Breaking News
light_mode
Trending Tags

Laporan APSP Ditindaklanjuti Satgas PKH, Hasri Jack Ucapkan Terimakasih ke Kejagung

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 276
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com PASANGKAYU – Langkah mengejutkan dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dengan menyita seluas 861,7 hektar lahan sawit yang selama ini dikuasai PT. Pasangkayu, anak usaha dari PT. Astra Agro Lestari (AAL), di Kabupaten Pasangkayu, Sulbar, Kamis 10 Juli 2025.

Penyitaan dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden RI No. 5 Tahun 2025. Dan tindakan ini menandai dimulainya tindakan tegas negara terhadap penguasaan kawasan hutan tanpa dasar hukum.

Namun, penyitaan ini dinilai belum cukup oleh masyarakat yang diwakili Asosiasi Petani Sawit Pasangkayu (APSP). Melalui kuasa hukumnya, Hasri Jack, S.H., M.H. dari Kantor Hukum HJ Bintang & Partners, APSP mendesak agar penyitaan tersebut ditindaklanjuti dengan penyidikan pidana korupsi sumber daya alam.

“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini kejahatan korporasi yang diduga merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah selama hampir tiga dekade,” tegas Hasri Jack kepada media, Kamis (10/2025)

Jack merinci bahwa penguasaan lahan tanpa izin di dalam kawasan hutan, pemanfaatan tanah di luar HGU, penghindaran pajak, pengabaian kewajiban kebun plasma, dan ketertutupan dana CSR adalah bentuk-bentuk pelanggaran yang sistematis.

“Ini berlangsung selama 29 tahun, tidak mungkin tanpa pembiaran atau keterlibatan oknum pejabat daerah hingga pusat. Negara harus hadir dan membersihkan semua ini. Satgas Mafia Tanah Kejaksaan Agung harus segera masuk dengan penyidikan pidana menyeluruh,” tegasnya lagi.

Dugaan Korupsi Sistemik

Selain penyitaan lahan PT. Pasangkayu, APSP juga meminta Satgas agar menyita tambahan 42 hektar lahan di wilayah PT. Letawa, anak perusahaan lainnya dari Grup PT. Astra Agro Lestari yang menurut dokumen hukum masih berada di dalam HGU 2013 dan kawasan hutan lindung.

“Kami menduga ada campur tangan pejabat daerah yang dengan terang-terangan menerbitkan izin lokasi di atas kawasan lindung. Ini jelas pelanggaran berat,” ucap Jack.

APSP juga menyoroti gagalnya perusahaan memenuhi kewajiban kemitraan plasma sesuai ketentuan UU No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, serta pengelolaan dana CSR yang tidak transparan.

“Ini bukan hanya lalai, ini sudah memperkaya diri sendiri dengan merugikan negara dan masyarakat. Kejaksaan Agung dan aparat penegak hukum lainnya tidak boleh diam,” ujar Jack.

Kriminalisasi Petani, Pembiaran Korporasi

Jack juga menyampaikan keprihatinan terhadap realita yang tidak adil, di mana petani kecil kerap dikriminalisasi, sementara korporasi besar bisa leluasa menguasai lahan negara tanpa diganggu.

“Hukum jangan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kalau negara serius membongkar mafia tanah, inilah momen penting. Jangan berhenti di papan peringatan dan simbol hukum,” tegasnya.

APSP Ucapkan Terima Kasih, Tapi Desak Lebih

Atas penyitaan ini, APSP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satgas PKH dan Kejaksaan, namun meminta agar langkah tersebut menjadi pintu masuk pengungkapan dugaan kejahatan korporasi dalam dugaan tindak pidana korupsi secara menyeluruh.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Satgas dan Kejaksaan. Tapi ini baru permukaan. Bapak Presiden Prabowo perlu tahu bahwa masalah ini sudah mengakar dan menyentuh struktur kekuasaan daerah selama hampir tiga dekade,” pungkas Jack.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. Pasangkayu maupun PT. Astra Agro Lestari Tbk belum memberikan keterangan resmi atas penyitaan lahan maupun desakan penyidikan pidana oleh masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Longsor, Anggota TNI dan Masyarakat Lakukan Kerjabakti di Wilayah Binaannya

