Breaking News
light_mode
Trending Tags

Agung Wirapramana Sebut LNG di Bali Sebagai “solusi palsu”, Terlebih Dengan Anggapan Pulau Dewata Mengalami Surplus Listrik.

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Isu transisi energi di Bali mencuat dalam forum internasional MIT ASEAN: Powering Southeast Asia Through 2050 di Bangkok.

Ditengah diskusi agenda besar dekarbonisasi kawasan Asia Tenggara, aksi protes nelayan Serangan justru menjadi sorotan tajam pengamat kebijakan energi, Agung Wirapramana.

Aksi turun ke laut yang dilakukan nelayan Serangan pada 15 Januari 2026 dinilai bukan sekadar penolakan teknis terhadap Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 2832 Tahun 2025.

Menurut Agung Wirapramana, peristiwa tersebut mencerminkan adanya jurang antara agenda ketahanan energi nasional dengan realitas ruang hidup masyarakat pesisir.

“Itu sebagai pengingat yang kuat bagi kita semua di sini. Di Bangkok, kita bicara soal target 2050, tapi di Serangan, masyarakat bicara soal hari esok,” kata Agung Wirapramana, saat dihubungi via telepon, Selasa, 27 Januari 2026.

Agung Wirapramana menilai proses transisi energi akan rentan menimbulkan konflik sosial apabila dijalankan tanpa dialog yang inklusif.

 Nelayan Serangan, kata dia, justru mengetahui rencana pembangunan dari pemberitaan media, bukan melalui mekanisme musyawarah yang deliberatif. Kondisi tersebut membuat masyarakat pesisir berada pada posisi paling terdampak tanpa ruang partisipasi yang memadai.

Dalam forum tersebut, Agung Wirapramana juga menanggapi kritik yang menyebut LNG di Bali sebagai “solusi palsu”, terlebih dengan anggapan Pulau Dewata mengalami surplus listrik.

Data memang menunjukkan bauran energi terbarukan Bali pada 2024 baru mencapai 2,7 persen, sementara minyak bumi dan batu bara masih mendominasi masing-masing sebesar 27 persen dan 24 persen.

Agung Wirapramana mengakui kritik terhadap LNG valid secara ilmiah, mengingat gas alam tetap menghasilkan emisi metana dan memerlukan konsumsi air besar untuk proses regasifikasi. Namun, menurutnya, pemerintah juga perlu realistis melihat ancaman pemadaman listrik yang pernah melumpuhkan Bali.

“Angka ini menunjukkan kita punya ruang napas, tapi untuk jangka panjang, integrasi dengan PLTG Pesanggaran tetap membutuhkan kepastian pasokan,” kata Agung Wirapramana, merujuk laporan Oktober 2025 yang mencatat beban puncak 1.260 MW dari ketersediaan 1.500 MW.

Tantangan utama, lanjutnya, adalah memastikan LNG benar-benar berfungsi sebagai energi transisi, bukan justru menghambat pengembangan energi terbarukan lainnya.

Terkait penetapan lokasi terminal LNG di lepas pantai Sidakarya sejauh 3,5 kilometer, Agung Wirapramana menilai langkah tersebut lebih baik dibandingkan pembangunan di bibir pantai. Meski demikian, jarak tersebut masih jauh dari praktek internasional.

“Namun, mari kita bandingkan dengan standar global atau bahkan terminal serupa di Lampung dan Jakarta yang berjarak 15 hingga 22 kilometer dari daratan,” tegasnya.

Agung Wirapramana juga menyoroti risiko keselamatan mengingat lokasi FSRU berada dibawah jalur penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, dengan jarak hanya sekitar 4 kilometer. Menurutnya, potensi bahaya kriogenik dan kebakaran harus dianalisis menggunakan standar Quantitative Risk Assessment (QRA) yang ketat.

“Selain itu, kita harus mempertimbangkan dampak sedimentasi dari pengerukan alur laut sedalam 15 meter yang bisa mematikan terumbu karang,” ungkapnya.

Persoalan semakin kompleks karena kawasan Serangan juga tengah dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang berorientasi pada pariwisata marina berkelanjutan.

Kehadiran terminal LNG dinilai berpotensi menimbulkan benturan estetika, fungsi ruang hingga akses navigasi nelayan.

“Kita tidak bisa memaksakan ekonomi biru jika di saat yang sama kita merusak ekosistem habitat penyu yang menjadi ikon Serangan. Pembangunan harus mengikuti filosofi Tri Hita Karana, menjaga harmoni antara manusia, alam, dan nilai kesucian kawasan suci laut,” urainya.

Untuk meredam konflik yang terus berulang, Agung Wirapramana mengusulkan tiga langkah strategis. Pertama, pemerintah diminta mengevaluasi lokasi alternatif di Bali Utara atau Timur, seperti Celukan Bawang, yang memiliki pelabuhan alami lebih dalam dan jauh dari kawasan pariwisata padat.

