Wabup I Made Dirga dan Co-Founder Eka Nurcahyadi Resmikan Balai Tat Twam Asi, Dorong Gerakan Sosial Berbasis Nilai Kebersamaan di Tabanan
- account_circle admin
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN, Matakompas.com – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial menemukan ruang barunya di Kabupaten Tabanan. Balai Tat Twam Asi yang dibangun oleh Yayasan Cahya Purna Dika di Banjar Umadiwang, Desa Batan Nyuh, Kecamatan Marga, resmi difungsikan sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan, Jumat (10/4/2026).
Peresmian balai ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata yayasan dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Balai Tat Twam Asi tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi juga simbol penguatan solidaritas sosial yang berakar pada kearifan lokal. Ia berharap balai ini mampu menjadi pusat pelayanan sosial sekaligus ruang tumbuhnya semangat gotong royong di masyarakat.
“Balai ini diharapkan menjadi wadah aktivitas sosial yang memberi manfaat nyata sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Momentum peresmian turut diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial yang melibatkan lintas elemen masyarakat. Mulai dari donor darah, pembagian sembako, hingga penyerahan bantuan kursi roda dan tongkat bagi warga yang membutuhkan. Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimcam Marga, tenaga kesehatan, perbekel dari wilayah Marga dan Kediri, tokoh masyarakat, serta generasi muda.
Di sisi lain, Co-Founder Yayasan Cahya Purna Dika, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, menegaskan bahwa pembangunan balai ini dilandasi semangat pengabdian sosial yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, yayasan yang dipimpinnya merupakan lembaga independen non-profit yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta pengembangan potensi generasi muda.
“Balai Tat Twam Asi kami rancang sebagai ruang bersama untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh. Filosofi Tat Twam Asi menjadi landasan bahwa kita semua saling terhubung dan memiliki tanggung jawab satu sama lain,” jelas Eka Putra Nurcahyadi yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan globalisasi yang menuntut generasi muda tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berpijak pada nilai adat dan budaya. Untuk itu, yayasan akan menginisiasi berbagai program, mulai dari pelatihan kepemimpinan, penguatan kapasitas generasi muda, pelestarian seni budaya, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Peresmian Balai Tat Twam Asi menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan gerakan sosial yang berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang pembinaan generasi muda agar tetap berkarakter di tengah dinamika zaman.
Dengan semangat Tat Twam Asi—aku adalah engkau, engkau adalah aku—balai ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan, tetapi juga menjadi denyut baru solidaritas sosial di Tabanan. (Red)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar