPRD Bali Bukan “Super Power”, Temuan Harus Ditindaklanjuti Eksekutif dan APH

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Keberadaan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal tata kelola pembangunan di Pulau Dewata. Namun, keberhasilan penanganan berbagai persoalan tata ruang tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada Pansus TRAP, melainkan membutuhkan dukungan dan tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah serta aparat penegak hukum.

Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar bidang Arsitektur Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si, saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin (1/6/2026). Menurut pakar Arsitektur Tradisional Bali tersebut, isu tata ruang, aset daerah, dan perizinan merupakan persoalan yang saling berkaitan dan menjadi perhatian serius masyarakat karena menyangkut masa depan pembangunan Bali.

“Persoalan izin, aset daerah, dan tata ruang itu saling terkait. Kalau sekarang yang banyak muncul ke permukaan adalah masalah tata ruang. Ketika tata ruang sebuah bangunan bermasalah, maka aspek perizinannya juga akan ikut terungkap. Semua akan terbuka satu per satu,” ujarnya.

Prof. Rumawan menilai keberadaan Pansus TRAP patut diapresiasi selama bertujuan menjaga kepentingan Bali dan memperbaiki tata kelola pembangunan yang selama ini dinilai masih menyisakan berbagai persoalan. Ia meyakini berbagai pelanggaran tata ruang yang mulai terungkap saat ini hanyalah sebagian kecil dari masalah yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya pengawasan yang dilakukan Pansus TRAP dengan mengedepankan transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik.

“Yang sudah terlihat sekarang mari kita sikapi bersama-sama. Jangan saling curiga. Semua harus transparan dan diberitakan kepada masyarakat. Kecuali jika memang ada oknum yang bermain, itu persoalan yang berbeda dan harus diproses,” tegasnya.

Pansus Hanya Membongkar Fakta, Bukan Eksekutor

Prof. Rumawan juga menyoroti berkembangnya persepsi publik terhadap sejumlah inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pansus TRAP DPRD Bali. Sejumlah bangunan dan usaha yang diduga melanggar aturan tata ruang sempat menjadi sorotan bahkan ada yang disegel. Namun hingga kini, sebagian masyarakat masih mempertanyakan tindak lanjut dan penyelesaian akhir dari temuan-temuan tersebut.

Menurutnya, tidak tepat jika seluruh tanggung jawab dibebankan kepada Pansus TRAP. Sebab, secara kelembagaan, pansus memiliki fungsi pengawasan dan pengungkapan fakta, bukan sebagai lembaga yang memiliki kewenangan eksekusi.

“Pansus TRAP itu hanya melihat, menyeleksi, dan membongkar persoalan yang terjadi. Setelah ditemukan pelanggaran, harus dicari siapa yang mengeluarkan izin, instansi mana yang bertanggung jawab, dan siapa pejabat yang terkait. Itu yang kemudian harus diproses lebih lanjut,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa proses penindakan administratif maupun hukum merupakan kewenangan instansi teknis, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Kalau ada konsultan yang mendampingi atau pihak lain yang terlibat, semuanya nanti akan terungkap. Jadi menurut saya Pansus TRAP bukan lembaga yang memiliki kekuatan tanpa batas. Mereka hanya memiliki kewenangan saat menemukan dan membongkar persoalan. Setelah itu, pihak terkait harus merespons dan menjalankan tugasnya masing-masing,” jelasnya.

Jangan Jadikan Pansus TRAP Single Fighter

Lebih lanjut, Prof. Rumawan mengibaratkan temuan-temuan Pansus TRAP sebagai laporan awal yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak yang memiliki kewenangan. Tanpa adanya respons dari pemerintah maupun aparat terkait, hasil kerja pansus berpotensi berhenti sebatas temuan tanpa penyelesaian.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, instansi teknis, dan aparat penegak hukum dalam menuntaskan berbagai pelanggaran yang ditemukan.

“Harus ada gayung bersambut. Jangan memandang Pansus TRAP seperti pemadam kebakaran yang harus menyelesaikan semua persoalan sendirian. Begitu ada temuan, segera diproses. Pemerintah juga harus menyiapkan seluruh data yang dibutuhkan agar penanganannya jelas dan transparan,” ujarnya.

Menurut Prof. Rumawan, selama ini Pansus TRAP kerap terlihat bekerja sendiri dalam mengungkap berbagai dugaan pelanggaran tata ruang, sementara tindak lanjut dari pihak yang memiliki kewenangan eksekusi belum terlihat maksimal. Kondisi tersebut menjadi cerminan penting mengenai efektivitas tata kelola pemerintahan daerah.

