Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemprov Bali Perkuat Penyerapan Pangan Lokal, BPK Soroti Perlindungan Lahan Belum Optimal

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mengendalikan alih fungsi lahan sekaligus memperkuat penyerapan pangan lokal melalui kebijakan yang berkelanjutan.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas Desain Strategi dan Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan Tahun 2020 hingga Semester I Tahun 2025 di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Bali, Jumat, 6 Pebruari 2026.

Menurutnya, sektor pangan menjadi isu strategis karena telah ditetapkan sebagai misi utama Gubernur Bali periode 2025-2030. Target pembangunan pangan tidak hanya berhenti pada ketahanan, tetapi diarahkan menuju kedaulatan pangan daerah.

“Kedaulatan pangan dimaknai sebagai kemampuan Bali berdaulat penuh atas jenis, kualitas, dan pengelolaan pangannya sendiri. Jadi, menurut Pak Gubernur, kedaulatan pangan lebih tinggi nilainya dari ketahanan pangan,” jelasnya.

Dari sisi regulasi, Pemprov Bali sebenarnya telah memiliki kebijakan perlindungan lahan pertanian. Namun praktik alih fungsi lahan masih tergolong tinggi.

Oleh karena itu, Gubernur Bali menetapkan langkah lebih spesifik melalui Peraturan Daerah tentang Alih Fungsi Lahan yang kini masih berproses di Kementerian Dalam Negeri.

Sambil menunggu penetapan perda tersebut, Gubernur Bali juga menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025 yang melarang mutlak alih fungsi lahan pertanian produktif, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta Luas Baku Sawah (LBS) menjadi nonpertanian di seluruh Bali.

“Dengan terbitnya perda nantinya, diharapkan pengendalian alih fungsi lahan dapat dilakukan secara lebih kuat dan berkelanjutan, serta implementasinya dapat diawasi bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, menjelaskan bahwa penyerahan laporan merupakan bagian dari pemeriksaan nasional BPK yang telah diselesaikan pada akhir Desember sebelum akhirnya diserahkan kepada Pemprov Bali dan instansi terkait.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, perlindungan lahan pertanian di Bali

dinilai belum optimal.

Beberapa temuan antara lain belum selarasnya luasan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) kabupaten/kota dengan provinsi, pengawasan pemanfaatan kawasan pertanian yang belum maksimal, serta regulasi perlindungan lahan yang belum lengkap.

Selain itu, pemerintah kabupaten/kota dinilai belum sepenuhnya menetapkan LP2B sesuai kondisi riil di lapangan. Sistem informasi tata ruang daerah juga belum sepenuhnya memuat data LP2B secara komprehensif.

BPK turut menyoroti potensi ketidakseimbangan pasokan pangan antarwilayah di Bali yang berisiko melemahkan kemandirian pangan daerah.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan ketergantungan pasokan beras dari luar Pulau Bali, memicu kenaikan maupun disparitas harga pangan, serta menyebabkan perencanaan pangan yang kurang terpadu.

Menanggapi temuan tersebut, Sekda Dewa Indra menegaskan bahwa Pemprov Bali terbuka terhadap hasil pemeriksaan dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi kebijakan ke depan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPK atas perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Dengan sinergi dan pengawasan yang kuat, Pemprov Bali berharap visi mewujudkan kedaulatan pangan dapat terealisasi secara nyata dan berkelanjutan.

Penyerahan laporan dilakukan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali kepada Sekda Dewa Indra yang mewakili Gubernur Bali serta Ketua DPRD Provinsi Bali I Dewa Made Mahayadnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Alak Antusias Kedatangan Anggota DPRD Kota Kupang Yafet Horo

    Masyarakat Alak Antusias Kedatangan Anggota DPRD Kota Kupang Yafet Horo

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Golkar, Yafet Y. Horo, melaksanakan Reses Tahap II Tahun 2024/2025 di Dapil, Kecamatan Alak pada Sabtu, 15 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di Perumahan Palma Blok B No. 20 RT/RW 36/09, Kelurahan Penkase Oeleta, mulai pukul 15.30 WITA. Apresiasi Warga untuk Yafet Horo, Ketua RT 036 RW […]

  • Praperadilan Made Daging Ditolak, Sistem Hukum Disebut Jadi Kabur

    Praperadilan Made Daging Ditolak, Sistem Hukum Disebut Jadi Kabur

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Pengadilan Negeri Denpasar menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan Made Daging terhadap Polda Bali. Putusan tersebut dibacakan oleh hakim tunggal I Ketut Somanasa SH, MH dalam sidang praperadilan yang digelar Senin, 09 Februari 2026. Dalam amar putusannya, hakim menyatakan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali telah […]

  • Keren!!! Mahasiswa “UNIKU” Raih 2 Penghargaan di Singapura dan Malaysia

    Keren!!! Mahasiswa “UNIKU” Raih 2 Penghargaan di Singapura dan Malaysia

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Hilman Hidayat mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kuningan (Uniku) mencatatkan prestasi yang gemilang dengan meraih dua (2) penghargaan sekaligus dalam ajang internasional, yang diberi nama Global Youth Innovation Summit Tahun 2025. Acara yang diselenggarakan di dua (2) Negara yaitu Singapura dan Malaysia itu, digelar pada tanggal […]

  • Marfelous SMPN 4 Sindang Mengadakan Fasion Show dari Bahan Daur Ulang.

    Marfelous SMPN 4 Sindang Mengadakan Fasion Show dari Bahan Daur Ulang.

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 834
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com-Dalam rangka menumbuhkan kreatifitas siswa dan sesuai dengan apa yang ada di program P5 bahwa setiap sekolah diwajibkan untuk meningkatkan skill dan kreatifitas siswa di dalam pembelajaran. Hal ini juga siswa selain dituntut paham dan mengerti tentang teori pembelajaran juga harus mampu meningkatkan potensi yang ada pada dirinya. Bertempat di lapangan olah raga SMPN […]

  • Berkat Pelatihan dan Pembinaan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Siswa SMP N 1 Nunukan Raih Juara Umum PBB

    Berkat Pelatihan dan Pembinaan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Siswa SMP N 1 Nunukan Raih Juara Umum PBB

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti Perlombaan Peraturan Baris Berbaris (PBB) Volume 3 Sekabupaten Nunukan Open Tahun 2025, personel Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Kotis memberikan pelatihan intensif kepada siswa-siswi SMPN 1 Nunukan. Perlombaan yang mengusung tema “Dari Perbatasan untuk Indonesia Emas” ini digelar di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan. Berkat pelatihan […]

  • Kadiskominfo Berserta Jajarannya, Survey Wilayah Blankspot di Kecamatan Subang

    Kadiskominfo Berserta Jajarannya, Survey Wilayah Blankspot di Kecamatan Subang

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., bersama Sekretaris Dinas dan seluruh Kepala Bidang di lingkungan Diskominfo melaksanakan survei wilayah blankspot jaringan seluler di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (21/1/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencari solusi untuk mengentaskan desa-desa yang masih masuk kategori blankspot […]

expand_less