Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ny. Putri Koster Dorong Kader Posyandu Bangli Jadi Mata dan Telinga Masyarakat.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGLI, Matakompas.com – Transformasi Posyandu di Bali terus diperkuat. Tidak lagi sebatas menjadi wadah pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini dituntut hadir lebih dekat dengan berbagai persoalan dasar yang dihadapi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, saat melaksanakan aksi sosial “Membina dan Berbagi” di dua lokasi di Kabupaten Bangli, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada 104 kader Posyandu itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman kader mengenai transformasi Posyandu yang kini memiliki cakupan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Aksi sosial diawali di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut. Sebanyak 50 kader dari enam Posyandu mengikuti kegiatan tersebut. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, dengan melibatkan 54 kader dari lima Posyandu.

Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para kader yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, masing-masing kader mendapatkan bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu dari Ny. Putri Koster.

Namun, lebih dari sekadar bantuan sosial, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa tantangan Posyandu ke depan adalah bagaimana kader mampu memahami perubahan peran tersebut dan menerapkannya di tengah masyarakat.

“Posyandu sekarang sudah bertransformasi. Tidak hanya kesehatan, tetapi ada enam bidang SPM,” tegasnya.

Enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Untuk memudahkan kader mengingat cakupan tersebut, Ny. Putri Koster memperkenalkan singkatan P3K ST, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Menurutnya, perluasan cakupan Posyandu harus diikuti dengan perubahan pola pikir kader. Kader tidak hanya menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan, tetapi harus memiliki kepekaan untuk melihat persoalan yang muncul di lingkungan masing-masing.

“Misalnya, ada warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang memiliki anak dan memenuhi persyaratan dapat diarahkan untuk memanfaatkan Program 1 Keluarga 1 Sarjana yang disediakan Pemerintah Provinsi Bali.

“Kalau memang memenuhi syarat, bisa diarahkan ke program ini,” imbuhnya.

Kepekaan kader, lanjut Ny. Putri Koster, juga diperlukan dalam persoalan sosial maupun ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Ketika menemukan persoalan seperti pencurian atau permasalahan lainnya, kader tidak dituntut menjadi eksekutor, melainkan mencatat dan meneruskan informasi tersebut kepada pihak yang berwenang melalui mekanisme koordinasi yang tepat.

Dengan pola tersebut, Posyandu diharapkan mampu menjadi salah satu simpul yang menghubungkan persoalan masyarakat dengan pelayanan dasar pemerintah.

370 Posyandu di Bangli

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengapresiasi pelaksanaan aksi sosial “Membina dan Berbagi” di wilayahnya.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan di Kabupaten Bangli.

Menurutnya, sosialisasi mengenai transformasi Posyandu masih perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, selama ini masyarakat lebih familiar dengan Posyandu sebagai tempat pelayanan kesehatan.

Padahal, dengan transformasi tersebut, Posyandu memiliki cakupan pelayanan dasar yang jauh lebih luas. Karena itu, TP Posyandu Kabupaten Bangli menyatakan siap mendukung penguatan kapasitas kader agar mampu menjalankan peran baru tersebut.

“Transformasi ini perlu terus disosialisasikan agar kader dan masyarakat memahami bahwa Posyandu sekarang mencakup enam bidang SPM,” ujarnya.

Kader Bukan Eksekutor, tetapi Penghubung

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan pentingnya membangun pemahaman kader hingga tingkat banjar.

Menurutnya, transformasi Posyandu akan terasa rumit apabila kader belum memahami secara jelas posisi, fungsi, serta batas kewenangannya.

Ia menjelaskan, transformasi Posyandu pada dasarnya bertujuan mendekatkan pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, kader memiliki posisi strategis untuk mengenali, mencatat, dan mendata kebutuhan maupun persoalan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu yang responsif dan berbasis data,” ujarnya.

Anom Agustina menegaskan, kader Posyandu bukan eksekutor seluruh layanan dalam enam bidang SPM. Peran utama kader adalah menemukan dan mendata persoalan di masyarakat, kemudian menyampaikannya kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel hingga jenjang pemerintahan berikutnya sesuai kewenangan masing-masing.

Dengan demikian, keberadaan kader menjadi penting sebagai mata dan telinga pemerintah di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Melalui aksi sosial “Membina dan Berbagi”, TP Posyandu Provinsi Bali tidak hanya memberikan perhatian dan apresiasi kepada para kader, tetapi juga memperkuat fondasi transformasi Posyandu.