Ia pun mengingatkan bahwa masyarakat dapat menilai secara langsung keseriusan para pemangku kepentingan dalam mengawal kepentingan publik melalui tindakan nyata setelah temuan-temuan tersebut dipublikasikan.

“Saya melihat seperti dalam pertandingan sepak bola. Bola sudah berada tepat di depan gawang dan tinggal ditendang untuk mencetak gol, tetapi tidak ada respons. Wasit diam, penonton hanya melihat dan bertepuk tangan, akhirnya tidak ada hasil. Jangan sampai seperti itu. Semua pihak harus bergerak bersama,” pungkasnya.

Pernyataan Prof. Rumawan Salain menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap tata ruang Bali tidak cukup hanya mengandalkan Pansus TRAP DPRD Bali. Temuan-temuan yang telah dibuka ke publik harus menjadi pintu masuk bagi pemerintah daerah, instansi teknis, dan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan dan pembenahan secara nyata demi menjaga keberlanjutan pembangunan serta kelestarian Bali di masa depan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Koster Dukung Kiprah PS Badung di Liga 4 Nasional, Minta Jaga Kondisi dan Junjung Profesionalisme

    Gubernur Koster Dukung Kiprah PS Badung di Liga 4 Nasional, Minta Jaga Kondisi dan Junjung Profesionalisme

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima jajaran pengurus dan pemain PS Badung di Jayasabha, Denpasar, Jumat (15/5), menyusul keberhasilan tim tersebut menjuarai Liga 4 Piala Gubernur Bali 2025/2026 dan bersiap tampil pada putaran nasional akhir Mei mendatang. Dalam pertemuan tersebut, Koster menyampaikan dukungan penuh kepada skuad berjuluk Laskar Keris itu agar mampu membawa nama […]

  • Menggugah Warisan, Menjaga Budaya, Membangun Masa Depan Desa, Empat Orang Tokoh di Balik Lahirnya Sidan Heritage Festival

    Menggugah Warisan, Menjaga Budaya, Membangun Masa Depan Desa, Empat Orang Tokoh di Balik Lahirnya Sidan Heritage Festival

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com — Di balik gemerlap panggung budaya, alunan gamelan, dan semangat warga yang menyala di setiap sudut Desa Sidan, berdiri empat tokoh penggagas yang menanamkan mimpi besar bagi tanah kelahiran mereka. Mereka adalah Wayan Dumia, I Made Sukra Suyasa, S.Sos., NL.P., CPM selaku Perbekel Desa Sidan, I Wayan Sujigra selaku Bendesa Adat Sidan, serta […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Bantu Warga Kurang Mampu Membangun Rumah

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Bantu Warga Kurang Mampu Membangun Rumah

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Tembalang melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan membantu membangun rumah untuk warga kurang mampu di Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.Kamis,(16/1/2025). Proses pembangunan rumah dilakukan secara bergotong royong bersama masyarakat setempat, menunjukkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Rumah […]

  • Satpol PP Disebut Wajah Pemerintah Bali, DPRD Minta Gubernur Tambah Personel

    Satpol PP Disebut Wajah Pemerintah Bali, DPRD Minta Gubernur Tambah Personel

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali mendesak Gubernur Bali agar memberikan perhatian serius terhadap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali. Satpol PP dinilai memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada), sekaligus menjadi wajah Pemerintah Provinsi Bali di tengah masyarakat. Ketua Fraksi NasDem […]

  • HUT ke-71 PSPS Bakti Negara, Gubernur Koster Support Pencak Silat Bali

    HUT ke-71 PSPS Bakti Negara, Gubernur Koster Support Pencak Silat Bali

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Gubernur Bali Wayan Koster berkomitmen mendukung keberadaan dan pengembangan seni bela diri tradisional pencak silat. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri ramah tamah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara Provinsi Bali di Pusat Latihan PSPS Bakti […]

  • Pesan Galungan dari Anggota DPRD Bali Wayan Bawa: Rayakan Sederhana, Maknai Secara Mendalam

    Pesan Galungan dari Anggota DPRD Bali Wayan Bawa: Rayakan Sederhana, Maknai Secara Mendalam

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Bawa, S.H., menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan spiritual kepada seluruh umat Hindu di Bali.  Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Galungan sebagai kesempatan untuk memperkuat dharma, menjaga keharmonisan, dan meneguhkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang […]

expand_less