Putu Suasta Ucapkan HUT ke-77 SBY, Bongkar Kunci Masa Depan Demokrat: Gen Z dan Milenial Jadi Motor Utama Regenerasi
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR|Kolumnis sekaligus pengamat budaya asal Bali, Putu Suasta menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) kepada Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang genap berusia 77 tahun, Rabu, 9 September 2026.
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) SBY ke-77 ini terasa sangat istimewa, karena bertepatan dengan momentum 25 tahun (perak) perjalanan Partai Demokrat di kancah politik Indonesia.
Ucapan tersebut disampaikan Putu Suasta sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan panjangnya mengenal SBY, termasuk keterlibatannya dalam Partai Demokrat di Sekretariat DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 9 September 2026.
Putu Suasta menilai Demokrat memiliki peluang besar untuk kembali memperkuat perannya di tengah masyarakat dengan memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda.
“Happy birthday Pak SBY. Saya sudah mengikuti Pak SBY sejak lama. Saya sudah kenal Pak SBY sekitar 40 tahun, bahkan sebelum Partai Demokrat ada. Saya sudah kenal baik dengan beliau,” kata Putu Suasta.
Putu Suasta mengungkapkan, kedekatannya dengan SBY kemudian membuat dirinya dipercaya terlibat dalam sejumlah kegiatan dan struktur Partai Demokrat di tingkat pusat.
“Kalau tidak, itu kan tidak mungkin saya jadi Ketua Bapilu. Saya diminta Pak SBY, ditelepon langsung untuk menjadi Ketua Bapilu Partai Demokrat,” ujarnya.
Selama kurang lebih satu dekade, Putu mengaku mendampingi SBY dalam berbagai agenda.
Putu Suasta pernah dipercaya sebagai Ketua Litbang dan Ketua Bapilu Partai Demokrat di tingkat DPP.
“Saya sudah mendampingi Pak SBY mungkin 10 tahun. Menjadi Ketua Litbang, kemudian menjadi Ketua Bapilu Partai Demokrat di pusat, di DPP,” kata Putu Suasta.
Selain terlibat dalam struktur partai, Putu Suasta juga mengungkapkan pernah menulis sejumlah buku mengenai SBY. Ia turut terlibat dalam tim konvensi Partai Demokrat serta tim presiden.
Menurutnya, gagasan SBY mengenai demokratisasi dan pluralisme menjadi salah satu hal yang membuatnya mengagumi sosok mantan Presiden tersebut.
“Ide Pak SBY tentang demokratisasi dan pluralisme itu hebat. Walaupun belum mencapai suatu titik final, tetapi Pak SBY itu hebat,” ujarnya.
Demokrat Dinilai Perlu Dekat dengan Generasi Muda
Memasuki usia ke-25 Partai Demokrat, Putu Suasta melihat peluang besar bagi partai tersebut untuk memperkuat kembali basis politiknya. Salah satu kuncinya, menurut dia, adalah menjadikan generasi muda sebagai kekuatan utama regenerasi.
“Sebetulnya dengan situasi yang sekarang, jantungnya Partai Demokrat adalah kelompok milenial. Kelompok milenial itu jumlahnya kira-kira hampir 110 juta,” terangnya.
Putu Suasta menilai Demokrat perlu membangun ritme politik yang lebih dekat dengan karakter dan kebutuhan anak muda.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya direkrut menjadi anggota atau kader partai. Mereka juga harus diberi ruang untuk tampil melalui gagasan, karya, profesi, dan prestasi.
“Partai Demokrat dengan kelompok-kelompok mudanya harus tampil dalam satu ritme dan atmosfer yang seperti itu. Orang-orang muda yang berpolitik, menjadi entrepreneur yang sukses, menjadi peneliti, menjadi intelektual yang sukses, menjadi politisi yang sukses. Di sana yang harus dimainkan,” jelasnya.
Putu Suasta menegaskan Generasi Z dan milenial harus menjadi sumber utama regenerasi politik Partai Demokrat.
“Bahan bakunya itu adalah dari kelompok Generasi Z dan milenial. Itu yang harus diolah,” tegasnya.
Demokrat Bali Diminta Tak Sekadar Rekrut Kader Muda
Saat ditanya mengenai kebutuhan Demokrat Bali memperbanyak rekrutmen kader muda, Putu memberikan jawaban tegas.
“Iyalah. Bukan hanya merekrut kader muda saja, tapi pikirannya harus muda juga,” urainya.
Menurutnya, politik tidak boleh hanya dipahami sebagai jalan untuk mendapatkan jabatan. Partai politik harus mampu menjadi ruang pertukaran gagasan, berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan publik.
“Berpolitik itu tidak hanya mencari jabatan. Berpolitik juga melakukan interaksi, memperbaharui ide dan gagasan, kemudian mencetuskan pemikiran-pemikiran baru,” ujarnya.
Ia mencontohkan sektor UMKM dan kepentingan publik sebagai isu yang dapat menjadi ruang perjuangan Partai Demokrat.
“Misalnya mencetuskan pemikiran-pemikiran baru terhadap UMKM ataupun membela kepentingan publik dalam semua tatanannya, Demokrat harus tampil di sana. Baru orang suka. Kalau tidak, untuk apa ada partai politik,” pungkasnya.
Reporter: Putu Ivan
Redaktur: Ivan Ernawan
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar