Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hakim Diduga Bersekongkol dengan Mafia Tanah, Warga Binanga Geruduk Pengadilan TUN Makassar

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
  • visibility 1.240
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com Jakarta – Puluhan warga Lingkungan Binanga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menggeruduk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, Selasa (21/1/2025).

Warga melakukan aksi protes melalui unjuk rasa di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, karena diduga ada Hakim yang bersekongkol dengan Mafia Tanah, sehingga merampas tanah warga Binanga di Kabupaten Majene.

Hasliati, seorang warga yang melakukan unjuk rasa, mengungkapkan, mereka datang menggeruduk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar karena Hakim Pengadilan TUN Makassar telah berpihak kepada perampas tanah rakyat yakni kepada komplotan Mafia Tanah.

“Kami warga masyarakat Binanga melawan mafia tanah, dan meminta Hakim jangan bersekongkol dengan pencuri tanah,” tutur Hasliati lewat reallis yang diterima redaksi, Kamis (23/1/2025)

Warga mendesak Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar untuk segera memeriksa Majelis Hakim yang mengadili perkara No. 87/G/2024/PTUN.MKS.

Perkara tersebut telah diputus pada tanggal 9 Januari 2025 oleh Ketua Majelis Hakim bernama Andi Jayadi Nur, SH., MH., dengan Hakim Anggota bernama Lutfi, SH., dan Sanny Pattipelohy, SH., MH.

Menurut Hasliati, patut diduga Hakim telah bersekongkol dengan pencuri tanah. Dan patut diduga Hakim telah menjadi kaki tangan mafia tanah, sehingga majelis hakim tidak mempertimbangkan keterangan saksi Bahira dan Marsukawati serta 41 alat bukti surat yang diajukan Bungadia.

“Hakim juga telah mengaburkan fakta-fakta yang sebenarnya termasuk fakta sumur tua yang dibangun jauh sebelum Indonesia Merdeka oleh Kakek-Nenek Bungadia di lokasi objek,” tuturnya.

Aneh bin Ajaib, lanjut dia, istilah itu sangat cocok disematkan untuk para Hakim PTUN Makassar yang memenangkan pihak Penggugat hanya berdasarkan klaim sepihak bahwa itu adalah tanah milik ‘Kerajaan’, dan tidak mempunyai surat-surat tanah maupun bukti-bukti kepemilikan tanah ataupun riwayat ‘Tanah Kerajaan’.

“Sedangkan Bungadia memiliki Sertipikat Hak Milik yang terbit tahun 2019 dan ada bukti sumur tua yang dibangun di lokasi objek,” ujarnya.

Warga berharap, Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA), Komisi Yudisial (KY), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan, untuk segera memeriksa Majelis Hakim yang mengadili perkara No. 87/G/2024/PTUN.MKS pada Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar.

“Juga meminta kepada Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk memeriksa aliran dana masuk dan dana keluar para Majelis Hakim tersebut,” ujar Hasliati.

Tags
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati DKJ Minta OPD Lapor Jika Ada Oknum Jaksa Main Proyek

    Kejati DKJ Minta OPD Lapor Jika Ada Oknum Jaksa Main Proyek

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) mengingatkan seluruh Kepala Dinas (Kadis) dan Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah untuk segera melaporkan jika ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Institusi Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang meminta proyek atau uang. “Sehubungan dengan maraknya pihak-pihak yang mengatasnamakan Institusi Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk meminta pekerjaan atau […]

  • Gubernur Koster Ungkap Tantangan Serius Bali Ditengah Lonjakan Wisatawan Asing

    Gubernur Koster Ungkap Tantangan Serius Bali Ditengah Lonjakan Wisatawan Asing

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR | Dewan Pimpinan Pusat Nawa Cita Pariwisata Indonesia melantik kepengurusan provinsi Bali periode 2026-2031 di Bali International Hospital, kawasan KEK Sanur, Rabu, 18 Februari 2026.  Momentum ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 bertema penguatan investasi hijau menuju Indonesia Emas 2045. Sejumlah tokoh hadir, termasuk mantan Gubernur Bali dua periode […]

  • Soroti Devisa Pariwisata, LSM ARUN Bali Ungkap Dugaan Kebocoran Pajak hingga Triliunan Rupiah

    Soroti Devisa Pariwisata, LSM ARUN Bali Ungkap Dugaan Kebocoran Pajak hingga Triliunan Rupiah

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DENPASAR — Isu kebocoran potensi pendapatan daerah kembali mencuat. Sekretaris LSM ARUN Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, menyoroti belum optimalnya kontribusi sektor devisa pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Bali. Dalam pernyataannya pada Jumat, 1 Mei 2026 di Denpasar, ia menegaskan bahwa jika pemerintah daerah serius mengelola devisa, maka pengawasan terhadap peredaran uang […]

  • Saat Koster Gaungkan Hijau Bali, BTID Tersorot Dugaan Pembabatan Mangrove

    Saat Koster Gaungkan Hijau Bali, BTID Tersorot Dugaan Pembabatan Mangrove

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Komitmen pelestarian lingkungan kembali ditegaskan Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof. Reda Manthovani, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota […]

  • Akademisi Unud Apresiasi Pansus TRAP DPRD Bali Tegaskan Penataan Berbasis Tri Hita Karana

    Akademisi Unud Apresiasi Pansus TRAP DPRD Bali Tegaskan Penataan Berbasis Tri Hita Karana

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Panitia Khusus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali mendapat apresiasi luas dari kalangan akademisi Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud) dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025.  Forum ini dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat arah penataan Bali yang berkelanjutan dan berlandaskan nilai Tri Hita […]

  • Gubernur Koster Serap Aspirasi Pelaku Usaha Taksi dan Dorong Percepatan Elektrifikasi Transportasi di Bali

    Gubernur Koster Serap Aspirasi Pelaku Usaha Taksi dan Dorong Percepatan Elektrifikasi Transportasi di Bali

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster menggelar Rapat Koordinasi Elektrifikasi Taksi bersama para pelaku usaha transportasi dan pengurus koperasi taksi di Ruang Rapat Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, pada Kamis (14/5). Pertemuan tersebut digelar untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan dan masukan (aspirasi) dari pelaku usaha transportasi sekaligus memperkuat percepatan elektrifikasi transportasi di Bali. Dalam arahannya, Gubernur Koster […]

expand_less