Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dr. Somvir Usulkan Universitas Udayana Abadikan Nama Prof. Gusti Ngurah Bagus, Warisan Intelektual Bali Diminta Terus Hidup

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ketua Fraksi Demokrat NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, mendorong Universitas Udayana (Unud) memberikan penghargaan yang layak kepada almarhum Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, tokoh yang dikenal luas sebagai salah satu peletak dasar kajian kebudayaan Bali di tingkat internasional dan dijuluki “The Father of Balinese Studies”.

Dorongan tersebut disampaikan Dr. Somvir usai mengikuti rapat Komisi I DPRD Provinsi Bali di Gedung DPRD Bali, Senin (13/7/2026). Menurutnya, jasa Prof. Gusti Ngurah Bagus terhadap perkembangan Universitas Udayana, dunia akademik, pelestarian kebudayaan Bali, hingga penguatan ajaran Hindu sangat besar dan layak dikenang melalui penghormatan resmi dari almamaternya.

Dr. Somvir mengaku memiliki kedekatan emosional dengan almarhum. Ia mengenang Prof. Gusti Ngurah Bagus sebagai sosok senior ketika dirinya pertama kali datang ke Bali sebagai dosen tamu di Fakultas Sastra Universitas Udayana. Baginya, Prof. Bagus merupakan akademisi visioner yang berperan penting dalam membangun fondasi intelektual Universitas Udayana sejak awal berdirinya.

“Universitas Udayana berawal dari Fakultas Sastra. Beliau merupakan salah satu tokoh utama yang membangun fondasi akademik dan intelektual kampus ini. Pemikirannya melampaui zamannya dan hingga kini masih relevan bagi pembangunan Bali,” ujar Dr. Somvir.

Ia menilai kontribusi Prof. Gusti Ngurah Bagus tidak hanya berhenti pada dunia pendidikan. Berbagai gagasan yang diperjuangkan almarhum juga memberi pengaruh besar terhadap penguatan kelembagaan adat dan kehidupan keagamaan di Bali. Bahkan menurutnya, sejumlah konsep yang berkembang saat ini, termasuk penguatan Majelis Desa Adat (MDA), tidak dapat dilepaskan dari pemikiran besar Prof. Bagus.

Selain dikenal sebagai antropolog dan budayawan, Prof. Gusti Ngurah Bagus juga memiliki jejaring akademik internasional yang sangat luas. Banyak murid dan koleganya kini menjadi profesor di berbagai universitas di Indonesia maupun luar negeri. Kiprah tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu ilmuwan Bali yang berhasil memperkenalkan kebudayaan dan kajian Hindu Indonesia ke panggung dunia.

Dr. Somvir mengungkapkan bahwa kontribusi Prof. Bagus dalam memperkuat hubungan akademik internasional Universitas Udayana juga sangat signifikan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Seminar Internasional Ramayana dan Mahabharata yang menghadirkan berbagai tokoh nasional, termasuk Megawati Soekarnoputri saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Menurutnya, momentum seminar internasional tersebut turut mendorong percepatan penyelesaian pembangunan auditorium Universitas Udayana di Kampus Bukit Jimbaran, sekaligus memperluas jejaring kerja sama akademik dengan berbagai institusi luar negeri.

“Kontribusi beliau bukan hanya pada bidang akademik, tetapi juga terhadap pembangunan fasilitas kampus serta penguatan kerja sama internasional Universitas Udayana,” katanya.

Di mata Dr. Somvir, Prof. Gusti Ngurah Bagus juga merupakan teladan sejati bagi dunia pendidikan. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah berhenti membaca, belajar, dan menulis. Semangat intelektual tersebut dinilai patut diwariskan kepada generasi akademisi muda di Bali.

Atas dasar itu, Dr. Somvir mengusulkan agar Universitas Udayana memberikan penghormatan yang lebih konkret kepada Prof. Gusti Ngurah Bagus. Salah satunya dengan mengabadikan nama almarhum sebagai nama salah satu gedung di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar seluruh karya ilmiah, buku, manuskrip, serta hasil penelitian Prof. Gusti Ngurah Bagus dihimpun dan dilestarikan dalam perpustakaan Universitas Udayana sebagai pusat dokumentasi pemikiran tokoh besar Bali tersebut.

Tidak hanya itu, Dr. Somvir berharap Universitas Udayana dapat menyelenggarakan seminar kebudayaan secara rutin setiap tahun untuk mengkaji kembali gagasan-gagasan Prof. Gusti Ngurah Bagus. Menurutnya, kegiatan akademik semacam itu penting sebagai upaya menjaga keberlanjutan pemikiran almarhum sekaligus mendukung pembangunan Bali yang tetap berlandaskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Beliau mencintai budaya dan agama Hindu Bali dengan sepenuh hati. Pemikiran dan keteladanannya harus terus hidup melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pelestarian karya-karyanya agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” tegasnya.

Dr. Somvir juga mengingat peran besar Prof. Gusti Ngurah Bagus dalam memperkenalkan kajian Hindu Indonesia kepada dunia internasional, termasuk keterlibatannya dalam penyusunan buku Hinduism in Modern Indonesia yang diterbitkan oleh Leiden University. Kiprah tersebut menunjukkan bahwa pemikiran Prof. Bagus telah memperoleh pengakuan dari kalangan akademisi dunia.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya perguruan tinggi, untuk tidak melupakan jasa para tokoh besar Bali yang telah mengabdikan hidupnya bagi kemajuan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan pendidikan.

