Dorong Kepedulian Pemuda dan Evaluasi Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Gede Harja Astawa Salurkan Kursi Roda & Sembako di Temukus
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 11 Des 2025
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BULELENG, Matakompas.com – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, bersama para kader muda Partai Gerindra. Pada Kamis (11/12/2025), rombongan bergerak ke Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, untuk menyalurkan bantuan berupa enam unit kursi roda dan paket sembako bagi warga yang membutuhkan.
Kegiatan ini merupakan hasil gotong royong spontan antara Gede Harja Astawa dengan kader muda Gerindra, termasuk Tidar, Sekretaris DPC Tunas Muda Indonesia Raya, serta Aditya Warman kader muda Gerindra yang tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-22. Aditya, yang baru memulai perjalanan sebagai pelaku UMKM, memilih merayakan hari spesialnya dengan berbagi kepada sesama.
Disalurkan kepada Dua Warga: Putu Leong dan Jamaiyah
Bantuan pertama diberikan kepada Putu Leong, warga Banjar Dinas Pegayaman, Desa Temukus. Sementara bantuan kedua diserahkan kepada Ibu Jamaiyah, warga Banjar Dinas Labau Naji.
Di sela pemberian bantuan, Gede Harja Astawa menyampaikan salam dari D. Gajah, tokoh yang selama ini mendukung penuh kegiatan sosial di wilayah tersebut namun berhalangan hadir karena agenda lain.
Temuan di Lapangan: Warga Sakit Bertahun-tahun Tanpa Bantuan
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menemukan kondisi memprihatinkan pada rumah Pak Putul Leong, kerabat dari Putu Leong. Ia diketahui menderita sakit cukup lama hingga tak mampu bekerja, namun tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah baik BLT, PKH, maupun skema bantuan sosial lainnya.
Temuan ini kembali menegaskan persoalan klasik pendataan bantuan sosial yang kerap viral: penerima tidak tepat sasaran, ASN mendapat bantuan, warga mampu masuk daftar, hingga kasus warga yang sudah meninggal tetap tercatat sebagai penerima.
Melihat hal tersebut, Gede Harja meminta Ibu Sri Ajeng Kartini, Sekcam setempat yang turut mendampingi, bersama tokoh masyarakat Ibu Sekcam , untuk segera melakukan evaluasi ulang pendataan warga miskin di Desa Temukus.
“Ini tidak boleh dibiarkan. Bantuan harus tepat sasaran, tepat guna, dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Dorong Rasa Malu Sosial bagi Warga Mampu
Dalam pernyataannya, Gede Harja juga menyinggung perlunya tumbuh rasa malu sosial bagi warga yang secara ekonomi sudah mapan namun tetap menerima bantuan.
“Kalau sudah mampu, sudah ASN, punya pendapatan cukup, tapi masih menerima BLT atau PKH, itu tidak pantas. Jika terlanjur mendapat, berikan kepada warga yang lebih membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, kesadaran seperti ini penting untuk menjaga keadilan sosial, apalagi di tengah keterbatasan anggaran bantuan pemerintah.
Pemuda Harus Menjadi Motor Kepedulian
Momentum ulang tahun Aditya Warman menjadi inspirasi tersendiri dalam kegiatan ini. Bagi Gede Harja Astawa, aksi yang dilakukan oleh para pemuda Gerindra harus menjadi teladan yang menular ke generasi muda lainnya.
“Satu pemuda melakukan kebaikan sudah sangat berarti. Bayangkan jika ada 10, 100, bahkan 1.000 pemuda melakukan hal yang sama. Bali akan semakin kuat,” ujarnya.
Ia juga mengutip pesan yang kerap disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto:
“Jika tidak bisa membantu banyak orang, bantu satu orang. Bila itu pun tidak mampu, setidaknya jangan menyusahkan orang lain.”
Gede Harja menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus digelar dan diperluas ke kader–kader lainnya sebagai wujud nyata politik kerakyatan.
Selamat Ulang Tahun untuk Pemuda Penggerak Sosial
Di akhir kegiatan, Gede Harja Astawa menyampaikan ucapan secara khusus kepada Aditya Warman:
“Selamat ulang tahun yang ke-22. Semoga sehat, panjang umur, dan rezekinya selalu mengalir sehingga tidak berhenti berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.”
Kegiatan sosial ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh kader muda Gerindra di Bali untuk terus menumbuhkan empati, meningkatkan kepedulian, dan memperkuat nilai gotong royong di tengah kehidupan masyarakat. (Tim)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar