Breaking News
light_mode
Trending Tags

Aturan Harus Ditegakan Demi Bali, Tegas Suyasa Ketua Komisi III DPRD Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR , Matakompas.com – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suyasa, ST, menegaskan pentingnya penegakan aturan dan pengawasan ketat terhadap setiap aktivitas pembangunan di Bali, terutama yang berpotensi merusak lingkungan. Legislator asal Dapil Karangasem dari Partai Gerindra ini menyampaikan pandangannya saat ditemui di Gedung DPRD Bali, Denpasar, pada Selasa (11/11/2025).

Menurut Suyasa, keberadaan Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) yang tengah bekerja progresif harus dijadikan momentum untuk menegakkan kembali ketertiban pembangunan di Pulau Dewata. Ia menilai, selama ini banyak aktivitas pembangunan yang berjalan bebas tanpa kendali dan tanpa mengindahkan aturan tata ruang maupun perizinan yang berlaku.

“Semua ketentuan harus berlaku dan dipatuhi, siapapun itu. Kalau sudah melanggar, ya harus ditindak. Ini momentum penting untuk menjaga Bali agar kedepan tidak ada lagi kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Perizinan Harus Transparan dan Berbasis Persetujuan Daerah

Suyasa menyoroti maraknya pembangunan yang mengandalkan sistem Online Single Submission (OSS) dari pusat tanpa koordinasi yang matang dengan pemerintah daerah. Padahal, kata dia, dasar perizinan dari pusat pun tetap bersumber dari rekomendasi pemerintah daerah.

“Kalau daerah tidak menyetujui, seharusnya tidak mungkin izin itu keluar. OSS tidak bisa main comot begitu saja tanpa tahu kondisi di lapangan dan persetujuan masyarakat sekitar,” ujarnya menegaskan.

Ia meminta pemerintah daerah agar lebih berani menolak rekomendasi bagi proyek-proyek yang tidak sesuai dengan tata ruang dan peruntukan wilayah. “Kalau sudah di luar zonasi, di luar peruntukan, jangan diberi rekomendasi. Sehingga pusat pun tidak akan menjalankan itu,” tambahnya.

Soroti Pelanggaran Hukum di Kawasan Lindung dan Hutan

Selain pembangunan fisik, Suyasa juga menyoroti maraknya pelanggaran hukum di kawasan hutan dan daerah lindung yang berakibat pada rusaknya ekosistem. Ia menegaskan, aktivitas penebangan liar maupun penanaman tanaman yang tidak sesuai dengan karakter tanah harus segera dihentikan.

“Penebangan hutan yang tidak terkendali itu penyebab utama banjir, abrasi, dan erosi. Kalau mau menanam, tanamlah pohon yang bisa menjaga struktur tanah seperti beringin. Jangan pohon yang mempercepat longsor,” tegasnya.

Ia juga menolak keras penanaman komoditas seperti kelapa sawit atau tanaman lain yang tidak mendukung konservasi tanah. “Cengkeh pun tidak boleh di area tertentu kalau tidak bisa memperkuat struktur tanah,” tambahnya.

Masyarakat Didorong Aktif Awasi Lingkungan

Dalam kesempatan itu, Nyoman Suyasa mengajak seluruh masyarakat Bali untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pengawasan lingkungan dan pembangunan di wilayahnya masing-masing. Ia menilai, pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga Bali tetap lestari.

“Masyarakat berhak mengawasi. Kalau melihat hal-hal yang tidak sesuai aturan, silakan laporkan. Tapi harus disertai bukti yang jelas, jangan asal unggah di media sosial tanpa dasar,” pesannya.

Politisi Gerindra ini menutup dengan penegasan, bahwa aturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Ia mengingatkan semua pihak baik pengembang, pejabat, maupun masyarakat bahwa masa depan Bali bergantung pada kepatuhan terhadap aturan dan kelestarian alam.

“Aturan harus ditegakkan demi Bali, demi anak cucu kita ke depan. Kalau kita biarkan pelanggaran terus terjadi, nanti bukan hanya lingkungan yang rusak, tapi juga warisan budaya dan keseimbangan alam kita ikut hilang,” pungkas Suyasa. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potensi Kelautan Besar, Tetapi SDM Pengelola Masih Terbatas

    Potensi Kelautan Besar, Tetapi SDM Pengelola Masih Terbatas

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Indonesia adalah negeri kepulauan, namun belum sepenuhnya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola laut sebagai ruang pengetahuan, pekerjaan, dan masa depan. Di pulau‑pulau kecil, laut terlihat jelas di depan mata; kapal datang dan pergi setiap hari, pelabuhan menjadi tempat pertemuan manusia, barang, dan berbagai kepentingan ekonomi. Namun orang‑orang yang memiliki kompetensi […]

  • Gubernur Koster Hadir untuk NTT, Bawa Bantuan Rp1 Miliar dari Gotong Royong ASN Bali

    Gubernur Koster Hadir untuk NTT, Bawa Bantuan Rp1 Miliar dari Gotong Royong ASN Bali

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    NTT — Gubernur Bali Wayan Koster bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Iqbal melakukan kunjungan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus menyerahkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata solidaritas antardaerah dalam semangat kebersamaan tiga provinsi yang secara historis memiliki ikatan kuat sebagai kawasan Sunda Kecil, yakni Bali, NTB, […]

  • RDP Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Reklamasi dan Izin Dermaga PT Pasir Toya Anyar di Karangasem

    RDP Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Reklamasi dan Izin Dermaga PT Pasir Toya Anyar di Karangasem

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Tim Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali mendalami dugaan pelanggaran tata ruang yang dilakukan PT Pasir Toya Anyar Kubu, Karangasem. Pendalaman dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus TRAP DPRD Bali bersama PT Pasir Toya Anyar Kubu, Karangasem di Ruang Rapat Banmus Kantor DPRD Bali, […]

  • Temukan Pelanggaran Tata Ruang di Kawasan UNESCO, Pansus TRAP DPRD Bali Segel Billy’s Soka dan Gong Jatiluwih

    Temukan Pelanggaran Tata Ruang di Kawasan UNESCO, Pansus TRAP DPRD Bali Segel Billy’s Soka dan Gong Jatiluwih

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Jatiluwih, Tabanan, yang merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti sejumlah laporan terkait pelanggaran aturan yang dapat merusak keaslian kawasan tersebut. Dalam sidak yang berlangsung pada Rabu, 2 Desember 2025, […]

  • Perang Melawan Penyalahgunaan OOT, BPOM RI Tegaskan: “Jangan Salahgunakan Obat, Gunakan Sesuai Resep Dokter”

    Perang Melawan Penyalahgunaan OOT, BPOM RI Tegaskan: “Jangan Salahgunakan Obat, Gunakan Sesuai Resep Dokter”

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) melalui aksi nasional yang digelar di Lobby Kantor Balai Besar POM di Denpasar, Bali. Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut dikemas dalam konferensi pers terkait pengungkapan barang bukti OOT sekaligus edukasi publik mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan […]

  • Gubernur Koster: WHDI Bali Berperan Vital Jaga Adat dan Tradisi

    Gubernur Koster: WHDI Bali Berperan Vital Jaga Adat dan Tradisi

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin 9 Februari 2026. Audiensi ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan organisasi perempuan Hindu dalam menjaga keajegan adat, tradisi, serta kearifan lokal Bali. Ketua WHDI Provinsi […]

expand_less