Breaking News
light_mode
Trending Tags

Harmoni Pendekatan Adat, Humanis, dan Profesional, LPD Desa Adat Peliatan Sukses Tekan Kredit Macet Rp 30 Miliar dalam 8 Bulan

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR, Matakompas.com – Sebuah kabar menggembirakan datang dari LPD Desa Adat Peliatan. Melalui kerja keras, kekompakan tim, serta pendekatan humanis dan berlandaskan adat, lembaga keuangan kerakyatan ini berhasil menyelesaikan kredit macet hingga Rp30 miliar hanya dalam waktu 8 bulan sebuah pencapaian besar yang jarang terlihat dalam dunia perkreditan desa adat di Bali.

Padahal, pada April 2024, total kredit macet LPD Desa Adat Peliatan sempat menyentuh angka Rp 44 miliar, sebuah angka yang menjadi beban berat sekaligus ancaman bagi kesehatan lembaga. Namun berkat strategi yang terukur, komunikasi yang baik, dan semangat gotong royong, kini tunggakan itu tersisa sekitar Rp14 miliar hingga akhir Oktober 2025

Kunci Sukses: Pendekatan Humanis dan ‘Case by Case’

Pengawas LPD Desa Adat Peliatan, Ir. I Wayan Sudiarsa, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hasil kebetulan. Menurutnya, penyelesaian kredit macet harus dilakukan dengan memahami akar permasalahan setiap nasabah.

“Pendekatan kami sangat humanis. Kami tidak menggunakan cara-cara keras. Setiap orang punya masalah berbeda, jadi penyelesaiannya juga tidak bisa disamaratakan,” ujarnya.

Wayan Sudiarsa menjelaskan bahwa LPD menghindari semua bentuk pemaksaan yang berpotensi menyakiti krama desa. Prinsip utama mereka adalah mencari win-win solution, memastikan LPD tidak dirugikan namun di sisi lain nasabah tidak semakin terbebani secara ekonomi.

“Tujuan kami bukan membuat krama menderita. Kami hindari lelang aset. Jika lelang dilakukan, artinya kita merusak keluarga kita sendiri. Itu sama dengan kegagalan LPD,” tambahnya.

Langkah penyelesaian ini diperkaya dengan pemberian keringanan bunga serta penyesuaian kemampuan bayar masing-masing nasabah.

Peran Penting Jero Bendesa dalam Psikologi Penyelesaian

Pengawas LPD lainnya, I Dewa Nyoman Oka, SE, menyampaikan bahwa keberadaan Jero Bendesa sebagai ketua pengawas di dampingi Pemucuk LPD sangat memberikan efek psikologis besar.

“Ketika Jero Bendesa hadir bersama Pemucuk dan jajaran pengurus Adat dalam forum penyelesaian, dampaknya luar biasa. Nasabah merasa dihargai, merasa dilindungi. Itu membuat proses penyelesaian lebih lancar,” jelasnya.

Struktur pengawasan LPD Peliatan melibatkan lima orang, termasuk Jero Bendesa sebagai ketua, yang membuat fungsi kontrol dan pendampingan berjalan lebih efektif.

Susah-Tidak Susah: Karena Niat Baik Kedua Pihak

Dewa Nyoman Oka mengakui bahwa proses penagihan tidak selalu mudah. Ada nasabah kooperatif, ada pula yang tidak. Namun sebagian besar menunjukkan sikap baik dan ingin menyelesaikan hutang mereka.

“Nasabah sebenarnya ingin lepas dari beban utang. Kami dari LPD ingin menurunkan kredit macet. Ketika dua niat ini bertemu, penyelesaian berjalan jauh lebih mudah,” ujarnya.

Jumlah nasabah dengan utang besar juga tidak banyak.

* Total debitur besar sekitar 20 orang

* Nominal utang bervariasi, beberapa mencapai 2–4 miliar

* Kasus terbesar berhasil diselesaikan mencapai Rp 10 miliar

Belajar dari Kesalahan: Kredit Harus Berdasarkan Analisa Usaha, Bukan Kolateral

Sudiarsa menegaskan bahwa salah satu penyebab kredit macet sebelumnya adalah proses pemberian kredit yang terlalu berorientasi pada kolateral.

“Jika kredit hanya mengandalkan jaminan, tinggal tunggu waktu saja untuk macet. Seharusnya kredit diberikan berdasarkan kemampuan usaha, proyeksi pendapatan, dan analisa ekonomi yang matang,” katanya.

Menurutnya, melelang aset nasabah bukan solusi, sebab tujuan LPD adalah menopang kehidupan adat, bukan merusak keluarga krama.

Target: NPL Turun ke Bawah 5% pada 2026

Walau pencapaian Rp 30 miliar ini sangat signifikan, kedua pengawas menegaskan bahwa mereka belum menyebut diri mereka “sukses”.

NPL (Non-Performing Loan) LPD saat ini berada di kisaran 7%, dan target ideal adalah di bawah 5%.

“Kalau sudah di bawah 5% baru kita boleh merasa sehat. Itu target 2026,” ujar Dewa Nyoman Oka.

Harapan Para Pengawas: Tonggak Kebangkitan LPD Peliatan

Baik Sudiarsa maupun Oka sepakat bahwa keberhasilan awal ini menjadi fondasi kuat untuk masa depan LPD.