“Kita memiliki banyak putra terbaik Bali yang telah memberikan kontribusi luar biasa. Sudah sepatutnya jasa-jasa mereka dikenang dan diberikan penghargaan yang layak agar menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” pungkasnya.

Sebelumnya, sosok Prof. I Gusti Ngurah Bagus kembali dikenang melalui diskusi bertajuk “93 Tahun Prof. IGN. Bagus: Sebuah Catatan Pinggir Antara Kiprah dan Kaprah Perjuangannya” yang digelar di Mahalo Cafe, Renon, Denpasar, Minggu (12/7/2026). Forum yang diprakarsai I Ketut Ngastawa tersebut menghadirkan Putu Suasta dan Prof. Dr. I Gede Mudana, M.Si., sebagai narasumber, dengan moderator Nyoman Baskara.

Diskusi itu dihadiri sejumlah akademisi, tokoh masyarakat, dan keluarga Prof. Gusti Ngurah Bagus, di antaranya Prof. Dr. I Gede Sutarya, ST., Par., M.Ag., Prof. Dr. Ir. Nitya Santhiarsa, M.T., Drs. Nyoman Sutiawan, Ir. IGA Aryasa Susantya, Drs. Nyoman Wiratmaja, M.Si., Agus Maha Usadha, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, JM Made Sulasa Jaya, serta Dr. IGA Alit Sosiawati, M.Si.

Melalui forum tersebut, berbagai pihak menegaskan bahwa pemikiran dan perjuangan Prof. Gusti Ngurah Bagus tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Universitas Udayana, tetapi juga merupakan warisan intelektual Bali yang perlu terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Kuningan Antusias Ikuti Kegiatan Retreat di Akmil Magelang

    Bupati Kuningan Antusias Ikuti Kegiatan Retreat di Akmil Magelang

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    MAGELANG, JarrakPos.Com – Kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 siap mengikuti retreat usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si antusias mengikuti kegiatan retreat kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Jumat, 21 Februari 2025. Jadwal Pembelajaran Orientasi Kepemimpinan bagi Kepala Daerah […]

  • Gubernur Koster Ungkap Tantangan Serius Bali Ditengah Lonjakan Wisatawan Asing

    Gubernur Koster Ungkap Tantangan Serius Bali Ditengah Lonjakan Wisatawan Asing

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR | Dewan Pimpinan Pusat Nawa Cita Pariwisata Indonesia melantik kepengurusan provinsi Bali periode 2026-2031 di Bali International Hospital, kawasan KEK Sanur, Rabu, 18 Februari 2026.  Momentum ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 bertema penguatan investasi hijau menuju Indonesia Emas 2045. Sejumlah tokoh hadir, termasuk mantan Gubernur Bali dua periode […]

  • Komisi I DPRD Bali Soroti Lemahnya Implementasi Perda Bendega, I Wayan Tagel Winarta: Jangan Sampai Hanya Jadi Formalitas

    Komisi I DPRD Bali Soroti Lemahnya Implementasi Perda Bendega, I Wayan Tagel Winarta: Jangan Sampai Hanya Jadi Formalitas

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali, I Wayan Tagel Winarta, menyoroti lemahnya implementasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 11 Tahun 2017 tentang Bendega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Bali di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (27/7/2026). RDP tersebut digelar sebagai […]

  • Dinilai Berpotensi Picu Goncangan Sosial, Somya Soroti Penerbitan SKKL Proyek FSRU LNG Bali

    Dinilai Berpotensi Picu Goncangan Sosial, Somya Soroti Penerbitan SKKL Proyek FSRU LNG Bali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pengamat Hukum dan Masyarakat, Somya menilai terbitnya Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) berpotensi memunculkan berbagai dinamika baru, baik dalam aspek sosial maupun dalam penyesuaian regulasi yang berkaitan dengan proyek Floating Storage and Regasification Unit Liquefied Natural Gas (FSRU LNG) di Bali. Menurut Somya, setelah SKKL diterbitkan, pemerintah berpotensi akan lebih banyak […]

  • Korupsi Pengadaan PJU Dishub Cianjur, Kejari Disebut Lakukan Kebohongan Publik

    Korupsi Pengadaan PJU Dishub Cianjur, Kejari Disebut Lakukan Kebohongan Publik

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Jarrak.com Jakarta – Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan nilai 40 Miliar di satuan dinas perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur tahun 2023, yang tengah di sidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cianjur diwarnai polemik pemerasan dan Kriminalisasi. Hal ini dipaparkan oleh Kuasa Hukum PT. KPA, Fadlin Avisenna Nasution saat menggelar koferensi pers […]

  • Koster Kukuhkan 5.058 Pengurus PAC, Ranting dan Anak Cabang PDIP Tabanan Tegaskan Kader Harus Jadi Ujung Tombak Perjuangan Rakyat

    Koster Kukuhkan 5.058 Pengurus PAC, Ranting dan Anak Cabang PDIP Tabanan Tegaskan Kader Harus Jadi Ujung Tombak Perjuangan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster mengukuhkan 5.058 pengurus PAC, ranting, dan anak ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan masa bakti 2025-2030 di Gedung I Ketua Marya, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Selasa, 24 Maret 2026. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh partai, di antaranya Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI […]

expand_less