Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dari BPI KPNPA RI ke STIJNAS, TB Rahmad Sukendar Bawa Misi Besar: Cetak Generasi Kritis, Berintegritas dan Berani Berpihak pada Fakta

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Perjalanan panjang TB Rahmad Sukendar, S.Sos., S.H., M.H., selama lebih dari dua dekade memimpin Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), memasuki babak baru.

Pengalaman 23 tahun berkecimpung dalam organisasi, penelitian, pembinaan kader, serta berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan kini dibawa ke ruang pendidikan melalui keterlibatannya sebagai Dewan Pembina Sekolah Tinggi Ilmu Jurnalistik Nasional (STIJNAS).

Momentum tersebut berlangsung di Kampus A STIJNAS, Kota Bekasi, bersamaan dengan penganugerahan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa kepada TB Rahmad Sukendar. Penganugerahan secara simbolis diserahkan oleh Rektor STIJNAS, H. Qodiran, bersama Pimpinan Kampus STIJNAS, H. Dadang Budiman.

Gelar kehormatan di bidang penelitian tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjang Rahmad Sukendar dalam menjalankan berbagai aktivitas penelitian, pembinaan kader, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta kiprahnya yang bersentuhan dengan kepentingan publik.

Namun, bagi Rahmad, gelar kehormatan bukanlah garis akhir. Sebaliknya, penghargaan tersebut dipandang sebagai amanah sekaligus tanggung jawab moral untuk memperluas kontribusi kepada masyarakat.

“Gelar ini bukan akhir dari perjuangan. Justru menjadi tanggung jawab untuk terus memberikan manfaat. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang berpikir kritis, memiliki integritas dan berani memperjuangkan kebenaran berdasarkan fakta,” ujar Rahmad.

Jurnalisme di Era Digital Tak Cukup Sekadar Pandai Menulis

Rahmad melihat perubahan teknologi digital telah membawa tantangan besar bagi dunia jurnalistik.

Arus informasi bergerak begitu cepat. Dalam hitungan detik, sebuah informasi dapat tersebar luas dan membentuk opini publik. Persoalannya, tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar fakta yang kuat.

Kondisi tersebut, menurut Rahmad, membuat pendidikan jurnalistik memiliki tanggung jawab yang semakin besar.

Mahasiswa jurnalistik tidak cukup hanya dibekali kemampuan menulis berita. Mereka harus memiliki kemampuan melakukan riset, mengumpulkan data, melakukan konfirmasi, memverifikasi informasi, memahami konteks persoalan, serta menguji kebenaran sebelum sebuah informasi disampaikan kepada publik.

“Jangan sampai kecepatan mengalahkan ketepatan. Jurnalis harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru menambah persoalan dengan informasi yang tidak terverifikasi,” tegasnya.

Menurutnya, jurnalis memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas demokrasi dan mencerdaskan masyarakat. Karena itu, keberanian seorang jurnalis harus selalu berjalan beriringan dengan pengetahuan, etika dan tanggung jawab.

Kritik terhadap kebijakan publik, misalnya, harus dibangun berdasarkan data dan fakta. Begitu pula ketika menyampaikan persoalan masyarakat, jurnalis dituntut mampu menghadirkan informasi secara berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dari Kaderisasi ke Pendidikan: Investasi Membangun Manusia

Pengalaman Rahmad selama 23 tahun memimpin BPI KPNPA RI menjadi modal penting dalam memasuki dunia pendidikan.

Ia menyebut, selama perjalanan organisasi, proses pembinaan dan kaderisasi telah melahirkan banyak individu yang kemudian berkiprah di berbagai bidang.

Sebagian berkembang menjadi kepala daerah, anggota legislatif, pimpinan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, pengusaha, hingga berkarier di lingkungan TNI dan Polri.

Bagi Rahmad, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa membangun sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara instan.

