Breaking News
light_mode
Trending Tags

Golkar Mundur dari Pansus TRAP, dr. Sayoga: Jangan Tinggalkan Gelanggang Sebelum Pertempuran Berakhir

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR– Polemik terkait keputusan DPD I Partai Golkar Bali menarik seluruh anggota Fraksi Golkar dari Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali terus memantik perhatian publik. Langkah yang diinstruksikan Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih (Demer), agar kader Golkar tidak lagi mengikuti inspeksi mendadak (sidak) maupun rapat dengar pendapat (RDP) Pansus TRAP memunculkan beragam respons dari kalangan masyarakat.

Salah satu kritik datang dari dr. Sayoga, Ketua DPD Prajaniti Bali sekaligus Penasehat Forum Hati Bali. Menurutnya, keputusan menarik anggota Fraksi Golkar dari Pansus TRAP merupakan langkah yang tidak mencerminkan sikap kenegarawanan dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap partai politik maupun lembaga legislatif.

“Sangat disayangkan sikap tidak ksatria yang meninggalkan gelanggang sebelum pertempuran berakhir. Semestinya anggota Pansus dan seluruh anggota dewan mendukung penuh kerja Pansus TRAP sampai tuntas,” tegas dr. Sayoga di Denpasar, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, Pansus TRAP dibentuk sebagai instrumen pengawasan DPRD untuk menelusuri berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan tata ruang, aset daerah, dan perizinan di Bali. Karena itu, seluruh anggota DPRD yang tergabung di dalamnya memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menyelesaikan tugas tersebut hingga menghasilkan rekomendasi yang komprehensif.

Ia berpandangan bahwa setiap bentuk intervensi terhadap kerja Pansus berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Intervensi semacam itu bisa dianggap sarat kepentingan. Ini menjadi preseden buruk dan dapat berimplikasi pada semakin melemahnya kepercayaan publik terhadap partai politik dan anggota dewan,” ujarnya.

Menurut dr. Sayoga, masyarakat memiliki hak untuk mempertanyakan alasan di balik penarikan anggota Fraksi Golkar, terlebih Pansus TRAP sedang menangani sejumlah dugaan pelanggaran tata ruang, aset daerah, dan perizinan yang menjadi perhatian publik.

“Wajar masyarakat bertanya-tanya bahkan menaruh curiga. Sebagai wakil rakyat yang dipilih rakyat, semestinya seluruh anggota dewan menunjukkan kekompakan dan tekad yang kuat untuk menyelamatkan serta membela kepentingan Bali, khususnya kawasan Pulau Serangan beserta seluruh aset dan kawasan sucinya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menolak investasi. Namun, menurutnya investasi harus berjalan sesuai aturan hukum, menghormati lingkungan hidup, adat, budaya, serta hak-hak masyarakat Bali.

“Investasi tidak ada salahnya. Yang harus dilawan adalah perilaku serakah yang akhirnya merusak Bali. Jika dalam perjalanannya investasi terbukti merusak lingkungan, merugikan warga lokal, apalagi sampai menerjang pura dan membatasi akses krama untuk beribadah, maka investasi tersebut harus dihentikan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah bersama para investor membuka ruang dialog untuk memperjelas batas-batas aktivitas yang diperbolehkan maupun yang dilarang berdasarkan ketentuan hukum, sehingga pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat maupun kawasan suci.

Lebih jauh, dr. Sayoga menilai keputusan menarik anggota dari Pansus TRAP merupakan langkah yang buruk dari sisi etika politik maupun dampaknya terhadap kehidupan demokrasi.

“Sikap penarikan semacam itu sangat buruk, baik dari sisi etika politik maupun dampaknya di masyarakat. Semua anggota Pansus TRAP dan seluruh anggota DPRD Bali semestinya mendukung penuh seluruh rekomendasi pansus. Mau investor besar atau kecil, kalau melakukan pelanggaran, aturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kebebasan menjalankan ibadah telah dijamin oleh konstitusi sehingga setiap bentuk pembatasan terhadap akses masyarakat menuju tempat suci tidak boleh ditoleransi apabila terbukti melanggar hukum.

Di sisi lain, keputusan Fraksi Golkar Bali mundur dari Pansus TRAP sebelumnya disampaikan menyusul perbedaan pandangan terkait mekanisme kerja Pansus. Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih (Demer), menyatakan bahwa Fraksi Golkar tetap menghormati fungsi pengawasan DPRD, namun menilai proses kerja Pansus harus berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tata tertib DPRD. Golkar juga menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti menghentikan komitmen dalam mengawal kepentingan masyarakat Bali, melainkan bagian dari sikap politik yang diambil berdasarkan pertimbangan internal partai.

Meski demikian, polemik tersebut memunculkan perdebatan di ruang publik mengenai efektivitas pengawasan DPRD terhadap berbagai persoalan tata ruang, aset daerah, dan perizinan yang saat ini menjadi perhatian masyarakat luas.

