Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dibalik Gemerlap Pariwisata Bali, Petani Menjerit: Kade Sudiana Dorong Bank Tani Berbasis Subak

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JEMBRANA – Dibalik gemerlap pariwisata Bali yang mendunia, terdapat perjuangan para petani yang menjaga denyut pangan sekaligus warisan budaya Subak.

Mereka menjadi pilar ketahanan pangan dan penjaga sistem irigasi tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia.

Namun, kondisi petani di lapangan menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tingginya biaya produksi, mahalnya harga pupuk, sulitnya akses permodalan hingga ancaman alih fungsi lahan pertanian.

Demikian disampaikan

Pemerhati pertanian Bali, Kade Sudiana, S.E.,S.Pd., M.M.,M.Pd., saat ditemui di pematang sawah Subak Berawantangi, Senin, 29 Juni 2026.

Kade Sudiana menyebut kondisi tersebut membuat petani berada dalam situasi sulit.

Kade Sudiana yang juga menjadi penggerak pertanian Bali mengatakan, bersama timnya telah membawa aspirasi petani hingga ke Wakil Presiden RI. Salah satu usulannya, pembentukan “Bank Tani Berbasis Subak” sebagai solusi pembiayaan pertanian yang lebih adil dan berkelanjutan. “Bali punya dua wajah pertanian,” kata Kade Sudiana.

Menurutnya, wajah pertama adalah lahan basah dengan sistem Subak yang menjadi kekuatan pertanian padi Bali. Sementara wajah kedua adalah lahan kering yang menghasilkan komoditas seperti kopi, kakao, dan hortikultura yang turut memperkuat daya tarik wisata pedesaan.

Meski demikian, menurutnya, masyarakat masih sering melihat Bali hanya dari sisi pantai dan hotel. Padahal, keberlanjutan Bali juga ditopang oleh petani yang menjaga sawah, air, Subak, dan lanskap pedesaan.

“Padahal pilar yang menopang keberlanjutan Bali adalah petani. Mereka yang menjaga sawah, air, Subak, dan lanskap pedesaan,” tegasnya.

Kade Sudiana memetakan empat persoalan utama yang kini membelenggu petani Bali.

Pertama, tingginya biaya produksi. Untuk satu hektare sawah dalam satu musim tanam, petani membutuhkan modal sekitar Rp20 juta. Jika dilakukan dua kali tanam dalam setahun, kebutuhan modal bisa mencapai Rp40 juta.

Di Kabupaten Jembrana, program ketahanan pangan pemerintah memang telah berjalan. Namun, menurutnya, persoalan dasar petani tetap harus menjadi perhatian serius.

“Tapi, ketika bicara ketahanan pangan, kita harus jujur, apa persoalan petani hari ini, dan solusi apa yang harus diberikan?,” paparnya.

Kedua, masalah kesenjangan arus kas. Petani membutuhkan modal sejak awal untuk pengolahan tanah, membeli bibit dan pupuk. Namun pendapatan baru diperoleh setelah masa panen sekitar empat bulan kemudian.

Kondisi ini sering membuat petani bergantung kepada tengkulak.

Ketiga, ancaman alih fungsi lahan akibat perkembangan pariwisata. Harga tanah yang meningkat membuat sebagian petani berada dalam pilihan sulit antara mempertahankan sawah atau menjual lahan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Keempat, lemahnya regenerasi petani. Banyak generasi muda mulai menjauh dari sektor pertanian karena melihat hasil yang kecil dengan risiko yang besar.

Kade Sudiana menjelaskan, berdasarkan perhitungan kebutuhan produksi, satu hektare sawah membutuhkan bibit sekitar 40 kilogram, urea 250 kilogram, NPK Phonska 250 kilogram, biaya olah tanah Rp2,5 juta, serta ongkos tanam Rp2,5 juta.

Dengan total biaya sekitar Rp20 juta, hasil panen rata-rata mencapai 7,5 hingga 8 ton gabah dengan harga sekitar Rp6.500 per kilogram.

Dari kondisi tersebut, konsep Bank Tani Berbasis Subak dinilai menjadi solusi yang sesuai dengan karakter pertanian Bali.

Bank Tani nantinya dapat memberikan akses modal untuk kebutuhan olah tanah, benih, pupuk hingga proses panen.

 Pengembalian modal dilakukan setelah musim panen dengan sistem yang menyesuaikan siklus pertanian.

“Petani Bali tidak butuh bantuan yang sifatnya hanya sesaat. Tetapi, yang mereka butuhkan adalah akses permodalan yang adil, terjangkau, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain pembiayaan, Kade Sudiana juga mendorong percepatan pertanian organik di Bali. Ia menyebut perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dari hulu hingga hilir menjadi momentum untuk memperkuat perubahan tersebut.