Kedua, skema CSR perlu diubah menjadi kemitraan strategis dengan melibatkan nelayan dalam pengawasan lingkungan serta pemberian asuransi jangka panjang.

Ketiga, pemerintah didorong serius mengembangkan energi terbarukan berbasis komunitas melalui konsep Desa Berbasis Energi Terbarukan (DBET).

“LNG boleh jadi jembatan, tapi kedaulatan energi Bali masa depan harus ada di tangan masyarakatnya sendiri. Transisi energi yang adil atau Just Energy Transition tidak boleh meninggalkan satu jukung nelayan pun di belakang,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prestasi Gemilang! Kementerian Hukum Raih Predikat Unggul IKK 2025

    Prestasi Gemilang! Kementerian Hukum Raih Predikat Unggul IKK 2025

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    SURABAYA , Matakompas.com – Kementerian Hukum kembali mencatat prestasi membanggakan dalam peningkatan tata kelola kebijakan publik melalui capaian Predikat Unggul pada Pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Tahun 2025. Hasil pengukuran ini diumumkan secara resmi oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia pada acara penganugerahan yang digelar di Kota Surabaya (25/11). Tahun ini, pelaksanaan IKK mencatat […]

  • ARUN Bali Pertanyakan Legalitas Dosen CPNS Unud Sebagai Saksi Ahli Kasus Waris

    ARUN Bali Pertanyakan Legalitas Dosen CPNS Unud Sebagai Saksi Ahli Kasus Waris

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) DPD Bali mempertanyakan penugasan seorang dosen berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan pemalsuan silsilah ahli waris di Banjar Pendem, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Sorotan tersebut disampaikan Sekretaris ARUN DPD Bali, A.A. Gede Agung Aryawan, ST., yang akrab disapa […]

  • 2000 Lebih Alumni dari 41 Angkatan, Ikuti Reuni Akbar SMANDAKU

    2000 Lebih Alumni dari 41 Angkatan, Ikuti Reuni Akbar SMANDAKU

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 878
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Suasana penuh kehangatan dan nostalgia di acara Reuni Akbar SMAN 2 Kuningan yang dihadiri 2.050 alumni. Acara yang digelar meriah ini diawali dengan penampilan tarian Sunda dan lantunan musik tradisional, menciptakan suasana haru dan kebersamaan di antara para alumni. Alumni dari berbagai angkatan tampak berbaur, mengenang masa-masa sekolah, serta berbagi cerita dan […]

  • Komisi XIII DPR RI Dorong Kemenkum Bali Perkuat Layanan Hukum dan Akselerasi Pos Bantuan Hukum

    Komisi XIII DPR RI Dorong Kemenkum Bali Perkuat Layanan Hukum dan Akselerasi Pos Bantuan Hukum

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Komisi XIII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 dengan tema “Peningkatan Kualitas Pelayanan Hukum, Pelayanan Keimigrasian dan Pemasyarakatan, serta Pelindungan Hak Asasi Manusia yang Efektif, Adil, dan Inklusif untuk Masyarakat Provinsi Bali.” Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan mandat konstitusional Komisi XIII dalam […]

  • Kebakaran Los Angeles: Bencana Tak Kunjung Berakhir

    Kebakaran Los Angeles: Bencana Tak Kunjung Berakhir

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    LOS ANGELES,JARRAKPOS.COM – Kebakaran Los Angeles (LA) telah menewaskan 24 orang hingga hari Minggu waktu Amerika Serikat (AS). Pejabat pemadam kebakaran setempat mengatakan akhir dari bencana kebakaran ini belum dekat. Senin,(13/1/2025). Data korban tewas terbaru ini dikeluarkan pemeriksa medis LA, dengan para pejabat mengatakan sebelumnya bahwa setidaknya 16 orang lainnya masih hilang. Enam belas korban […]

  • Menteri PU, Bupati Indramayu dan Anggota DPR RI Daniel Mutaqin Panen Perdana Metode IPHA, Hasilkan 11 Ton Per Hektare

    Menteri PU, Bupati Indramayu dan Anggota DPR RI Daniel Mutaqin Panen Perdana Metode IPHA, Hasilkan 11 Ton Per Hektare

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com – Metode Irigasi Pertanian Hemat Air (IPHA) mampu meningkatkan hasil pertanian hingga 11,4 ton per hektare dibandingkan dengan metode konvensional. Untuk itu pemerintah terus mendorong agar petani beralih ke metode IPHA. Selain meningkatkan hasil pertanian, metode IPHA juga menekan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani selama menggarap lahan sawahnya. Peningkatan produksi hasil pertanian […]

expand_less