ENSIA 2026, Koster Tegaskan Pembangunan Bali Tak Boleh Merusak Alam.
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan di Pulau Dewata harus berjalan harmonis dengan alam dan tidak boleh mengorbankan keberlangsungan lingkungan maupun kehidupan makhluk lainnya. Prinsip tersebut, menurut Koster, menjadi bagian penting dari arah pembangunan Bali yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Hal itu disampaikan Koster saat menghadiri puncak penganugerahan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (10/9/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, serta Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna.
Dalam sambutannya, Koster mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026 oleh PT SUCOFINDO sebagai bentuk penghargaan terhadap perusahaan maupun individu yang menghadirkan inovasi nyata di bidang lingkungan dan sosial.
Menurut Koster, semangat yang dibawa ENSIA memiliki keselarasan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai salah satu fondasi utama.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali Jadi Landasan
Koster menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menempatkan keseimbangan dan keharmonisan kehidupan sebagai bagian penting dalam pembangunan.
Konsep tersebut, kata dia, tidak hanya berbicara mengenai kehidupan manusia, tetapi juga bagaimana lingkungan dan seluruh makhluk hidup dapat tetap terjaga.
Prinsip itu kemudian diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang mengamanatkan agar seluruh aspek pembangunan di Bali dilaksanakan secara berkelanjutan dan tetap menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam.
“Tidak boleh hidup sendiri, lalu mematikan yang lain. Hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Hidup harus harmonis dengan alam. Itulah ajaran leluhur kami dan menjadi konsep teknokratis pembangunan agar Bali terjaga dengan baik untuk masa depan generasi penerus,” ujar Koster.
Bagi Koster, prinsip tersebut bukan sekadar filosofi, tetapi harus diterjemahkan ke dalam kebijakan pembangunan yang konkret. Karena itu, berbagai kebijakan lingkungan di Bali diarahkan untuk menjaga kualitas alam sekaligus memastikan pembangunan tetap dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Dorong Transisi Energi Bersih
Salah satu langkah yang terus didorong Pemprov Bali adalah transformasi menuju penggunaan energi bersih. Koster mengatakan, kebijakan penggunaan energi bersih dari hulu hingga hilir telah diperkuat melalui berbagai peraturan daerah maupun peraturan gubernur.
Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi salah satu prioritas yang dikembangkan Bali sejak 2019.
Pengembangan energi surya tersebut juga mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Bali diharapkan memperoleh pasokan listrik sebesar 1.000 MW dari pengembangan PLTS sebagai bagian dari program nasional berkapasitas 100 GWp.
Menurut Koster, transisi energi bersih bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan Bali.
Energi bersih diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata Bali agar tetap berkualitas dan berkelas.
Pemilahan Sampah Capai 80-90 Persen
Selain energi bersih, persoalan sampah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Koster menyampaikan, Pemprov Bali bersama Kementerian Lingkungan Hidup terus memperkuat berbagai program penanganan sampah dari sumbernya.
Untuk kawasan Denpasar dan Badung, tingkat pemilahan sampah disebut telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.
“Khusus untuk kawasan Denpasar dan Badung, tingkat pemilahan sampah telah mencapai 80 hingga 90 persen. Hal ini berdampak pada beban TPA Suwung yang makin menurun,” kata Koster.
Capaian tersebut dinilai menjadi salah satu indikator bahwa pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber mulai menunjukkan hasil. Pengurangan beban tempat pemrosesan akhir juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah Soroti Sampah Plastik
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026. Menurutnya, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat tanggung jawab pelaku usaha terhadap dampak lingkungan dari aktivitas maupun produk yang dihasilkan.
Salah satu perhatian pemerintah diarahkan pada produk makanan yang menggunakan kemasan plastik. Produk tersebut dinilai memberikan kontribusi terhadap timbulan sampah sehingga membutuhkan perhatian dari sisi pengurangan, pengelolaan, maupun tanggung jawab produsen.
Jumhur menilai keterlibatan dunia usaha menjadi penting dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Inovasi perusahaan diharapkan tidak hanya mengejar aspek ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
954 Inovasi Ikut ENSIA 2026
Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna menjelaskan bahwa ENSIA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan PT SUCOFINDO bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi pelaku usaha maupun local hero yang menghadirkan inovasi nyata di bidang lingkungan dan sosial.
ENSIA sekaligus diarahkan untuk mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan yang mampu berjalan selaras dengan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.
Antusiasme peserta pada ENSIA 2026 juga menunjukkan peningkatan. Panitia menerima sebanyak 954 makalah inovasi dari 253 perusahaan, serta menyeleksi 48 calon local hero inspiratif.
Jumlah tersebut menunjukkan semakin kuatnya perhatian dunia usaha dan masyarakat terhadap inovasi yang berkaitan dengan keberlanjutan.
PT Smelting Raih Best of the Best
Dalam penganugerahan ENSIA 2026, penghargaan Best of the Best Participant diraih oleh PT Smelting.
Sementara itu, empat peserta terbaik lainnya masing-masing diraih oleh PT PLN Nusantara Power UP Rembang, PT TIMAH Tbk Divisi Pengolahan dan Peleburan Kundur, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, dan PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat.
Melalui ENSIA 2026, semangat inovasi lingkungan dan sosial diharapkan tidak berhenti pada ajang penghargaan. Inovasi yang lahir dari dunia usaha dan masyarakat diharapkan dapat terus diterapkan secara nyata untuk menjawab persoalan lingkungan.
Bagi Bali, pesan Koster menjadi semakin relevan di tengah perkembangan pariwisata dan pembangunan yang terus berlangsung. Pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi harus memastikan alam tetap hidup dan mampu menopang kehidupan generasi mendatang.
“Hidup yang menghidupi, urip yang menguripi.” Prinsip kearifan lokal itulah yang ditegaskan Koster sebagai pijakan agar pembangunan Bali tetap berjalan, tanpa kehilangan keseimbangan dengan alam.
Reporter : Putu Ivan.
Redaktur : Agus Jaya.
Sumber : Rilis Pemprov Bali.
- Penulis: Redaksi Bali









Saat ini belum ada komentar