“Harapan kami, setelah kredit macet ini turun signifikan, LPD dapat kembali produktif. Bunga bisa masuk rutin, lembaga menjadi sehat, dan semua krama merasakan manfaatnya,” ujar Sudiarsa.

Sementara Oka menambahkan:

“Filosofi LPD itu Mulati Kerahayuan Sareng Sami mewujudkan kesejahteraan bersama. Kredit harus membantu krama, bukan membuat mereka menjual aset atau jatuh dalam kesulitan baru.”

Penyelesaian kredit macet sebesar Rp30 miliar ini pun disebut-sebut sebagai tonggak kebangkitan LPD Desa Adat Peliatan transformasi dari masa krisis menuju era penguatan lembaga.

LPD Peliatan Membuktikan: Ketika Adat, Humanisme, dan Profesionalisme Bekerja Bersama, Masalah Besar Bisa Diselesaikan

Dan kini, hanya tersisa Rp 14 miliar yang sedang proses penyelesaian. Target Nya jelas: Bulan-bulan menuju 2026 akan menjadi perjalanan final menuju NPL sehat dan lembaga yang kembali kuat.

Sebuah teladan bagi LPD lain di Bali—bahwa pendekatan keras bukanlah jawaban. Adat, dialog, dan kemanusiaan adalah kunci penyelamatan krama. (Tim/Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prestasi Gemilang! Kementerian Hukum Raih Predikat Unggul IKK 2025

    Prestasi Gemilang! Kementerian Hukum Raih Predikat Unggul IKK 2025

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SURABAYA , Matakompas.com – Kementerian Hukum kembali mencatat prestasi membanggakan dalam peningkatan tata kelola kebijakan publik melalui capaian Predikat Unggul pada Pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Tahun 2025. Hasil pengukuran ini diumumkan secara resmi oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia pada acara penganugerahan yang digelar di Kota Surabaya (25/11). Tahun ini, pelaksanaan IKK mencatat […]

  • Menuju Pelayanan Prima, RSUD Indramayu Siap Menerima Kritik dan Saran.

    Menuju Pelayanan Prima, RSUD Indramayu Siap Menerima Kritik dan Saran.

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 876
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Pelayanan Kesehatan merupakan satu dari kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini, diperlukan pelayanan kesehatan yang prima serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai demi memenuhi kebutuhan tersebut. RSUD Indramayu merupakan pusat pelayanan kesehatan yang ada di Indramayu dibawah direktur . H. Deden Bonni Koswara, MM. bersama para stafnya terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi […]

  • Mengejutkan, Durajat Beberkan Bukti Korupsi Oknum Kepala Desa Keduanan Sebesar 700 Juta.

    Mengejutkan, Durajat Beberkan Bukti Korupsi Oknum Kepala Desa Keduanan Sebesar 700 Juta.

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 9.121
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Durajat warga Desa Keduanan Pelapor kasus dugaan korupsi beberkan bukti korupsi Rp. 539  – 700 juta yang di duga di lakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) Keduanan, Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Bukti yang di beberkan Durajat secara tertulis dan fisik berdasarkan data dan fakta dilapangan, pada Selasa 14 Januari 2025. […]

  • Sangat Mengerihkan, Terungkap Nama Gembong Mafia Minyak Sebenarnya Dibalik Kasus Korupsi Pertamina Rp. 193,7 Triliun

    Sangat Mengerihkan, Terungkap Nama Gembong Mafia Minyak Sebenarnya Dibalik Kasus Korupsi Pertamina Rp. 193,7 Triliun

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA _ Gegara Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) bersama LP3HI dan ARUKKI mendaftarkan gugatan prapradilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gembong mafia yang bakal kembali masuk ingin menguasai bisnis minyak dibalik gencarnya pemberantasan korupsi Pertamina oleh Kejaksaan Agung akhirnya terkuak. Dia bernama Widodo Ratanachaitong, pemilik TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd dan Kernel Oil Pte Ltd, […]

  • Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Tangkap Residivis Pengedar Sabu

    Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Tangkap Residivis Pengedar Sabu

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    LABUHANBATU Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Labuhanbatu kembali berhasil menggagalkan transaksi narkotika jenis sabu di wilayahnya. Seorang residivis berinisial MWH alias Ewin Buang (41) ditangkap saat berada di Jalan Asam Jawa, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, pada Sabtu (22/2/2025). Kapolres Labuhanbatu, AKBP Dr. Bernhard L. Malau, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Syafrudin menjelaskan […]

  • Wagub Giri Prasta Hadiri Inauguration Night JCI Bali 2026, Ajak Pemuda Berkolaborasi Bangun Bali Era Baru

    Wagub Giri Prasta Hadiri Inauguration Night JCI Bali 2026, Ajak Pemuda Berkolaborasi Bangun Bali Era Baru

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menghadiri Inauguration Night Junior Chamber International (JCI) Bali 2026 di Quest San Hotel Denpasar, Kamis, 29 Januari 2026. Kehadiran orang nomor dua di Bali ini menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Bali terhadap peran strategis organisasi kepemudaan internasional dalam mencetak pemimpin dan entrepreneur muda. Wagub Giri […]

expand_less