Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dua Tahun Cari Anak: Paul La Fontaine Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Penghalangan Hak Asuh

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Paul La Fontaine, ayah asal Australia yang telah dua tahun mencari keberadaan dua putri kembarnya, kembali mengungkap perkembangan terbaru terkait dugaan penyembunyian anak oleh mantan istrinya, AVP. Ia menyebut kedua putrinya, Isla dan Sianna, berada di sebuah rumah yang disebut tetangga sebagai lokasi yang jarang menampakkan aktivitas anak-anak.

Paul menyatakan pencariannya dimulai sejak menerima pesan dari AVP pada 22 Agustus 2025 yang berbunyi “jangan lupa bertemu anak-anakmu”.

Sejak itu, ia mencari putrinya di berbagai lokasi di Bali hingga sebagian wilayah Jawa.

Namun ditengah upaya tersebut, Paul mengaku mengalami sejumlah intimidasi hingga kekerasan fisik. Ia mengklaim dipukuli oleh tiga pria yang disebut sebagai bagian dari pihak keamanan Habitat Village, tempat putrinya diduga sering disembunyikan. Salah satu pelaku, AG, disebut terancam hukuman 18 bulan penjara.

Putusan Pengadilan dalam Perkara Pidana No. 734/Pid.B/2025/PN Dps menegaskan bahwa AVP disebut mengorganisir penyerangan tersebut. Paul menyebut peristiwa itu terjadi saat ia datang membawa hadiah ulang tahun untuk putri kembarnya.

“Bagaimana mungkin saya dipukuli hanya karena menyanyikan selamat ulang tahun,” kata Paul.

Tudingan Pelanggaran Hak Anak

Paul kini menempuh langkah hukum dengan melaporkan AVP atas dugaan provokasi penyerangan, penelantaran hak anak, hingga pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak Tahun 2024.

Ia menegaskan bahwa hak asuh bersama yang telah diputuskan pengadilan sejak April 2022 tidak dapat dibatalkan, serta menilai tindakan AVP menghalanginya bertemu anak merupakan pelanggaran serius.

Menurut Paul, sejumlah lembaga pemerintah, dimulai dari Kementerian Perlindungan Anak, KPAI, hingga KPAAD telah mengingatkan AVP terkait kewajiban memberikan akses anak kepada kedua orang tua, namun peringatan tersebut diabaikan.

Dalam wawancara, Paul juga menyampaikan dugaan bahwa mantan istrinya menggunakan anak untuk memeras harta dan menolak bantuan tunjangan anak dari Pemerintah Australia.

Isu Pendidikan dan Lingkungan Anak

Paul menyoroti bahwa anak-anak belum memperoleh pendidikan formal. Ia mengaku bertemu pengajar rumahan anak-anak, yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang insinyur dan bukan guru profesional.

Dari laporan warga di Desa Puri Bunga, anak-anak disebut pernah berteriak sepanjang pagi hingga memicu laporan kepolisian. Namun saat aparat dan Paul tiba, anak-anak tidak ditemukan di rumah.

Paul mengaku semakin khawatir karena anak-anak masih tercatat sebagai hilang berdasarkan laporan Kepolisian No. B/1468/VIII/1.24/2025/Ditreskrimum.

Sengketa Hak Asuh Berlanjut

Paul menilai putusan hak asuh terbaru masih mengandung kekeliruan informasi dan tengah digugat melalui jalur hukum. Ia menegaskan bahwa meski AVP mengklaim hak asuh penuh, kewajiban memberikan akses kepada orang tua lainnya tetap melekat sesuai Undang-Undang Perkawinan 1974.

“Bagaimana saya bisa mendukung putri saya, jika saya tidak tahu dimana mereka berada dan ibu mereka menolak semua bentuk kontak,” ujarnya.

Kekhawatiran Keselamatan Anak

Paul juga menyampaikan kegelisahannya terhadap dugaan keterlibatan mantan istrinya dengan pihak-pihak yang disebutnya sebagai “aktor buruk” serta potensi ancaman dari kelompok yang diduga pernah bekerja kepada AVP.

