Breaking News
light_mode
Trending Tags

Desakan Penutupan BTID Menguat:Oka Antara Temukan Ketimpangan Sertifikat dan Nilai Tukar Lahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JEMBRANA — Inspeksi mendadak (sidak) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali di Kantor Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Rabu (22/4/2026), mengungkap sejumlah persoalan serius dalam dugaan tukar guling lahan mangrove yang melibatkan kawasan BTID.

Anggota Pansus TRAP DPRD Bali, I Nyoman Oka Antara, menyampaikan bahwa terdapat ketidaksesuaian mencolok antara data administrasi dan temuan di lapangan. Dari total 35 sertifikat yang tercatat, baru 15 sertifikat yang berhasil ditelusuri dengan luasan sekitar 18 hektare.

“Artinya masih banyak yang belum ditemukan. Bahkan yang sudah ditemukan saja masih dalam kategori bermasalah,” tegasnya.

Menurut Oka Antara, proses tukar guling seharusnya hanya dapat dilakukan apabila lahan yang ditukar telah memiliki sertifikat sah atas nama pihak yang melakukan transaksi, dalam hal ini perusahaan. Namun fakta di lapangan menunjukkan ketentuan tersebut diduga tidak dipenuhi.

“Seharusnya sudah bersertifikat atas nama PT BTID baru bisa ditukar gulingkan. Kalau belum, itu jelas bermasalah,” ujarnya.

Selain persoalan legalitas, Pansus juga menyoroti ketimpangan nilai tukar lahan yang dinilai tidak wajar. Berdasarkan penelusuran, harga tanah di beberapa wilayah seperti Karangasem berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp2,5 juta per are. Sementara di kawasan BTID, harga tanah disebut mencapai Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar per are.

“Ini jomplang. Satu are di BTID bisa setara satu hektare di daerah lain. Ini yang kami nilai tidak beres,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa pihak BTID harus mampu menunjukkan seluruh dokumen kepemilikan, termasuk sekitar 20 sertifikat lain yang hingga kini belum dapat dibuktikan keberadaannya.

“Kalau tidak bisa menunjukkan, ini patut diduga sebagai penyimpangan, bahkan bisa terkait tanah negara. Ini yang harus dibuka terang,” katanya.

Melihat berbagai kejanggalan tersebut, Pansus TRAP mendesak langkah tegas berupa penghentian sementara seluruh aktivitas BTID hingga dokumen dan legalitas dapat dibuktikan secara jelas.

“Kita harus tutup dulu aktivitas BTID. Sampai mereka bisa menunjukkan dokumen yang lengkap dan sesuai fakta. Kalau tidak dihentikan, persoalan ini tidak akan pernah selesai,” tegas Oka Antara.

Ia bahkan mendorong agar langkah penutupan dilakukan secepatnya untuk mencegah potensi pelanggaran yang lebih luas.

“Kalau bisa, segera dihentikan. Jangan ada aktivitas dulu sampai semuanya jelas dan tidak melanggar undang-undang,” tambahnya.

Sidak ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Bali melalui Pansus TRAP tidak akan mentolerir dugaan penyimpangan dalam pengelolaan aset dan tata ruang, terutama yang menyangkut kawasan strategis dan sensitif seperti mangrove.

Pansus menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk mendorong transparansi penuh dari pihak terkait demi melindungi kepentingan negara dan masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reformasi KUHAP Dibedah di Universitas Bali Internasional: Risiko, Harapan, dan Gagasan Baru

    Reformasi KUHAP Dibedah di Universitas Bali Internasional: Risiko, Harapan, dan Gagasan Baru

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Seminar hukum digelar Program Studi Hukum Fakultas Bisnis, Sosial, dan Teknologi Humaniora (FBSTH) Universitas Bali Internasional kembali memantik perhatian publik. Dengan tema “KUHAP di antara Harapan Baru atau Kekhawatiran Baru: Perspektif Hukum dan Masyarakat”, kegiatan ini menjadi ajang pembahasan serius mengenai arah reformasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan dampaknya terhadap […]

  • Salurkan KUR Rp1,7 Triliun, Bank BPD Bali Perkuat UMKM dan Sektor Produksi

    Salurkan KUR Rp1,7 Triliun, Bank BPD Bali Perkuat UMKM dan Sektor Produksi

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Bank BPD Bali kembali menegaskan perannya sebagai penggerak utama ekonomi daerah melalui capaian kinerja penyaluran kredit sepanjang tahun 2025. Selaras dengan visi Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia dan konsep Ekonomi Kerthi Bali, Bank BPD Bali sukses menuntaskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 100 persen dari target yang ditetapkan. Sepanjang tahun 2025, […]

  • Luncurkan Indeks Pencegahan Korupsi, Bupati Indramayu Lucky Hakim Bersama KPK Perkuat 8 Area Pencegahan

    Luncurkan Indeks Pencegahan Korupsi, Bupati Indramayu Lucky Hakim Bersama KPK Perkuat 8 Area Pencegahan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 919
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com– Bupati Indramayu Lucky Hakim mendukung hadirnya program Monitoring Center for Prevention (MCP) yang diluncurkan KPK RI pada tahun 2018 serta telah diimplementasikan di pemerintah daerah seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Indramayu sebagai salah satu upaya dalam mencegah korupsi di pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan Lucky usai mengikuti kegiatan Peluncuran Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah […]

  • BULOG Dorong Penguatan Regulasi Pangan Lewat Pendampingan Panja RUU Pangan di Bali

    BULOG Dorong Penguatan Regulasi Pangan Lewat Pendampingan Panja RUU Pangan di Bali

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Penyusunan RUU Pangan Komisi IV DPR RI ke Bali menjadi momentum penting bagi Perum BULOG untuk mempertegas arah penguatan kebijakan pangan nasional. Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos., S.H., M.Han., secara langsung mendampingi rombongan selama kegiatan berlangsung pada 21 November. Dalam pertemuan […]

  • Pimpinan KPK Hadir, Inspektorat NTT Rilis Daftar Wakil Kepala Daerah yang Absen di Rakorwasda 2025

    Pimpinan KPK Hadir, Inspektorat NTT Rilis Daftar Wakil Kepala Daerah yang Absen di Rakorwasda 2025

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 26
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Inspektorat Provinsi NTT merilis daftar wakil kepala daerah yang tidak hadir dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) dan Pemutakhiran Data Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2025) yang digelar di Hotel Sasando, Kupang, Selasa (28/10/2025) lalu. Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KPK RI, Johanis Tanak, dan dibuka oleh Gubernur […]

  • Gubernur Koster Tawarkan Model Pertanian Organik Bali di Forum Kebijakan Global, Angkat Subak dan Sad Kerthi sebagai Solusi Krisis Iklim

    Gubernur Koster Tawarkan Model Pertanian Organik Bali di Forum Kebijakan Global, Angkat Subak dan Sad Kerthi sebagai Solusi Krisis Iklim

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    LONDON | Gubernur Bali, Wayan Koster, kembali membawa pengalaman dan kebijakan pembangunan Bali ke panggung internasional. Dalam rangkaian agenda London Climate Action Week 2026, Gubernur Koster menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Dialog Kebijakan Global untuk Pertanian Berkelanjutan yang digelar pada 24 Juni 2026 oleh United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO), World Bank […]

expand_less