Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Pansus TRAP Tegaskan Pura di Serangan Bukan Milik Investor: “Sudah Ada Jauh Sebelum BTID Masuk”

Pansus TRAP Tegaskan Pura di Serangan Bukan Milik Investor: “Sudah Ada Jauh Sebelum BTID Masuk”

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, — Polemik keberadaan pura-pura suci di kawasan KEK Kura-Kura Bali, Pulau Serangan, kembali menghangat. Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali merespons langkah Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali yang melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pura di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Dalam responsnya, Pansus TRAP menegaskan bahwa pura-pura yang kini berada di dalam kawasan pengembangan BTID merupakan kawasan suci yang telah ada jauh sebelum investor maupun proyek reklamasi masuk ke Serangan. Karena itu, keberadaan pura dinilai tidak boleh diposisikan seolah menjadi bagian dari aset korporasi.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr (c) I Made Supartha S.H., M.H, menegaskan bahwa sejarah keberadaan pura di Serangan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat adat setempat. Menurutnya, masyarakat sudah sejak lama melakukan persembahyangan dan aktivitas adat di kawasan tersebut jauh sebelum hadirnya proyek pengembangan kawasan ekonomi khusus.

“Pura itu sudah ada jauh sebelum investor masuk. Jangan sampai masyarakat adat justru merasa terasing di kawasan sucinya sendiri,” tegas Supartha usai Sidang Paripurna. Senin (18/5/26)

Pernyataan itu muncul setelah jajaran PHDI Bali bersama PHDI Kota Denpasar melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi akses menuju pura-pura yang berada di dalam kawasan BTID. Peninjauan dilakukan menyusul kekhawatiran masyarakat terkait masa depan akses persembahyangan umat Hindu di tengah pembangunan kawasan KEK Kura-Kura Bali yang terus berkembang.

Sejumlah pura yang menjadi perhatian di antaranya Pura Puncak Tingkih, Pura Taman Sari, Pura Patpayung, Pura Beji Dalem Sakenan, hingga Pura Tanjung Sari. Pura-pura tersebut selama puluhan tahun menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat Serangan sebelum reklamasi mengubah bentang kawasan pesisir pulau itu.

Pansus TRAP menilai persoalan akses menuju pura bukan sekadar urusan jalan masuk, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat adat dalam menjaga hubungan spiritual dengan leluhur dan tempat sucinya.

Dalam berbagai sidak sebelumnya, Pansus juga menerima keluhan warga terkait kekhawatiran pembatasan akses, kontrol keamanan kawasan, hingga potensi hilangnya ruang adat akibat pembangunan yang terus meluas di area BTID.

Meski demikian, PHDI Bali mengakui hingga saat ini pihak BTID dinilai masih memberikan akses kepada umat untuk melaksanakan persembahyangan. Namun PHDI menilai perlu ada kepastian hukum dan perlindungan permanen agar akses menuju pura tidak bergantung pada kebijakan perusahaan di masa depan.

Pansus TRAP menegaskan bahwa investasi dan pembangunan di Bali tetap harus menghormati akar budaya dan spiritualitas masyarakat lokal. Mereka menilai pembangunan kawasan ekonomi khusus tidak boleh menghapus sejarah kawasan suci yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat adat.

“Bali dibangun bukan hanya dengan investasi, tetapi juga dengan adat, budaya, dan kesucian pura yang dijaga leluhur selama ratusan tahun,” ujar Supartha.

Polemik kawasan BTID sendiri dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius DPRD Bali. Selain persoalan akses pura, Pansus TRAP juga menyoroti dugaan pelanggaran tata ruang, pengelolaan kawasan pesisir, hingga isu lingkungan di area pengembangan KEK Kura-Kura Bali.

