Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dukung Pansus TRAP, Pengamat Minta Pemerintah Bela Wong Cilik dan Selamatkan Subak Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Pengamat Kebijakan Publik Putu Suasta yang juga Pendiri LSM JARRAK dan Yayasan Wisnu, memberikan apresiasi terhadap langkah tegas Pansus TRAP DPRD Bali dalam menutup bangunan liar yang merusak kawasan Subak Jatiluwih.

 Menurutnya, tindakan Satpol PP Bali dalam penyegelan saat sidak Pansus di Tabanan, Selasa, 2 Desember 2025 merupakan langkah nyata menjaga wajah pariwisata budaya Bali yang selama ini mengusung konsep subak dan telah menjadi pusat perhatian dunia.

“Saya puji Pansus TRAP DPRD Bali berani tertibkan pelanggaran Jatiluwih, selanjutnya daerah lain juga baik Badung, Gianyar, Bangli, Jembrana, Buleleng, Klungkung hingga Katangasem,” kata Putu Suasta di Denpasar, Jumat, 5 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa dengan temuan Pansus, kepala daerah baik Gubernur Bali maupun Bupati Tabanan dapat mengambil sikap tegas. Suasta menilai, gerakan penertiban harus dibarengi kebijakan yang berpihak kepada petani sebagai penjaga subak.

Ia menyarankan agar lahan petani dibebaskan pajak, hasil panen dijamin pemerintah, dan APBD untuk sektor pertanian diberi porsi prioritas. Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025 tentang Larangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Sektor Lain dinilai positif, namun harus diikuti penyediaan solusi agar petani tidak terdorong menjual sawah.

“Jangan sampai jargon bela wong cilik atau marhaen, tetapi petani dicekik. Petani dibiarkan miskin sehingga tergoda melalukan praktik alih fungsi lahan,” ujarnya.

Putu Suasta juga mengingatkan bahwa hasil PAD, termasuk dari Pungutan Wisatawan Asing (PWA), harus digunakan untuk menjaga daya dukung pariwisata, alam, budaya dan pertanian Bali. Ia mengingatkan adanya potensi penyimpangan apabila tidak diawasi.

Putu Suasta kemudian menilai pelestarian Subak adalah pelestarian budaya Bali itu sendiri, mengingat sistem subak yang dibangun oleh Rsi Markandya telah berumur sekitar seribu tahun. Tradisi distribusi air, pengelolaan konflik hingga ritual keagamaan merupakan bagian dari warisan budaya yang tidak tergantikan.

Menurut Putu Suasta, ancaman terbesar saat ini bukan hanya kerusakan fisik, tetapi hilangnya sejarah Subak Puakan sebagai subak pertama yang dibangun di Bali. Subak bersejarah yang terletak di Desa Taro, Gianyar tersebut mulai porak-poranda akibat alih fungsi lahan.

Jika kawasan ini punah, kata Suasta, generasi mendatang hanya mewarisi pura tanpa jejak karya pertanian dan kebudayaan yang melingkupinya. UNESCO pun telah memperingatkan ancaman kelestarian lansekap subak dan sumber-sumber air di Bali, yang menjadi taruhan besar bagi masa depan pariwisata hijau pulau Dewata.

Putu Suasta menegaskan komitmen pemerintah akan terlihat dari rancangan APBD. Ia mengingatkan agar tidak menjadikan subak sebagai slogan tanpa realisasi kebijakan.

“Jika mereka berbicara Subak, dinilai hanya sebatas lip service. Bali identik pertanian dari Subak warisan Rsi Markendnya,” tutupnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 30 Tahun Kudatuli, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Made Supartha : Jangan Pernah Lupakan Sejarah Perjuangan Demokrasi Bangsa

    30 Tahun Kudatuli, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Made Supartha : Jangan Pernah Lupakan Sejarah Perjuangan Demokrasi Bangsa

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Denpasar – Memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang jatuh pada 27 Juli 2026, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Dr. C. I Made Supartha, S.H., M.H., mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjalanan demokrasi Indonesia. Saat dihubungi Minggu (26/7/2026), Supartha menegaskan bahwa tragedi penyerangan Kantor […]

  • Dasbor Manajemen Stunting Cazbox by Metranet Dorong Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia

    Dasbor Manajemen Stunting Cazbox by Metranet Dorong Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Percepatan penanganan stunting di Indonesia membutuhkan sistem informasi kesehatan yang akurat, seragam, dan mudah diakses di seluruh tingkatan. Tantangan koordinasi lintas sektor kerap memperlambat proses pengawasan dan evaluasi, sehingga diperlukan solusi digital yang mampu menyajikan data komprehensif secara real-time. Menjawab kebutuhan tersebut, Metranet melalui unit bisnis Cazbox menghadirkan Dasbor Manajemen Stunting, sebuah […]

  • Salah satu Ponpes Di Cirebon Terbakar Hebat.

    Salah satu Ponpes Di Cirebon Terbakar Hebat.

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 845
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com.id – Telah terjadi kebakaran hebat di sebuah bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Sirijussuadai di Dusun 04 Rt 001, Rw 007, Gedongan yang ada di  Desa Ender Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa 1/4/25 Menurut informasi Saksi mata bernama Abdurarrohim, kebakaran terjadi kurang lebih sekitar jam 02: 00 wib yang sedang membakar ruangan asrama santri. Melihat […]

  • Terbukti Transparan dan Tak Ada Celah Penyelewengan, Koster: Diaduit BPK dan Diawasi Kejaksaan

    Terbukti Transparan dan Tak Ada Celah Penyelewengan, Koster: Diaduit BPK dan Diawasi Kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa kebijakan Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali berjalan transparan dan bebas dari praktik penyelewengan. Seluruh proses pemungutan hingga penggunaan dana disebut telah diawasi ketat dan diaudit oleh lembaga negara. Dalam keterangan pers di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Sabtu (16/5/2026), […]

  •  PNB Dorong Pendidikan Berkelanjutan bagi Pengelola Perkuat Ketahanan LPD

     PNB Dorong Pendidikan Berkelanjutan bagi Pengelola Perkuat Ketahanan LPD

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Politeknik Negeri Bali (PNB) menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Lembaga Perkreditan Desa (LPD) melalui pendidikan berkelanjutan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kesehatan dan keberlanjutan LPD di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Sebagai institusi pendidikan vokasi terkemuka, PNB melalui Jurusan Akuntansi telah lama menghadirkan solusi […]

  • FPM Desak Audit Menyeluruh Pembangunan Hotel Myze di Sumenep

    FPM Desak Audit Menyeluruh Pembangunan Hotel Myze di Sumenep

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Front Pemuda Madura (FPM) mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pembangunan Hotel Myze di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur. Proyek pembangunan hotel itu disorot karena diduga berdiri di atas kawasan resapan air. Ketua Umum FPM, […]

expand_less