Breaking News
light_mode
Trending Tags

Rektor UPMI Bali Nilai Sistem SPMB Sudah Tepat, Soroti Celah Jalur Domisili dan Apresiasi Implementasi Kadisdik Baru

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum, menilai sistem Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang diterapkan pemerintah pada dasarnya sudah berada di jalur yang benar. Menurutnya, konsep empat jalur penerimaan mampu menciptakan pemerataan kesempatan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan apabila dijalankan secara konsisten sesuai aturan.

Hal tersebut disampaikan Prof. Made Suarta saat diwawancarai di Kampus UPMI Bali, Denpasar, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa skema empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi, sejatinya bukan sistem yang bermasalah. Persoalan yang selama ini muncul lebih banyak berasal dari implementasi di lapangan.

“Sistemnya sebenarnya sudah bagus. Yang perlu terus dibenahi adalah implementasinya agar benar-benar sesuai aturan dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” ujarnya.

Menurut Prof. Made Suarta, jalur domisili memiliki tujuan mulia, yakni menciptakan pemerataan kualitas pendidikan sehingga siswa berprestasi tidak hanya terkonsentrasi di sekolah-sekolah favorit.

Dengan sistem tersebut, sekolah-sekolah di berbagai wilayah memiliki kesempatan memperoleh peserta didik berkualitas sehingga kualitas pendidikan dapat berkembang secara merata.

Namun demikian, ia menilai masih terdapat celah yang perlu dievaluasi, terutama terkait perpindahan alamat domisili yang dilakukan menjelang proses penerimaan siswa.

Menurutnya, praktik perpindahan domisili dalam waktu singkat hanya demi memenuhi persyaratan masuk sekolah tertentu berpotensi mengurangi rasa keadilan bagi masyarakat yang memang telah lama tinggal di wilayah tersebut.

“Saya kira ini yang perlu dikoreksi. Jangan sampai ada perpindahan domisili mendadak hanya karena ingin masuk sekolah tertentu. Prinsip domisili harus benar-benar mencerminkan tempat tinggal yang sebenarnya,” katanya.

Sementara itu, terhadap jalur afirmasi, Prof. Made Suarta memberikan apresiasi karena jalur tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu maupun penyandang disabilitas untuk memperoleh hak pendidikan.

Menurutnya, negara memang memiliki kewajiban memastikan setiap anak tetap memperoleh akses pendidikan tanpa diskriminasi.

Ia juga menilai jalur prestasi telah memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik, baik di bidang olahraga, seni, maupun bidang lainnya.

Prestasi, menurutnya, memang seharusnya menjadi salah satu dasar penerimaan peserta didik dengan mempertimbangkan tingkatan pencapaian, mulai dari tingkat internasional, nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.

Sedangkan jalur mutasi, lanjutnya, merupakan bentuk perlindungan bagi keluarga yang harus berpindah tempat tugas sehingga anak tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa mengalami hambatan administratif.

Prof. Made Suarta juga membandingkan pelaksanaan SPMB tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya yang sempat memunculkan berbagai polemik bahkan aksi protes.

Menurutnya, keributan pada masa lalu lebih banyak dipicu munculnya berbagai kebijakan di luar mekanisme resmi yang membuka ruang adanya perlakuan khusus terhadap calon peserta didik tertentu.

Ia menegaskan, praktik-praktik semacam itu justru menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

“Kalau ada jalur-jalur di luar aturan, tentu masyarakat akan bertanya mengapa ada yang diterima sementara yang lain tidak. Itu yang selama ini memunculkan komplain,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengapresiasi keberanian jajaran Dinas Pendidikan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun Provinsi Bali, yang dinilainya lebih konsisten menjalankan aturan tanpa membuka ruang bagi jalur-jalur khusus di luar ketentuan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi membuat proses penerimaan siswa tahun ini berlangsung lebih tertib dan minim gejolak.

Mengenai isu adanya siswa yang disebut “tercecer”, Prof. Made Suarta mengaku belum melihat adanya persoalan besar sebagaimana ramai diberitakan.

Ia menilai sebagian siswa yang disebut tercecer kemungkinan sebenarnya telah memperoleh sekolah, namun bukan di sekolah negeri yang menjadi pilihan utama mereka.

Sebagian lainnya, kata dia, memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta karena merasa sekolah negeri tempat mereka diterima tidak sesuai dengan minat atau pilihan awal.