Di tengah derasnya arus investasi dan pembangunan modern, Pansus TRAP menegaskan satu hal penting: pura dan ruang spiritual masyarakat Bali tidak boleh kehilangan tempat di tanahnya sendiri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Minum Langsung dari Kran di Luncurkan Walikota Magelang

    Air Minum Langsung dari Kran di Luncurkan Walikota Magelang

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pemerintah Kota Magelang melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang resmi meluncurkan Zona Air Minum Prima (ZAMP). Program ini merupakan hasil kerja sama dengan USAID untuk air minum dan sanitasi berketahanan iklim (IUWASH Tangguh) guna mewujudkan akses air bersih yang lebih baik. Peluncuran ZAMP berlangsung di Perumahan Cluster Sanggriya, Kelurahan Wates, […]

  • Kolaborasi Imigrasi Atambua dan Pemkab TTU Permudah Warga Perbatasan Urus Paspor

    Kolaborasi Imigrasi Atambua dan Pemkab TTU Permudah Warga Perbatasan Urus Paspor

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    ATAMBUA, Matakompas.com |Dalam rangka memperingati Hari Bhakti IMIPAS Ke-I, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua sukses menggelar kegiatan Eazy Paspor dan Pengecekan Kesehatan Gratis di Aula Kantor Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program IMIPAS PEDULI, hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten TTU dan Kantor Imigrasi Atambua. […]

  • Kolaborasi PakabarBali, PDDI Bali dan Pasraman Sarva Dharma Dorong Ketersediaan Darah di Bali

    Kolaborasi PakabarBali, PDDI Bali dan Pasraman Sarva Dharma Dorong Ketersediaan Darah di Bali

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Umum PakabarBali Cin Hiung menyatakan Pakabarbali telah berdiri selama 12 tahun dan menaungi lebih dari 500 kepala keluarga perantau asal Kalimantan Barat di Bali. Pembentukan Pakabarbali ini bertujuan merangkul perantau-perantau dari Kalimantan Barat yang berdomisili di Bali untuk ikut bergabung menjadi satu kesatuan dalam kegiatan sosial, salah satunya Donor Darah. Mengingat, […]

  • Berkat Pelatihan dan Pembinaan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Siswa SMP N 1 Nunukan Raih Juara Umum PBB

    Berkat Pelatihan dan Pembinaan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Siswa SMP N 1 Nunukan Raih Juara Umum PBB

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti Perlombaan Peraturan Baris Berbaris (PBB) Volume 3 Sekabupaten Nunukan Open Tahun 2025, personel Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Kotis memberikan pelatihan intensif kepada siswa-siswi SMPN 1 Nunukan. Perlombaan yang mengusung tema “Dari Perbatasan untuk Indonesia Emas” ini digelar di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan. Berkat pelatihan […]

  • 23 Rumah Porak Poranda Di Terjang Angin Puting Beliung yang Menerjang Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan.

    23 Rumah Porak Poranda Di Terjang Angin Puting Beliung yang Menerjang Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan.

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Musim Penghujan yang melanda wilayah Indramayu pada saat ini perlu di waspadai karena biasanya selain bahaya banjir, tanah longsor juga ada bahaya angin puting beliung yang akan menyertai derasnya hujan yang turun di suatu daerah apalagi kabupaten Indramayu selain berasa di daerah dataran rendah juga dekat dengan garis bibir pantai sehingga waspada bencana […]

  • Dokter Iril Resmi  Ditetapkan Sebagai Tersangka Pelecehan Seksual

    Dokter Iril Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Pelecehan Seksual

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

    GARUT,JARRAKPOS.COM – Dokter M Syafril Firdaus alias Iril resmi ditetapkan sebagai tersangka pelecehan seksual. Namun, kasus ini bukan berasal dari korban yang sempat viral di klinik, melainkan dari laporan pasien lain berusia 24 tahun asal Garut. Awalnya, korban memeriksakan kesehatannya di klinik tempat Iril bekerja. Beberapa hari setelahnya, Iril menawarkan pemeriksaan lanjutan di rumah korban, […]

expand_less