Menutup pernyataannya, dr. Sayoga mengingatkan seluruh pejabat politik agar tetap memegang teguh amanah rakyat di atas kepentingan lainnya.

“Mereka yang berada di partai politik dan menjadi pejabat publik adalah kelompok ksatria. Tugasnya membela kepentingan rakyat, menjaga kesejahteraan masyarakat, serta memperjuangkan kebahagiaan bangsanya. Jangan sampai kehormatan itu turun karena lebih membela kepentingan pedagang atau pihak tertentu daripada kepentingan rakyat dan Bali,” pungkasnya.

Polemik ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik seiring berlanjutnya pembahasan Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali. Masyarakat kini menantikan bagaimana seluruh proses pengawasan dapat diselesaikan secara transparan, akuntabel, dan tetap berpijak pada kepentingan hukum, lingkungan, serta masa depan Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus TRAP Dinilai Bekerja Total, Putu Sudiartana: Ini Tanda Baik untuk Masa Depan Tata Ruang Bali

    Pansus TRAP Dinilai Bekerja Total, Putu Sudiartana: Ini Tanda Baik untuk Masa Depan Tata Ruang Bali

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | CEO Jarrak Media Group sekaligus Pembina LSM Jarrak, Putu Sudiartana, menyampaikan apresiasi kepada Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali atas kerja keras mereka dalam mengawal penataan ruang di Pulau Dewata. Menurutnya, langkah pansus memiliki tujuan mulia dalam memastikan regulasi tata ruang di Bali berjalan sesuai aturan. Ia […]

  • Dugaan Pemerasan dan Penyuapan Febrie, KOSMAK: Jaksa Agung Harus Bertanggung Jawab

    Dugaan Pemerasan dan Penyuapan Febrie, KOSMAK: Jaksa Agung Harus Bertanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Badai yang tengah melanda institusi Kejaksaan Agung Republik Indonesia pasca ditahannya eks-Jampidsus Febrie Adriansyah, tidak akan pernah berlalu sebelum Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dicopot. Akar persoalan penyebab hancurnya marwah dan integritas lembaga dominus litis pengendali perkara pidana (master of the case) itu ada pada dirinya. Dugaan pemerasan dan penyuapan yang dilakukan eks-Jampidsus […]

  • Jelang Arus Mudik Lebaran, Satlantas Polres Kuningan Gelar Ramp Check

    Jelang Arus Mudik Lebaran, Satlantas Polres Kuningan Gelar Ramp Check

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 776
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Jelang arus mudik Lebaran 1446 H, Satlantas Polres Kuningan bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan melaksanakan ramp check armada angkutan darat (BUS) yang ada di Kabupaten Kuningan. Kasatlantas Polres Kuningan, AKP Yudha Satyo Raharjo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 yang akan digelar jelang Lebaran. “Kegiatan […]

  • Bank DKI Ganti Nama, Langkah Menuju Kebangkrutan?

    Bank DKI Ganti Nama, Langkah Menuju Kebangkrutan?

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Bank DKI resmi mengganti nama menjadi Bank Jakarta pada tahun 2024. Pergantian nama ini menimbulkan berbagai spekulasi publik. Banyak pihak menilai langkah tersebut bukan sekadar rebranding semata, melainkan upaya sistematis untuk menghapus jejak persoalan yang selama ini membelit manajemen Bank DKI. Salah satu suara kritis datang dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis […]

  • Imigrasi Ngurah Rai dan Polri Amankan Bos Sindikat Narkotika Eropa, Buronan Interpol Ditangkap di Bali

    Imigrasi Ngurah Rai dan Polri Amankan Bos Sindikat Narkotika Eropa, Buronan Interpol Ditangkap di Bali

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Imigrasi kembali menunjukkan hasil nyata. Seorang buronan internasional yang masuk daftar Red Notice Interpol berhasil diamankan di Bali saat baru menginjakkan kaki di Indonesia. Penangkapan dilakukan terhadap Steven Lyons (46), warga negara Inggris asal Glasgow, pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 11.58 WITA […]

  • Gubernur Akademi Militer Resmikan Renovasi Toko Tidar Mart Puskop Kartika Tidar

    Gubernur Akademi Militer Resmikan Renovasi Toko Tidar Mart Puskop Kartika Tidar

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 843
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Arnold A.P. Ritiauw, secara resmi meresmikan renovasi Toko Tidar Mart Puskop Kartika Tidar, yang berlokasi di Panca Arga I Akademi Militer. Renovasi ini bertujuan meningkatkan fasilitas dan pelayanan bagi anggota Akademi Militer serta masyarakat sekitar. Juma’t(28/2/2025) Acara peresmian dihadiri oleh Wakil Gubernur Akademi Militer, Brigjen TNI Kristomei Sianturi, […]

expand_less