Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

Tutup Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster :Tahun Depan Harus Lebih Kaya Materi, Kreatif dan Inovatif

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Setelah berlangsung sejak tanggal 1 Februari 2026, Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali (BBB) VIII, Sabtu (28/2/2026) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali. Gubernur Koster menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang berpartisipasi dalam beragam kegiatan pada bulan bahasa tahun ini. Ia berharap, pelaksanaan BBB IX Tahun 2027 lebih kaya materi, kreatif dan inovatif.

Untuk itu, ia menugaskan Kepala Dinas Provinsi Bali mengundang para pakar untuk merumuskan kegiatan BBB agar tahun depan bisa lebih baik lagi. “Ikuti perkembangan jaman dan selera anak muda.

Karena merekalah yang akan menjadi pewaris,” ucapnya. Ia pun mengusulkan agar panitia mempertimbangkan untuk memasukkan materi memadik (lamaran versi Bali, red) pada pelaksanaan BBB IX Tahun 2027.

Masih dalam sambutannya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini memuji BBB VIII yang menurutnya sudah terselenggara dengan sangat baik.

 “Dilaksanakan sebulan penuh dari tanggal 1 sampai dengan 28 Februari, beberapa kali saya menyaksikan kegiatan dan lomba,” ujarnya. Salah satu yang sempat ia saksikan adalah kegiatan anak-anak SMA mengoperasikan keyboard aksara Bali.

Ia patut berbangga karena hanya Bali yang punya keyboard aksara daerah. Oleh sebab itu, ia ingin keyboard Aksara Bali dibagikan kepada seluruh lembaga pendidikan mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. “Supaya paten. Ini keren dan top sekali,” cetusnya.

Selain pemanfaatan keyboard Aksara Bali, Gubernur Koster menyebut BBB sebagai wahana regenerasi dalam kemampuan nyurat Aksara Bali.

 “Kegiatan nyurat Aksara Bali diikuti anak-anak kita mulai SD hingga Perguruan Tinggi. Saya lihat, mereka mahir nulis aksara menggunakan berbagai media mulai dari lontar, tembaga dan lainnya,” ungkapnya.

Masih dalam sambutannya, Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini menyentil sejumlah desa/kelurahan dan desa adat yang tahun ini tak melaksanakan BBB. Mengacu laporan Kepala Dinas Kebudayaan Ida Bagus Alit Suryana, dari 1.500 desa adat, 12 diantaranya absen melaksanakan BBB tahun ini.

Tercatat pula 45 desa/kelurahan dan 3 SMA/SMK yang tahun ini tak menggelar BBB. Sedangkan 16 SLB, seluruhnya tercatat menyelenggarakan kegiatan BBB. “Nanti akan saya undang, ajak ngobrol, maunya apa. Saya salut dengan SLB, mestinya begitu. Tahun depan, kita harus guyub, jalankan pola seperti yang lain,” tegasnya.

Pada bagian lain, Gubernur Koster kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian Bahasa Bali yang terimplementasi pada Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Disampaikan olehnya, regulasi ini merupakan penjabaran dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang telah dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

 Salah satu unsur budaya yang menjadi perhatiannya adalah bahasa dan aksara Bali. “Ini diwariskan leluhur kita sejak ribuan tahun, sebagai generasi penerus kita harus punya komitmen untuk melestarikan. Selama dunia ini ada, bahasa Bali harus tetap ada,” katanya.

Menurut dia, Bali bisa berbangga karena menjadi satu-satunya provinsi yang punya kegiatan khusus dalam memuliakan bahasa daerah.

Penutupan BBB VIII Tahun 2026 juga diisi dengan penyerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kategori perorangan kepada I Wayan Turun. Sementara Bali Nugraha Mahottama kategori lembaga diterima Kelompok Media Bali Post. Gubernur Koster juga menyerahkan penghargaan untuk pemenang berbagai lomba yang dilaksanakan serangkaian memeriahkan BBB VIII.

