Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tiang PLN Berdiri di Tengah Rumah, Warganet Sindir: Pasang Seenaknya, Pindahnya Minta Puluhan Juta

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Sebuah foto yang memperlihatkan tiang listrik berdiri sangat dekat dengan bangunan rumah di Bali mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan yang dibagikan akun bernama “Republik Dagelan” itu memantik gelombang komentar pedas dari warganet terkait pelayanan dan penataan infrastruktur kelistrikan.

Dalam unggahan tersebut tertulis kalimat bernada sindiran, “Pasangnya mah suka-suka, giliran suruh pindah eh minta 25 juta.” Narasi itu langsung memicu reaksi publik dan menjadi bahan diskusi luas di jagat maya.

Banyak netizen menilai persoalan keberadaan tiang listrik yang dianggap mengganggu akses maupun estetika rumah warga seharusnya mendapat solusi yang lebih bijak. Namun biaya pemindahan yang disebut mencapai puluhan juta rupiah justru memunculkan rasa keberatan di tengah masyarakat.

Salah satu komentar yang ramai mendapat perhatian berbunyi, “Nanti pas mereka pindahin tiang, mintain ganti rugi seharga rumah pak.” Komentar tersebut dianggap mewakili keresahan warga yang merasa posisi tiang listrik terkadang justru merugikan pemilik lahan maupun bangunan.

Tak hanya soal biaya pemindahan, perdebatan juga merembet pada pelayanan pemasangan listrik baru. Seorang warganet lainnya mempertanyakan apakah masyarakat yang mengajukan pemasangan aliran listrik akan tetap dilayani dengan baik apabila terjadi perselisihan terkait pemindahan tiang.

“Ada masalah lain lagi, seandainya pemilik rumah pesan aliran listrik, apakah pihak PLN merespons atau malah dicuekin?” tulis salah satu akun dalam kolom komentar.

Percakapan di media sosial itu memperlihatkan bagaimana isu pelayanan publik, khususnya menyangkut utilitas dasar seperti listrik, sangat sensitif di tengah masyarakat. Selain menyangkut kebutuhan vital, persoalan tersebut juga berkaitan dengan hak warga atas kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.

Di sisi lain, sejumlah netizen juga mengingatkan bahwa penempatan tiang listrik biasanya telah melalui proses teknis dan regulasi tertentu. Namun masyarakat berharap komunikasi antara penyedia layanan dan warga dapat dilakukan lebih terbuka agar tidak menimbulkan kesan sepihak.

Hingga kini, unggahan tersebut terus menuai berbagai tanggapan dan menjadi sorotan publik, terutama terkait pentingnya penataan infrastruktur yang memperhatikan aspek keselamatan, estetika lingkungan, serta kepentingan masyarakat sebagai pengguna layanan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Partai Gerakan Rakyat Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal

    Partai Gerakan Rakyat Bali Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan, Junjung Pancasila, dan Hormati Kearifan Lokal

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerakan Rakyat (PGR) Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk menjalankan aktivitas politik yang berlandaskan ideologi Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghormati nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali. Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Provinsi Bali, I Gede Oka Suanda Yudara, menyampaikan bahwa PGR hadir sebagai partai politik yang mengusung […]

  • Belajar dari Bali, Bupati Wakatobi Tertarik Kembangkan Produk Lokal.

    Belajar dari Bali, Bupati Wakatobi Tertarik Kembangkan Produk Lokal.

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 57
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Bali menjadi rujukan bagi Wakatobi dalam mengembangkan pariwisata sekaligus mengangkat potensi produk lokal. Bupati Wakatobi Haliana menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari langsung kebijakan dan tata kelola yang diterapkan Bali, khususnya dalam pemanfaatan produk lokal untuk mendukung perekonomian masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Haliana saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Jaya […]

  • Wayan Koster: APBD Harus Menggerakkan Ekonomi Rakyat, Bukan Sekadar Pembangunan Fisik

    Wayan Koster: APBD Harus Menggerakkan Ekonomi Rakyat, Bukan Sekadar Pembangunan Fisik

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak semata-mata bertumpu pada pembangunan fisik, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Gubernur Bali, Wayan Koster, menekankan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD harus dirancang untuk menggerakkan ekonomi rakyat, terutama di tingkat desa dan pelaku usaha […]

  • Gubernur Koster Apresiasi RS Kasih Ibu Berhasil Sembuhkan Pasien WNA, Tingkatkan Citra Pariwisata di mata Dunia

    Gubernur Koster Apresiasi RS Kasih Ibu Berhasil Sembuhkan Pasien WNA, Tingkatkan Citra Pariwisata di mata Dunia

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com– Gubernur Bali, Wayan Koster mengapresiasi pelayanan kesehatan yang dilakukan Rumah Sakit Kasih Ibu kepada seorang Warga Negara Asing (WNA) yang mengalami sakit autoimun sampai berhasil sembuh. Apresiasi yang disampaikan langsung Gubernur Bali kepada Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu, dr. Ni Kadek Dwi Widhyari, MM, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dunia kepada […]

  • Desa Adat Jimbaran Tantang Arogansi Legalitas Korporasi, Akses Pura Seperti di Penjara dan Zona Kesucian Pura Terganggu

    Desa Adat Jimbaran Tantang Arogansi Legalitas Korporasi, Akses Pura Seperti di Penjara dan Zona Kesucian Pura Terganggu

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Persoalan penguasaan lahan seluas 280 hektar di Bukit Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, kembali menyeruak ke permukaan. Akhirnya, Desa Adat Jimbaran dan PT Jimbaran Hijau (JH) melakukan proses mediasi di Kantor Lurah Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Senin, 3 November 2025. Mediasi menghadirkan Kasat Intel Polresta Denpasar, Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketua […]

  • Kasus Kepailitan Sing Ken Ken Dinilai Sarat Kejanggalan, Negara Diminta Turun Tangan

    Kasus Kepailitan Sing Ken Ken Dinilai Sarat Kejanggalan, Negara Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Kasus dugaan mafia kepailitan Sing Ken Ken Beach Hotel and Residences di Legian, Kuta, Kabupaten Badung kembali berlanjut dan memasuki babak baru. Proses mediasi yang digelar di Pengadilan Negeri Denpasar dinyatakan gagal, sehingga persidangan ditunda selama satu pekan ke depan. Kuasa Hukum Jane Christina Tjandra, Riyanta, S.H., dari Kantor Hukum Budi Utomo […]

expand_less