“Kalau kita ingin membangun bangsa, kita harus membangun manusianya terlebih dahulu. Kaderisasi dan pendidikan adalah investasi jangka panjang,” katanya.

Pandangan tersebut yang kemudian ingin dibawa ke lingkungan STIJNAS.

Ia berharap kampus tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter dan keberanian intelektual generasi muda.

Mahasiswa harus didorong untuk berani bertanya, melakukan penelitian, membaca persoalan masyarakat secara kritis, serta menyampaikan gagasan berdasarkan argumentasi dan data.

BPI KPNPA RI dan STIJNAS Bangun Sinergi Pendidikan

Kehadiran Rahmad Sukendar sebagai Dewan Pembina STIJNAS juga membuka peluang terbentuknya sinergi lebih luas antara pengalaman organisasi, penelitian, pendidikan dan dunia jurnalistik.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas ruang pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai penelitian dan dinamika persoalan sosial di tengah masyarakat.

Rahmad berharap STIJNAS dapat berkembang menjadi institusi pendidikan jurnalistik yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknis, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.

Sebab, menurutnya, tantangan jurnalisme masa depan bukan hanya persoalan kemampuan menggunakan teknologi.

Lebih dari itu, tantangan terbesar adalah bagaimana seorang jurnalis tetap mampu menjaga independensi, etika, akurasi dan keberpihakan kepada kepentingan publik di tengah derasnya arus informasi.

STIJNAS Didorong Jadi Kawah Candradimuka Jurnalis Berintegritas

Rektor STIJNAS, H. Qodiran, menyambut kehadiran TB Rahmad Sukendar sebagai bagian dari Dewan Pembina.

Menurut Qodiran, pengalaman panjang Rahmad dalam kepemimpinan organisasi, penelitian dan kegiatan kemasyarakatan menjadi nilai tambah bagi pengembangan STIJNAS.

“Beliau memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat. Kami yakin kehadiran beliau di STIJNAS akan membawa semangat baru bagi civitas akademika,” ujar Qodiran.

Hal senada disampaikan Pimpinan Kampus STIJNAS, H. Dadang Budiman.

Menurutnya, pengalaman Rahmad dalam membangun organisasi, melakukan penelitian dan menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dapat memberikan perspektif baru bagi dunia pendidikan jurnalistik.

Dengan bergabungnya Rahmad Sukendar sebagai Dewan Pembina, STIJNAS diharapkan semakin kuat menjadi ruang pembentukan generasi jurnalis yang tidak hanya menguasai teori dan teknik jurnalistik, tetapi juga memahami realitas sosial.

Mencetak Generasi yang Berani Berpikir Berdasarkan Fakta

Momentum tersebut pada akhirnya bukan sekadar tentang gelar kehormatan maupun pergantian ruang pengabdian dari organisasi menuju kampus.

Ada misi yang lebih besar: membangun manusia melalui pendidikan.

Dari pengalaman panjang di BPI KPNPA RI, Rahmad membawa semangat kaderisasi ke STIJNAS. Dari dunia penelitian, ia membawa budaya berpikir berbasis data. Dari aktivitas kemasyarakatan, ia membawa kepekaan terhadap persoalan publik.

Sementara dari dunia jurnalistik, ia ingin menanamkan satu prinsip penting: informasi harus berpijak pada fakta dan disampaikan dengan tanggung jawab.

STIJNAS pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat belajar jurnalistik. Kampus tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang kritis, berani menyampaikan kebenaran, memahami etika, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menggunakan ilmu pengetahuan untuk kepentingan masyarakat.

Sebab pada akhirnya, pendidikan dan jurnalistik memiliki satu tujuan yang sama: mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi, generasi yang dibutuhkan bukan hanya mereka yang cepat berbicara, tetapi mereka yang mampu berpikir kritis, memeriksa fakta, menjaga integritas dan berani berdiri di atas kebenaran.

