Breaking News
light_mode
Trending Tags

KPK Ungkap Kasus Korupsi Akuisisi Kapal di PT ASDP Indonesia Ferry, Negara Rugi 893 Miliar

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
  • visibility 1.602
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terkait akuisisi kapal milik PT Jembatan Nusantara (JN). Dugaan korupsi ini diperkirakan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp893 miliar.

Berdasarkan konstruksi perkara yang dipaparkan KPK melalui kanal YouTube resminya pada Minggu, 2 Maret 2025, tiga petinggi PT ASDP Indonesia Ferry periode 2019–2022 telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah IP selaku Direktur Utama, HMAC sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan, serta MYH sebagai Direktur Komersial dan Pelataran. Rabu(5/3/2025)

Kasus ini bermula pada tahun 2014 ketika PT JN menawarkan akuisisi kapal miliknya kepada PT ASDP. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh sebagian direksi dan dewan komisaris PT ASDP karena kapal-kapal yang ditawarkan sudah berusia tua. Manajemen saat itu lebih memprioritaskan pengadaan kapal baru daripada membeli armada lama.

Namun, pada tahun 2018, setelah IP menjabat sebagai Direktur Utama PT ASDP, ia kembali membuka negosiasi dengan PT JN dan menyusun konsep kerja sama usaha (KSU). Hal ini dilakukan meskipun PT ASDP belum memiliki aturan internal terkait proses akuisisi kapal.

Dalam masa orientasi kerja sama, PT ASDP diduga memprioritaskan pemberangkatan kapal milik PT JN guna merekayasa penilaian valuasi perusahaan tersebut agar layak diakuisisi. Kemudian, pada tahun 2020, setelah dewan komisaris PT ASDP diganti, direksi perusahaan langsung mengajukan akuisisi PT JN. Dewan komisaris yang baru kemudian menyetujui pengajuan tersebut.

Dalam proses akuisisi, ditemukan berbagai kejanggalan yang mengindikasikan tindak pidana korupsi.

1. Direksi PT ASDP diduga merekayasa penilaian akuisisi kapal melalui Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP). Dari hasil penilaian, 53 kapal milik PT JN dihargai dengan nilai mencapai Rp892 miliar dan Rp380 miliar.

2. Dokumen pemeriksaan kapal tua diubah agar tampak seolah-olah kapal tersebut masih layak beroperasi dan memiliki usia lebih muda dari yang sebenarnya.

Plh. Direktur Penyidikan KPK, Budi Sokmo Wibowo, mengungkapkan bahwa dari total 53 kapal yang diakuisisi PT ASDP, hanya 11 unit yang berusia di bawah 22 tahun. Sisanya, sebanyak 42 kapal, berumur lebih dari 30 tahun, bahkan ada yang mencapai hampir 60 tahun.

“Kapal-kapal yang diakuisisi oleh PT ASDP ini sebenarnya tidak layak karena umurnya sudah sangat tua. Dari 53 kapal, hanya 11 yang berusia di bawah 22 tahun, sementara sisanya banyak yang umurnya sudah di atas 30 tahun, bahkan hampir 60 tahun. Hal ini menjadi bukti kuat bagi penyidik dan jaksa bahwa telah terjadi perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara,” jelasnya.

Atas perbuatan mereka, para tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp893 miliar. KPK menyatakan akan terus mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang turut terlibat.

Kasus ini menambah daftar panjang skandal korupsi di perusahaan milik negara setelah sebelumnya KPK juga mengungkap kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina.

 

Editor :Feri

Sumber: KPK

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi I DPRD Bali Luruskan Video Penolakan di Purwakerti, Dr Somvir: Jangan Nilai dari Banyaknya Massa

    Komisi I DPRD Bali Luruskan Video Penolakan di Purwakerti, Dr Somvir: Jangan Nilai dari Banyaknya Massa

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    DENPASAR – Komisi I DPRD Provinsi Bali meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait video penolakan terhadap rombongan DPRD Bali saat melakukan kunjungan ke Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Selasa (1/9/2026). Video tersebut sebelumnya menyebut rombongan DPRD Bali yang datang ke lokasi merupakan bagian dari kunjungan kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan […]

  • Jembrana Jadi Lokasi Demplot Nasional, Target Tingkatkan Produktivitas Padi Berkelanjutan

    Jembrana Jadi Lokasi Demplot Nasional, Target Tingkatkan Produktivitas Padi Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    JEMBRANA | Gerakan kembali ke pertanian berbasis kearifan lokal mulai menguat di Bali. Petani Subak Berawantangi, Desa Tukadaya, Melaya, Kabupaten Jembrana, resmi memulai demplot padi organik seluas 4 hektare. Program ini merupakan kolaborasi CV Dibia Kencana Dewata dan PT Talitha Group Komoditas yang diuji adalah padi varietas MR, dengan metode transisi: 50 persen pupuk non-organik […]

  • Ny. Putri Koster Tutup Bina Posyandu 2026, Tekankan Kader Jadi Ujung Tombak Layanan Masyarakat

    Ny. Putri Koster Tutup Bina Posyandu 2026, Tekankan Kader Jadi Ujung Tombak Layanan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menutup kegiatan Bina Posyandu Tahun 2026 yang berlangsung di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, pada Rabu (12/3). Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa kader posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas […]

  • Gung Cok Apresiasi SPMB Bali 2026: Sistem Dinilai Lebih Fair, Transparan, dan Terbuka, Usul Aturan Radius Perbatasan Disempurnakan

    Gung Cok Apresiasi SPMB Bali 2026: Sistem Dinilai Lebih Fair, Transparan, dan Terbuka, Usul Aturan Radius Perbatasan Disempurnakan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Denpasar – Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bali yang juga anggota Komisi IV DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, SE (Gung Cok), memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dinilai jauh lebih transparan, adil, dan akuntabel dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia mendorong penyempurnaan sejumlah aspek, khususnya terkait pengaturan […]

  • Bukan Sekadar Pulihkan Lingkungan, PLN UPK Timor Revitalisasi 5 Hektare Mangrove untuk Dorong Ekonomi Warga

    Bukan Sekadar Pulihkan Lingkungan, PLN UPK Timor Revitalisasi 5 Hektare Mangrove untuk Dorong Ekonomi Warga

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Matacompas.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, PLN UPK Timor mengalokasikan dukungan TJSL untuk merevitalisasi kawasan mangrove yang sebelumnya terdampak Badai Seroja. Revitalisasi mencakup kawasan seluas kurang lebih 5 hektare yang mengalami kerusakan akibat bencana […]

  • Tim Akselerasi NTT Dibentuk, Harapan Baru Percepat Pembangunan Daerah

    Tim Akselerasi NTT Dibentuk, Harapan Baru Percepat Pembangunan Daerah

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 29
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Upaya mempercepat pembangunan di daerah terus dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui pembentukan Tim Akselerasi Percepatan Pembangunan. Tim ini melibatkan sekitar 50 orang dari lintas perangkat daerah dan dirancang untuk mengawal program prioritas. Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Yusuf Lery Rupidara, menyebut tim ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat roda […]

expand_less