Breaking News
light_mode
Trending Tags

Selipkan Kritik Lewat Seni Pertunjukan, Ibu Putri Koster Puji Pementasan Jaratkaru

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, memuji pementasan Komunitas Wartawan Budaya Bali (Kawiya) yang menampilkan seni teater Jaratkaru: Lampan lan Utang Waras Mekutang dalam rangka memeriahkan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (23/2/2026).

Kritik tentang persoalan banjir dan kemacetan yang diselipkan dalam pementasan Jaratkaru menyita perhatian Ibu Putri Koster. “Jangan takut menyampaikan kritik. Mau kritik silakan, misalnya tentang kemacetan. Jabarkan saja, ributlah di atas panggung. Tapi tetap harus mengedepankan etika,” ucapnya.

Menurutnya, aktor yang baik adalah mereka yang mampu menyampaikan kritik setajam silet tanpa membuat pihak yang dikritik merasa tersakiti. Ia yang merupakan istri Gubernur dan bagian dari pemerintahan mengaku tidak alergi terhadap kritik. “Tapi tidak elok kalau anak-anak kita belajar memaki atau melakukan perundungan. Itu tidak bagus,” ungkapnya.

Terkait pementasan Jaratkaru, Ibu Putri Koster menilai para pemain telah mampu menampilkan seni pertunjukan teater yang luar biasa. “Konsepnya bagus, anak-anak ini luar biasa,” pujinya. Lebih lanjut dijabarkannya, para pemain dinilai mampu memadukan teori seni pertunjukan dengan kemampuan pengaplikasian di atas panggung. “Konsepnya bisa ibu lihat dengan jelas, dibarengi dengan kemampuan olah vokal dan olah tubuh yang bagus. Ini yang ibu suka,” urainya.

Menyaksikan anak-anak tampil di atas panggung, ia seperti melihat refleksi diri karena telah melakoni seni pertunjukan sejak 1978. “Gaya pada zaman itu tentu berbeda dengan saat ini. Anak-anak sekarang punya lebih banyak kesempatan untuk belajar. Tidak harus bertemu dengan guru secara langsung. Di era digital ini, media pembelajaran dapat diakses dengan mudah,” cetusnya.

Selain melempar pujian, perempuan yang dikenal memiliki multitalenta di bidang seni ini juga menyampaikan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, salah satu hal yang perlu dicermati dalam pertunjukan adalah harmonisasi antara suara gamelan dan volume suara pemain.

Terakhir, menyinggung keberadaan Kawiya, ia mendorong komunitas jurnalis ini untuk terus berkarya dan tidak hanya menunggu acara. “Ini ada panggung di Taman Budaya, koordinasikan untuk tampil. Buat program rutin,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Jaratkaru yang diangkat dalam pertunjukan ini merupakan kisah yang melegenda di Bali dan Nusantara. Kisah ini mengisahkan tentang leluhur yang digantung di tiing petung karena tidak memiliki keturunan. Sutradara Agus Wiratama menjelaskan bahwa garapan Jaratkaru menghadirkan tafsir baru terhadap mitologi Bali dengan pendekatan yang lebih realistis. Pertunjukan ini tidak sepenuhnya mengikuti teks klasik, melainkan diolah ulang melalui perspektif generasi muda.

Teks pertunjukan disusun secara kolektif oleh Ingga Adellia (aktor), Dede Satria (aktor dan penulis), Amrita Darsanam (aktor dan pembuat film), Mahija Sena (penari dan koreografer), Agus Wiratama (dramaturg), serta Putu Supartika (sastrawan). Karya ini juga meminjam puisi dari Nyoman Tusthi Eddy dan IDK Raka Kusuma sebagai bagian dari konstruksi artistik pertunjukan. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Bingung Aturan Penjor, Jondra Minta PLN Hormati Tradisi Bali

    Masyarakat Bingung Aturan Penjor, Jondra Minta PLN Hormati Tradisi Bali

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, polemik terkait pemasangan penjor kembali mencuat di masyarakat Bali. Ketua Umum Paiketan Krama Bali, Dr. Ir. I Wayan Jondra, menilai kegaduhan tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman pejabat PLN terhadap karakter dan tradisi masyarakat Bali. Menurut Jondra, masyarakat Bali selama ini dikenal sebagai konsumen PLN terbaik […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gotong Royong Bersihkan Masjid

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gotong Royong Bersihkan Masjid

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 824
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOSCOM – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat perbatasan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Gabma Simanggaris bersama Tentara Diraja Malaysia (TDM) dan warga setempat melaksanakan kegiatan pembersihan Masjid Al-Ikhlas di Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Simanggaris, Kabupaten Nunukan. Senin(10/3/2025) Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan tempat ibadah sekaligus memperkokoh kebersamaan antara Satgas Pamtas, aparat keamanan […]

  • Mas Botok Cs Masuk Gedung DPR, Desak RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

    Mas Botok Cs Masuk Gedung DPR, Desak RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    JAKARTA – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, bersama sejumlah perwakilan massa akhirnya berhasil masuk ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Masuknya Mas Botok bersama rombongan menjadi bagian dari perjuangan massa AMPB untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Sebanyak 14 perwakilan AMPB […]

  • 230 Anabul Diselamatkan, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Perkuat Aksi Rescue dan Siapkan Shelter Terpadu di Bali

    230 Anabul Diselamatkan, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Perkuat Aksi Rescue dan Siapkan Shelter Terpadu di Bali

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com — Komitmen terhadap kesejahteraan hewan terus digaungkan Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia. Melalui berbagai program penyelamatan dan edukasi, yayasan non-profit ini mendedikasikan diri untuk membantu anjing dan kucing terlantar (anabul), khususnya di Bali. Ketua Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia, Michelle Angel, didampingi Pembina Maria Rini, menegaskan bahwa pembentukan yayasan menjadi langkah penting untuk […]

  • Langgar Perda Ketertiban Umum, Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA Korea Selatan di Badung

    Langgar Perda Ketertiban Umum, Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA Korea Selatan di Badung

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum keimigrasian di Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan berinisial CHK (56) dideportasi setelah terbukti melanggar ketentuan ketertiban umum di wilayah Kabupaten Badung. CHK diketahui merupakan pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dengan status penyatuan keluarga. Namun, […]

  • Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Mekar Sari Cek Kolam Bioflok Ikan Nila

    Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Mekar Sari Cek Kolam Bioflok Ikan Nila

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DUMAI, MATAKOMPAS. COM– Personil Bhabinkamtibmas Kelurahan Mekar Sari Polsek Dumai Barat, Aipda SG. Manalu, bersama pengelola kolam, Harisman Zai, melaksanakan kegiatan pengecekan Pekarangan Pangan Bergizi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang berlokasi di Jalan Arjuna RT 02, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai ini difokuskan pada pemantauan peternakan ikan nila […]

expand_less