Dan dari STIJNAS, misi itu kini mulai dibangun.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali Pimpin PBVSI Sumut, Wiko Siapkan Program-program Peremajaan

    Kembali Pimpin PBVSI Sumut, Wiko Siapkan Program-program Peremajaan

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    MEDAN – Wiko Lovino Siregar kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatra Utara periode 2025-2029. Wiko terpilih secara aklamasi sebagai Ketum pada Musyawarah Provinsi (Musprov) PBVSI Sumut yang berlangsung di Aula Dispora Sumut, Jumat (7/2/2025) sore. Kegiatan Musprov itu dihadiri, Sekjen PBVSI Pusat Heyzer Harsono, Pembia […]

  • Nuanu Creative City Resmi Berizin Lengkap, Pemeriksaan Satpol PP dan Pansus TRAP Tuntas

    Nuanu Creative City Resmi Berizin Lengkap, Pemeriksaan Satpol PP dan Pansus TRAP Tuntas

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Status legalitas Nuanu Creative City kini mendapatkan kejelasan penuh. Setelah melalui proses pemeriksaan mendalam oleh Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali bersama Satpol PP Provinsi Bali, seluruh dokumen perizinan Nuanu dinyatakan lengkap dan sesuai regulasi. Hasil pemeriksaan yang dikoordinasi Satpol PP Bali memastikan bahwa seluruh perizinan yang dimiliki Nuanu […]

  • Polres Labuhanbatu Laksanakan Penerimaan Casis Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri TA 2025

    Polres Labuhanbatu Laksanakan Penerimaan Casis Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri TA 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 723
    • 0Komentar

    Polres Labuhanbatu melaksanakan penerimaan calon siswa (Casis) Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri untuk Tahun Anggaran 2025 pada hari Senin, 03 Maret 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Bag SDM Polres Labuhanbatu dengan melibatkan verifikasi secara online, face matching, pemberian nomor ujian, serta pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan peserta. Sebanyak 49 peserta mengikuti […]

  • Sudiartana Dukung Pansus TRAP: Kritik Harus Jadi Jalan Menyelamatkan Masa Depan Bali

    Sudiartana Dukung Pansus TRAP: Kritik Harus Jadi Jalan Menyelamatkan Masa Depan Bali

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR — Mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat sekaligus CEO Jarrak Group, I Putu Sudiartana, angkat bicara terkait dinamika politik yang tengah menghangat di Bali menyusul bergulirnya kerja Panitia Khusus (Pansus) TRAP yang kini menjadi sorotan publik. Di tengah pro dan kontra yang berkembang, Sudiartana menegaskan bahwa keberadaan Pansus TRAP harus dipandang sebagai bagian […]

  • Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail lepasan Mudik Gratis 2025, Pastikan Perjalanan Aman

    Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail lepasan Mudik Gratis 2025, Pastikan Perjalanan Aman

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat secara resmi melepas ribuan pemudik dalam program Mudik Gratis 2025 yang berlangsung di Ex Giant Kota Baru, Kamis (27/03/2025). Acara pelepasan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang didampingi jajaran pejabat daerah, unsur Forkopimda, serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan program ini. […]

  • Dituntut 13 Tahun Penjara: Oknum Guru Pondok di Magelang Pelaku Kekerasan Seksual Kepada Santriwati

    Dituntut 13 Tahun Penjara: Oknum Guru Pondok di Magelang Pelaku Kekerasan Seksual Kepada Santriwati

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Sidang lanjutan kekerasan seksual terhadap santriwati Pondok Pesantren Irsyadul Mubtadi’ien Tempuran digelar hari ini Senin [13/1/2025] di ruang utama Pengadilan Negeri Kota Mungkid Kabupaten Magelang, dengan terdakwa KH. Ahmad Labib Asrori, S.E.,M.M. Ketua Majelis Hakim Fahrudin Said Ngaji, S.H., M.H mengatakan bahwa sidang dinyatakan Tertutup Untuk Umum. Ketua Majelis Hakim didampingi hakim anggota […]

expand_less