Diakhir pernyataan, Paul menegaskan bahwa perjuangannya bukan hanya soal hak asuh, tetapi memastikan keselamatan dan masa depan psikologis kedua anaknya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi PakabarBali, PDDI Bali dan Pasraman Sarva Dharma Dorong Ketersediaan Darah di Bali

    Kolaborasi PakabarBali, PDDI Bali dan Pasraman Sarva Dharma Dorong Ketersediaan Darah di Bali

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Umum PakabarBali Cin Hiung menyatakan Pakabarbali telah berdiri selama 12 tahun dan menaungi lebih dari 500 kepala keluarga perantau asal Kalimantan Barat di Bali. Pembentukan Pakabarbali ini bertujuan merangkul perantau-perantau dari Kalimantan Barat yang berdomisili di Bali untuk ikut bergabung menjadi satu kesatuan dalam kegiatan sosial, salah satunya Donor Darah. Mengingat, […]

  • Drama 120 Menit dan Adu Penalti: PSKK Kota Kupang Melaju ke Perempat Final ETMC 2025

    Drama 120 Menit dan Adu Penalti: PSKK Kota Kupang Melaju ke Perempat Final ETMC 2025

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 31
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- PSKK Kota Kupang kembali membuktikan diri sebagai tim yang tak boleh diremehkan. Dalam laga penuh tensi di babak 16 besar ETMC 2025, PSKK berhasil menaklukkan Persamba Manggarai Barat melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Sejak kick-off, kedua tim tampil agresif dan penuh determinasi. Serangan […]

  • Made Supartha Bertemu Gung Cok Saat Antre BBM di SPBU Nangka Utara, Kompak Pantau Kelancaran Pasokan untuk Rakyat

    Made Supartha Bertemu Gung Cok Saat Antre BBM di SPBU Nangka Utara, Kompak Pantau Kelancaran Pasokan untuk Rakyat

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Di tengah persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan menjadi perhatian masyarakat Bali, dua pimpinan fraksi DPRD Provinsi Bali dari partai berbeda menunjukkan kepedulian dengan turun langsung ke lapangan. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H., M.H., bertemu dengan Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Anak Agung […]

  • Sumbang 55% Devisa Pariwisata, Bali Butuh Percepatan Infrastruktur, Koster Dapat Dukungan DPR RI

    Sumbang 55% Devisa Pariwisata, Bali Butuh Percepatan Infrastruktur, Koster Dapat Dukungan DPR RI

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas – Di balik gemerlap pariwisata Bali yang mendunia, tersimpan berbagai tantangan yang kian kompleks. Hal inilah yang disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat memaparkan kondisi Pulau Dewata dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI, Rabu (8/4/2026). Bali, dengan luas wilayah hanya 5.590 kilometer persegi dan penduduk sekitar 4,4 juta jiwa, mampu menarik hingga […]

  • Terima Gratifikasi 21,5 Miliar, KPK Periksa Pejabat Pajak

    Terima Gratifikasi 21,5 Miliar, KPK Periksa Pejabat Pajak

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 849
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut dugaan gratifikasi yang melibatkan mantan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Khusus, Mohamad Haniv (HNV). Pada Rabu (5/3/2025), penyidik memanggil Direktur Utama PT Indonesia Wacoal, Suryadi Sasmita (SS) sebagai saksi dalam kasus ini. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan berlangsung di […]

  • BBM Bersubsidi Vs Pupuk Bersubsidi = Ketahanan Pangan?

    BBM Bersubsidi Vs Pupuk Bersubsidi = Ketahanan Pangan?

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Pemerintah dibawah President Prabowo Subianto telah menetapkan Visi misi nya antara lain tentang Ketahanan Pangan dan Swasembada beras, Namun semua perlunya perencanaan serta fasilitas yang mendukung khususnya dalam hal ketahanan pangan dan swasembada beras diantaranya : 1. Sistim Pengelolaan tanah yang baik 2. Saluran irigasi yang memadai 3. Pasokan air untuk pertanian yang […]

expand_less