 Selanjutnya, diserahkan pula sertifikat Warisan Budaya Takbenda kepada Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Bali. Penutupan BBB VIII Tahun 2026 yang dihadiri Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Pimpinan OPD di Lingkungan Pemprov Bali diwarnai peluncuran Tema BBB IX Tahun 2027 yaitu Wana Kerthi Gemuh Landuh Sarwa Tumbuh. Peluncuran ditandai dengan penaburan benih secara simbolis oleh Gubernur Koster yang diikuti visualisasi LED.(rl)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Koster: Pemerintah Wajib Fasilitasi Kebutuhan Sulinggih demi Jaga Budaya Bali

    Gubernur Koster: Pemerintah Wajib Fasilitasi Kebutuhan Sulinggih demi Jaga Budaya Bali

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan keberadaan para Sulinggih merupakan bagian penting yang juga wajib mendapat perhatian dari pemerintah. Mengingat mereka memiliki tugas dan tanggung jawab cukup berat di bidang ritual, dalam menjaga kedamaian dan keselamatan Bali secara niskala. Hal ini disampaikannya saat perayaan Ulang Tahun Sabha ke-4 Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat […]

  • Solidaritas Pemuda Mahasiswa Merah Putih Desak KPK Panggil Kadisdik Jatim Terkait Dugaan Korupsi Proyek Fiktif

    Solidaritas Pemuda Mahasiswa Merah Putih Desak KPK Panggil Kadisdik Jatim Terkait Dugaan Korupsi Proyek Fiktif

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta –Puluhan massa yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda Mahasiswa Merah Putih (SPMMP) menggelar demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Kavling IV Setiabudi Jakarta Selatan, pada senin (14/7/2025). Koordinatori aksi Bagoes Poedjoe Koesoemo menyebut dugaan kuat adanya praktik korupsi terkait proyek fiktif di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Paewai. […]

  • Gubernur Koster Dorong Etalase Khusus Arak Bali di Bandara Ngurah Rai

    Gubernur Koster Dorong Etalase Khusus Arak Bali di Bandara Ngurah Rai

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Gubernur Bali Wayan Koster meninjau area Duty Free serta outlet UMKM di terminal keberangkatan dan kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu, 8 Pebruari 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan produk UMKM Bali, khususnya Arak Bali, memperoleh ruang promosi yang layak di bandara internasional tersebut. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya […]

  • ” Situasi Tidak Baik- Baik Saja “, Ma’ ruf Amin Ingatkan Prabowo dan Para Menteri

    ” Situasi Tidak Baik- Baik Saja “, Ma’ ruf Amin Ingatkan Prabowo dan Para Menteri

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM — Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kabinetnya agar menyadari bahwa kondisi bangsa saat ini “tidak baik-baik saja”. Pesan itu ia sampaikan usai menghadiri acara halalbihalal di kediaman Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), di Jakarta. “Situasi sekarang tidak baik-baik saja. Karena itu, perlu kerja […]

  • Wayan Sayoga: Bali Tidak Boleh Dijual Atas Nama Investasi, Fraksi Golkar DPRD Bali Kini Jadi Sorotan

    Wayan Sayoga: Bali Tidak Boleh Dijual Atas Nama Investasi, Fraksi Golkar DPRD Bali Kini Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan kembali mengguncang ruang publik Bali. Di tengah isu pembabatan mangrove, dugaan persoalan tata ruang, hingga keberadaan pura dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), sorotan kini tidak hanya tertuju kepada investor, tetapi juga mulai mengarah tajam kepada sikap politik para wakil rakyat, termasuk […]

  • Mengakhiri Warisan 1984: Ketegasan Koster Menutup Luka Lama TPA Suwung

    Mengakhiri Warisan 1984: Ketegasan Koster Menutup Luka Lama TPA Suwung

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    DENPASAR , Matakompas.com — Selama lebih dari empat dekade, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung menjadi simbol persoalan klasik Bali yang tak kunjung terselesaikan. Sejak mulai beroperasi pada 1984, gunungan sampah di kawasan ini terus membesar, seolah menjadi warisan masalah lintas generasi yang tak tersentuh solusi nyata. Namun, di era kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, sejarah […]

expand_less