Subak Berawantangi menjadi salah satu contoh peralihan menuju sistem organik. Prosesnya dilakukan bertahap selama tiga tahun, mulai dari pencampuran pupuk non-organik dan organik hingga akhirnya menuju penggunaan pupuk organik penuh.

Hasilnya, beras organik yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Kade Sudiana juga menyatakan siap membantu proses sertifikasi organik agar produk pertanian Bali memiliki daya saing.

Bagi Kade Sudiana, petani memiliki peran besar dalam menjaga masa depan Bali.

“Jika pariwisata adalah etalase Bali, maka pertanian adalah fondasinya. Jika fondasi itu kuat, maka Bali akan tetap menjadi kebanggaan Indonesia.

Usulan Bank Tani Berbasis Subak kini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menjaga pangan, budaya, serta keberlanjutan pariwisata Bali,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Samabe Suites Viila Tak Lengkapi Izin, Pansus TRAP DPRD Bali Beri Waktu 14 Hari

    Samabe Suites Viila Tak Lengkapi Izin, Pansus TRAP DPRD Bali Beri Waktu 14 Hari

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Hotel Samabe Bali Suites & Villas yang berada Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung diduga tak mengantongi izin membangun. Hal ini terungkap saat Pansus TRAP DPRD Bali memanggil pihak hotel ke Kantor DPRD Bali, Senin (10/11/2025). “Fakta di lapangan secara riil menyatakan ternyata di Samabe itu banyak bolong perizinan dan sebagainya,” ujar […]

  • Pemkab Cirebon Terus Upayakan Penanganan Dampak Banjir

    Pemkab Cirebon Terus Upayakan Penanganan Dampak Banjir

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mengintensifkan upaya penanganan pascabanjir yang menggenangi enam kecamatan dan 15 desa, yang berdampak terhadap 2.921 rumah, lima fasilitas pendidikan, sembilan tempat ibadah, empat jembatan, serta 357 hektare lahan persawahan. Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menjelaskan bahwa banjir tersebut berdampak pada 3.125 kepala keluarga (KK) dengan total 10.820 […]

  • Ditarget Tuntas 2 Bulan, Pansus DPRD Badung Serap Aspirasi Bahas Raperda Inisiatif Pelestarian Seni dan Budaya.

    Ditarget Tuntas 2 Bulan, Pansus DPRD Badung Serap Aspirasi Bahas Raperda Inisiatif Pelestarian Seni dan Budaya.

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) penyerapan Aspirasi dalam rangka penyusunan Raperda Inisiatif Dewan tentang Pelestarian Seni dan Budaya di Ruang Madya Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis, 20 Agustus 2026. Rapat dipimpin oleh Ketua Pansus, I Nyoman Graha Wicaksana didampingi Sekretaris Pansus I Made […]

  • Apel Siaga Pilah Sampah Dipusatkan di Bali, Gubernur Koster Ajak Tuntaskan dari Sumber

    Apel Siaga Pilah Sampah Dipusatkan di Bali, Gubernur Koster Ajak Tuntaskan dari Sumber

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DENPASAR – Sebagai barometer nasional, Bali menjadi provinsi pertama yang mengawali gerakan pilah sampah. Gerakan itu ditandai dengan Apel Siaga Pilah Sampah yang dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Selasa (7/7) sore. Kegiatan ini adalah rangkaian dari agenda ground breaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dilaksanakan pada Rabu (8/7). Apel […]

  • Made Supartha Jadi Dewan Penasihat Peradi SAI Denpasar, Dorong Legal Audit Desa Adat dan LPD

    Made Supartha Jadi Dewan Penasihat Peradi SAI Denpasar, Dorong Legal Audit Desa Adat dan LPD

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DENPASAR,Matacompas.com |Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, Dr.(C) I Made Supartha, SH., MH.., memberikan apresiasi atas suksesnya Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi SAI Denpasar Masa Bakti 2026-2030 di Riverside Convention Center, Jalan Gunung Catur IVA No. 8, Padang Sambian Kaja, Denpasar, Sabtu, 22 Agustus 2026. Menurutnya, pelantikan […]

  • Pelaku Usaha UMKM dan Agen Tiket Bus Terminal Tidar Magelang Gelar Buka Puasa Bersama

    Pelaku Usaha UMKM dan Agen Tiket Bus Terminal Tidar Magelang Gelar Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 779
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Warga UMKM dan Agen Tiket Bus Terminal Tidar menggelar buka puasa bersama di dalam halaman Kios UMKM dan Agen dengan melibatkan para pelaku UMKM serta Agen Tiket Bus, Sabtu, (15/3/2025). Sekitar 50 warga pelaku usaha UMKM dan Agen Tiket hadir dalam acara ini. “Beberapa menu masakan serta nasi dan minuman sudah disiapkan […]

expand_less