“Ada yang sebenarnya sudah diterima di pilihan ketiga, tetapi karena tidak sesuai minat akhirnya memilih sekolah swasta. Bisa jadi kondisi seperti itu kemudian dianggap sebagai siswa tercecer,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa selama seluruh jalur penerimaan dilaksanakan sesuai ketentuan tanpa adanya penyimpangan, maka sistem tersebut patut diapresiasi.

“Kalau empat jalur itu dijalankan sesuai aturan, tanpa pelanggaran dan tanpa jalur khusus, masyarakat tentu akan merasa lebih adil. Saya melihat implementasi tahun ini jauh lebih baik dan patut diapresiasi,” pungkas Prof. Made Suarta.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahas Sensus Ekonomi 2026, Gubernur Koster Tegaskan Data Statistik Jadi Kompas Pembangunan Bali

    Bahas Sensus Ekonomi 2026, Gubernur Koster Tegaskan Data Statistik Jadi Kompas Pembangunan Bali

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat, 6 Pebruari 2026. Pertemuan tersebut membahas capaian indikator sosial ekonomi Bali tahun 2025 sekaligus sinergi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Dalam […]

  • Halau Banjir Di Kedawung PJ Bupati Cirebon Gandeng Berbagai Pihak

    Halau Banjir Di Kedawung PJ Bupati Cirebon Gandeng Berbagai Pihak

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menggelar rapat koordinasi terkait penanggulangan banjir di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Senin (6/1/2025). Rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Bupati Cirebon tersebut mengundang berbagai pihak terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Telkom, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perusahaan Gas Negara (PGN), Kementerian Pekerjaan Umum […]

  • Imigrasi Bali Perkuat Sinergi dengan Media, Coffee Morning Road Show Digelar di Seluruh Satuan Kerja

    Imigrasi Bali Perkuat Sinergi dengan Media, Coffee Morning Road Show Digelar di Seluruh Satuan Kerja

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7
    • 0Komentar

    SINGARAJA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali terus mempererat hubungan kemitraan dengan insan pers melalui kegiatan “Coffee Morning Road Show” yang digelar di seluruh satuan kerja keimigrasian di Bali. Kegiatan yang berlangsung di Singaraja, Selasa 12 Mei 2026, menjadi bagian dari rangkaian road show yang sebelumnya juga dilaksanakan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus […]

  • Ibadah Dihalangi Perusahaan, Pansus TRAP DPRD Bali Nilai Kasus Jimbaran Masuk Ranah Pidana

    Ibadah Dihalangi Perusahaan, Pansus TRAP DPRD Bali Nilai Kasus Jimbaran Masuk Ranah Pidana

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Ketegangan memuncak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali yang digelar, Rabu, 7 Januari 2026. Sorotan tajam diarahkan kepada PT Jimbaran Hijau (PT JH), perusahaan yang menguasai kawasan luas di Jimbaran, Kabupaten Badung. Dalam forum resmi tersebut, Pansus TRAP menilai keberadaan PT […]

  • Rocky Gerung dan Kopi Arak Bali: Retorika, AI dan Jati Diri di Hadapan Mahasiswa UNMAS

    Rocky Gerung dan Kopi Arak Bali: Retorika, AI dan Jati Diri di Hadapan Mahasiswa UNMAS

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung berhasil memukau ribuan mahasiswa Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar dalam Kuliah Umum bertajuk Dialektika & Retorika: Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence (AI) di Auditorium Saraswati, Denpasar, Selasa, 6 Januari 2026. Kuliah umum yang dipandu langsung Rektor UNMAS Prof. Dr. Sukawati Lanang Pertama itu berlangsung semarak. […]

  • Bobby Dukung Eddy Sibarani

    Bobby Dukung Eddy Sibarani

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    MEDAN : Wali Kota Medan yang juga Gubernur Sumut terpilih M Bobby Nasution SE MM mendukung Drs Eddy H Sibarani MSi yang akan maju sebagai Bacalon Ketua Umum KONI Sumut periode 2025-2029. Sinyal dukungan dikatakan Bobby Nasution ketika bertemu Eddy Sibarani di Medan. Eddy Sibarani, Ketua KONI Medan periode 2016-2020 dan 2020-2024 bertemu Bobby Nasution […]

expand_less