    Pasca Longsor, Anggota TNI dan Masyarakat Lakukan Kerjabakti di Wilayah Binaannya

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Untuk mempererat tali silaturahmi dan kerja sama yang baik dalam rangka mendukung tugas pokok Babinsa, serta terwujudnya kemanunggalan TNI dengan rakyat, Pelda A Yahya selaku Babinsa Desa Pancalang, melaksanakan kerja bakti bersama warga melakukan pembersihan tanah dan perehaban kembali rumah milik Sayadi. Pelda A Yahya yang juga merupakan anggota Koramil 1514/Pancalang, menjelaskan […]

  • Solidaritas Bali untuk NTT, Koster Lepas 9 Truk Bantuan Logistik Korban Bencana.

    Solidaritas Bali untuk NTT, Koster Lepas 9 Truk Bantuan Logistik Korban Bencana.

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kepedulian masyarakat Bali terhadap warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Sebanyak sembilan truk bantuan logistik diberangkatkan dari Bali menuju NTT untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menjalani proses pemulihan pascabencana. Pemberangkatan bantuan tersebut dilepas langsung Gubernur Bali Wayan Koster di Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, […]

  • Diduga Salah Terapkan Pasal, Kakanwil BPN Bali Ajukan Praperadilan ke PN Denpasar

    Diduga Salah Terapkan Pasal, Kakanwil BPN Bali Ajukan Praperadilan ke PN Denpasar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Penetapan status tersangka terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, menuai respons dari tim kuasa hukum.  Melalui pernyataan resmi, tim advokat menegaskan kliennya akan menempuh jalur praperadilan untuk menguji keabsahan penetapan tersebut. Penetapan tersangka dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali berdasarkan Surat Ketetapan […]

  • Bali Tourism Run 2026 Siap Guncang Jatiluwih, ASITA Bali Dorong Sport Tourism hingga Gerakkan Ekonomi Desa

    Bali Tourism Run 2026 Siap Guncang Jatiluwih, ASITA Bali Dorong Sport Tourism hingga Gerakkan Ekonomi Desa

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Pulau Dewata kembali bersiap menghadirkan event pariwisata berskala besar yang memadukan olahraga, budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DPD Bali resmi meluncurkan ajang sport tourism bertajuk Bali Tourism Run 2026 yang akan digelar di kawasan wisata dunia Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Minggu 21 Juni 2026 mendatang. Event lari yang […]

  • Komitmen PT Kristalin Ekalestari Berikan Manfaat Warga Desa Nifasi

    Komitmen PT Kristalin Ekalestari Berikan Manfaat Warga Desa Nifasi

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com PAPUA – Pasangan suami istri (Pasutri) ini bahagia lepas bahagia setelah mendapatkan bantuan berupa satu rumah layak di Desa Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Yuliana Manuaron mendapatkan rumah dari PT Kristalin Ekalestari dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Ibu Rumah Tangga ini bersama suaminya yang hanya bekerja sebagai Buruh Lepas bisa menempati […]

  • GS Diikat dan Dibawa ke Polresta Denpasar, Kuasa Hukum Desak Polisi Buka Terang Kronologi

    GS Diikat dan Dibawa ke Polresta Denpasar, Kuasa Hukum Desak Polisi Buka Terang Kronologi

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR — Kuasa hukum GS, Antonius Bria, S.H., M.H., C.LA., C.Md., mempertanyakan proses penanganan perkara yang melibatkan kliennya. Ia menyoroti dugaan tindakan pengikatan dan penangkapan terhadap GS oleh pihak yang disebut sebagai korban bersama sejumlah anggota keluarganya sebelum GS dibawa ke Polresta Denpasar. Antonius menegaskan, pihaknya perlu meluruskan informasi yang menyebut GS ditangkap oleh kepolisian. […]

expand_less