Imigrasi Ngurah Rai Tangkap Buronan Interpol Asal Inggris, Tegaskan Bali Tertutup bagi Kriminal Internasional
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG, Matakompas.com— Komitmen menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah kembali ditegaskan jajaran Imigrasi di pintu gerbang utama Bali. Kantor Imigrasi Ngurah Rai berhasil mengamankan seorang warga negara Inggris berinisial SL (45), yang masuk dalam daftar buronan internasional melalui Red Notice Interpol.
Penangkapan dilakukan saat SL tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui penerbangan rute Singapura–Denpasar. Dalam proses pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), sistem deteksi milik Imigrasi secara otomatis mengidentifikasi yang bersangkutan sebagai subjek Red Notice, sehingga petugas langsung melakukan tindakan pengamanan.
Berdasarkan hasil koordinasi intelijen, SL diduga merupakan pimpinan jaringan kriminal internasional. Ia disinyalir mengendalikan operasi ilegal melalui perusahaan-perusahaan fiktif serta terlibat dalam tindak pidana pencucian uang lintas negara.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional.
“Bali tidak akan pernah menjadi tempat persembunyian yang aman bagi buronan internasional. Sistem kami terintegrasi dengan baik, didukung oleh petugas berpengalaman yang mampu mendeteksi dan mengamankan DPO Interpol secara cepat dan tepat,” ujarnya. Sabtu, 28 Maret 2026.
Keberhasilan pencegatan ini menunjukkan efektivitas sistem peringatan dini serta solidnya koordinasi antara Imigrasi dengan jaringan penegak hukum internasional. Upaya ini memastikan bahwa pelaku kejahatan berat tidak dapat dengan mudah memasuki wilayah Indonesia.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna. Ia menilai kinerja jajaran Imigrasi Ngurah Rai mencerminkan sistem pengawasan yang berjalan optimal, terintegrasi, dan responsif terhadap ancaman global.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan kerja sama internasional. Bali harus tetap menjadi wilayah yang aman dan tertib, tanpa ruang bagi pelanggar hukum,” tegasnya.
Setelah diamankan di area kedatangan internasional, SL langsung diserahkan kepada Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku dalam penanganan buronan internasional.
Penangkapan ini kembali menegaskan bahwa pengawasan keimigrasian di Bali berjalan berlapis dan ketat. Sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan kerja sama lintas negara menjadi kunci utama dalam menjaga Bali tetap aman dari ancaman kriminal internasional.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar