Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dukung Pansus TRAP, Pengamat Minta Pemerintah Bela Wong Cilik dan Selamatkan Subak Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Pengamat Kebijakan Publik Putu Suasta yang juga Pendiri LSM JARRAK dan Yayasan Wisnu, memberikan apresiasi terhadap langkah tegas Pansus TRAP DPRD Bali dalam menutup bangunan liar yang merusak kawasan Subak Jatiluwih.

 Menurutnya, tindakan Satpol PP Bali dalam penyegelan saat sidak Pansus di Tabanan, Selasa, 2 Desember 2025 merupakan langkah nyata menjaga wajah pariwisata budaya Bali yang selama ini mengusung konsep subak dan telah menjadi pusat perhatian dunia.

“Saya puji Pansus TRAP DPRD Bali berani tertibkan pelanggaran Jatiluwih, selanjutnya daerah lain juga baik Badung, Gianyar, Bangli, Jembrana, Buleleng, Klungkung hingga Katangasem,” kata Putu Suasta di Denpasar, Jumat, 5 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa dengan temuan Pansus, kepala daerah baik Gubernur Bali maupun Bupati Tabanan dapat mengambil sikap tegas. Suasta menilai, gerakan penertiban harus dibarengi kebijakan yang berpihak kepada petani sebagai penjaga subak.

Ia menyarankan agar lahan petani dibebaskan pajak, hasil panen dijamin pemerintah, dan APBD untuk sektor pertanian diberi porsi prioritas. Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025 tentang Larangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Sektor Lain dinilai positif, namun harus diikuti penyediaan solusi agar petani tidak terdorong menjual sawah.

“Jangan sampai jargon bela wong cilik atau marhaen, tetapi petani dicekik. Petani dibiarkan miskin sehingga tergoda melalukan praktik alih fungsi lahan,” ujarnya.

Putu Suasta juga mengingatkan bahwa hasil PAD, termasuk dari Pungutan Wisatawan Asing (PWA), harus digunakan untuk menjaga daya dukung pariwisata, alam, budaya dan pertanian Bali. Ia mengingatkan adanya potensi penyimpangan apabila tidak diawasi.

Putu Suasta kemudian menilai pelestarian Subak adalah pelestarian budaya Bali itu sendiri, mengingat sistem subak yang dibangun oleh Rsi Markandya telah berumur sekitar seribu tahun. Tradisi distribusi air, pengelolaan konflik hingga ritual keagamaan merupakan bagian dari warisan budaya yang tidak tergantikan.

Menurut Putu Suasta, ancaman terbesar saat ini bukan hanya kerusakan fisik, tetapi hilangnya sejarah Subak Puakan sebagai subak pertama yang dibangun di Bali. Subak bersejarah yang terletak di Desa Taro, Gianyar tersebut mulai porak-poranda akibat alih fungsi lahan.

Jika kawasan ini punah, kata Suasta, generasi mendatang hanya mewarisi pura tanpa jejak karya pertanian dan kebudayaan yang melingkupinya. UNESCO pun telah memperingatkan ancaman kelestarian lansekap subak dan sumber-sumber air di Bali, yang menjadi taruhan besar bagi masa depan pariwisata hijau pulau Dewata.

Putu Suasta menegaskan komitmen pemerintah akan terlihat dari rancangan APBD. Ia mengingatkan agar tidak menjadikan subak sebagai slogan tanpa realisasi kebijakan.

“Jika mereka berbicara Subak, dinilai hanya sebatas lip service. Bali identik pertanian dari Subak warisan Rsi Markendnya,” tutupnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saraswati, Momentum Memuliakan Ilmu Pengetahuan: Made Supartha Ajak Umat Jadikan Pengetahuan sebagai Jalan Membangun Kehidupan

    Saraswati, Momentum Memuliakan Ilmu Pengetahuan: Made Supartha Ajak Umat Jadikan Pengetahuan sebagai Jalan Membangun Kehidupan

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM – Umat Hindu di Bali dan seluruh Indonesia memperingati Hari Raya Saraswati pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertepatan dengan Saniscara Umanis Watugunung. Hari suci ini menjadi momentum penting untuk memuliakan ilmu pengetahuan sebagai anugerah suci yang menjadi pedoman manusia dalam menjalani kehidupan. Hari Raya Saraswati dikenal sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan suci yang […]

  • ARUN Bali Desak APH Usut Zona Kuning Misterius di Tengah Sawah, Sinyal Dugaan Kolusi Tata Ruang

    ARUN Bali Desak APH Usut Zona Kuning Misterius di Tengah Sawah, Sinyal Dugaan Kolusi Tata Ruang

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DENPASAR, Bali – Aliansi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut kemunculan zona kuning yang dinilai janggal di tengah kawasan persawahan produktif. Keberadaan zona tersebut diduga kuat tidak selaras dengan kondisi faktual di lapangan dan memunculkan pertanyaan serius terkait proses penetapan tata ruang yang berpotensi mengarah pada praktik kolusi dalam […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Bersama Warga Kerja Bakti Bersihkan Masjid

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Bersama Warga Kerja Bakti Bersihkan Masjid

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 731
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Satgas Pemtas Yonarmed 11 Kostrad dari Pos Sei Kaca bersama masyarakat Desa Sei Bolong menggelar kegiatan karya bakti berupa pembersihan Masjid Baitut Taqwa. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat perbatasan. Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, menyampaikan bahwa kegiatan ini […]

  • Di Balik Label Evaluasi: Agenda Eksklusif Padel di Bali Seret Sorotan di Tengah Krisis BBM

    Di Balik Label Evaluasi: Agenda Eksklusif Padel di Bali Seret Sorotan di Tengah Krisis BBM

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DENPASAR , Matakompas.com — Instruksi efisiensi yang digaungkan pemerintah pusat tampaknya tak sepenuhnya dijalankan di tubuh PT Pertamina Patra Niaga. Hasil investigasi media di lapangan menemukan adanya kegiatan berskala eksklusif yang digelar di Bali, di tengah situasi distribusi BBM yang masih bermasalah di sejumlah daerah. Pantauan media dilapangan mendapati bahwa pada Sabtu, 11 April 2026, […]

  • Gung Cok Pimpin Panitia, Pengurus Kadin Bali 2025–2030 Akhirnya Resmi Dikukuhkan

    Gung Cok Pimpin Panitia, Pengurus Kadin Bali 2025–2030 Akhirnya Resmi Dikukuhkan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi mengukuhkan jajaran pengurus Kadin Provinsi Bali masa bakti 2025–2030 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (25/4/2026). Pengukuhan ini menjadi puncak dari rangkaian proses organisasi yang telah dimulai sejak Musyawarah Provinsi Kadin Bali pada 12 Desember 2025. Sesuai […]

  • Wagub Giri Prasta Turun Langsung ke Tragedi Longsor Pelaga Kecamatan Petang Badung

    Wagub Giri Prasta Turun Langsung ke Tragedi Longsor Pelaga Kecamatan Petang Badung

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BADUNG, Matacompas.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau lokasi tanah longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Senin (2/11/2026). Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan proses pencarian dua korban yang masih hilang berjalan optimal sekaligus mengevaluasi aspek keselamatan kawasan wisata […]

expand_less