Kader yang peka, responsif, mampu membaca persoalan, serta memahami jalur koordinasi diharapkan dapat membuat pelayanan dasar pemerintah semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

Transformasi Posyandu pun tidak berhenti pada perubahan nomenklatur maupun penambahan bidang layanan. Lebih jauh, transformasi tersebut diharapkan melahirkan Posyandu yang hidup di tengah masyarakat, memahami persoalan dari tingkat paling bawah, dan mampu menjadi jembatan menuju pelayanan pemerintah yang tepat. (red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wayan Sayoga: Bali Tidak Boleh Dijual Atas Nama Investasi, Fraksi Golkar DPRD Bali Kini Jadi Sorotan

    Wayan Sayoga: Bali Tidak Boleh Dijual Atas Nama Investasi, Fraksi Golkar DPRD Bali Kini Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan kembali mengguncang ruang publik Bali. Di tengah isu pembabatan mangrove, dugaan persoalan tata ruang, hingga keberadaan pura dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), sorotan kini tidak hanya tertuju kepada investor, tetapi juga mulai mengarah tajam kepada sikap politik para wakil rakyat, termasuk […]

  • AMKI Pusat Berbagi di Bulan Suci, Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak Yatim Yayasan Al-Kahfi

    AMKI Pusat Berbagi di Bulan Suci, Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak Yatim Yayasan Al-Kahfi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat berbagi kebahagiaan Ramadan bersama anak-anak yatim piatu di Yayasan Al-Kahfi, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (5/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, pengurus AMKI Pusat membagikan paket makanan cepat saji kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Kegiatan bertema “AMKI Berbagi di Bulan Suci […]

  • Water Cannon Samapta Polresta Denpasar Bantu Jinakkan Kebakaran di Gang Jatayu

    Water Cannon Samapta Polresta Denpasar Bantu Jinakkan Kebakaran di Gang Jatayu

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR – Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Jalan Nakula, Gang Jatayu, Banjar Mergaya, Kelurahan Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, mendapat dukungan dari Satuan Samapta Polresta Denpasar. Petugas kepolisian mengerahkan kendaraan water cannon untuk membantu petugas pemadam kebakaran menjinakkan titik-titik api yang masih menyala. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (2/9/2026) mulai sekitar pukul 13.10 WITA hingga selesai. […]

  • Imigrasi Bali Tegaskan WN Amerika Serikat Pembunuh dalam Koper Dideportasi dari Bali Usai Bebas Murni

    Imigrasi Bali Tegaskan WN Amerika Serikat Pembunuh dalam Koper Dideportasi dari Bali Usai Bebas Murni

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar merampungkan proses pemulangan seorang warga negara Amerika Serikat berinisial TS pada Selasa malam, 24 Februari 2026. Pendeportasian ini dilakukan setelah TS menuntaskan masa pidananya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan atas kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan publik pada 2014. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, […]

  • Dituntut 13 Tahun Penjara: Oknum Guru Pondok di Magelang Pelaku Kekerasan Seksual Kepada Santriwati

    Dituntut 13 Tahun Penjara: Oknum Guru Pondok di Magelang Pelaku Kekerasan Seksual Kepada Santriwati

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Sidang lanjutan kekerasan seksual terhadap santriwati Pondok Pesantren Irsyadul Mubtadi’ien Tempuran digelar hari ini Senin [13/1/2025] di ruang utama Pengadilan Negeri Kota Mungkid Kabupaten Magelang, dengan terdakwa KH. Ahmad Labib Asrori, S.E.,M.M. Ketua Majelis Hakim Fahrudin Said Ngaji, S.H., M.H mengatakan bahwa sidang dinyatakan Tertutup Untuk Umum. Ketua Majelis Hakim didampingi hakim anggota […]

  • Megawati Beri Instruksi, Kepala dan Wakil Kepala Daerah Tunda Keberangkatan Retret di Magelang

    Megawati Beri Instruksi, Kepala dan Wakil Kepala Daerah Tunda Keberangkatan Retret di Magelang

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Seluruh kepala daerah yang tergabung dalam PDIP dijadwalkan mengikuti retret di Magelang, Jawa Tengah, mulai Jumat, 21 Februari 2025, hingga sepekan ke depan. Namun, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi mendadak yang meminta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP menunda keberangkatan mereka. Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap penahanan […]

expand_less