Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dari Bogotá ke Sanur: Belajar Iklim dari Desa Adat, Bali Tunjukkan Jalan Menuju Nol Emisi 2045

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Suasana berbeda terasa di Desa Adat Intaran, Sanur, awal Mei ini. Bukan sekadar kunjungan seremonial, rombongan walikota dan pejabat Pemerintah Kolombia datang dengan satu tujuan: belajar langsung bagaimana Bali merancang masa depan rendah emisi berbasis komunitas.

Didampingi Kedutaan Besar Republik Kolombia, delegasi menelusuri Kawasan Rendah Emisi (KRE) Sanur—sebuah inisiatif yang digagas WRI Indonesia bersama Koalisi Bali Emisi Nol Bersih. Di tempat ini, konsep besar tentang aksi iklim diterjemahkan menjadi praktik nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dari pemanfaatan tenaga surya di fasilitas publik seperti subak dan Pasar Intaran, hingga penataan ruang taktis di kawasan Segara Ayu, para delegasi melihat bagaimana teknologi dan kearifan lokal berjalan beriringan. Mereka juga meninjau shuttle listrik yang terintegrasi dengan pelebaran trotoar—sebuah upaya mendorong mobilitas rendah emisi yang inklusif.

“Kami datang karena Kolombia dan Indonesia menghadapi tantangan yang serupa. Di sini kami melihat kolaborasi nyata yang bisa direplikasi,” ujar Diplomatic Mission Leader, David Lopez Jimenez.

Tak hanya mengandalkan teknologi, kekuatan utama KRE Sanur justru terletak pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, desa adat, komunitas, hingga mitra pembangunan duduk bersama merancang solusi. Model ini dinilai menjadi kunci dalam mengejar target ambisius Bali menuju emisi nol bersih pada 2045.

Komite Pengarah Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, Nirarta Samadhi, menegaskan bahwa upaya ini bukan tanpa tantangan. Namun justru dari koordinasi lintas sektor itulah lahir berbagai inovasi yang terus diuji untuk diperluas ke wilayah lain.

Di tingkat lokal, Desa Adat Intaran memainkan peran penting. Melalui BUPDA, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pelaku utama. Ketua BUPDA Intaran, Anak Agung Aryateja, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara teknologi hijau, ekonomi, dan nilai budaya.

“Kami ingin Sanur menjadi contoh kawasan berkelanjutan yang dikelola komunitas, tapi tetap terbuka bagi wisatawan dan masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, isu transportasi publik juga menjadi sorotan. Dyah Roosline dari FDT Bali mengingatkan bahwa keberlanjutan tidak bisa dilepaskan dari akses transportasi yang terjangkau dan konsisten.

Kunjungan ini bukan sekadar ajang berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas negara. Dari Bogotá ke Sanur, ada benang merah yang menghubungkan: kebutuhan akan solusi iklim yang nyata, terukur, dan bisa diterapkan.

Bagi Bali, langkah ini menjadi penegasan bahwa jalan menuju emisi nol bersih tidak hanya dibangun dari kebijakan besar, tetapi juga dari desa—dari komunitas yang bergerak bersama menjaga masa depan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi Lima DPRD Jawa Barat Diah Fitri Maryani Adakan Reses Ke Dua Tahun Sidang 2024-2025.

    Anggota Komisi Lima DPRD Jawa Barat Diah Fitri Maryani Adakan Reses Ke Dua Tahun Sidang 2024-2025.

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan Diah Fitri Maryani, SE,MM melaksanakan kegiatan Reses ke Dua Tahun Sidang 2024-2025. Kegiatan tersebut di laksanakan di Gor Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kamis 06/03/25 Acara di hadiri oleh Camat Talun Abdul Roup, SH, M.H, Kuwu Desa Sampiran Sujito, Tokoh Masyarakat […]

  • Dugaan Pemerasan dan Penyuapan Febrie, KOSMAK: Jaksa Agung Harus Bertanggung Jawab

    Dugaan Pemerasan dan Penyuapan Febrie, KOSMAK: Jaksa Agung Harus Bertanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Badai yang tengah melanda institusi Kejaksaan Agung Republik Indonesia pasca ditahannya eks-Jampidsus Febrie Adriansyah, tidak akan pernah berlalu sebelum Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dicopot. Akar persoalan penyebab hancurnya marwah dan integritas lembaga dominus litis pengendali perkara pidana (master of the case) itu ada pada dirinya. Dugaan pemerasan dan penyuapan yang dilakukan eks-Jampidsus […]

  • Diskusi Publik IWO Bali: Pansus TRAP Bongkar Arah Kendali Tata Ruang Pulau Dewata

    Diskusi Publik IWO Bali: Pansus TRAP Bongkar Arah Kendali Tata Ruang Pulau Dewata

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Isu krusial mengenai masa depan tata ruang Pulau Dewata kembali mengemuka. Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali akan mengangkat tema strategis bertajuk “Siapa Pengendali Tata Ruang Bali: Pemerintah atau Investor?” dalam acara Diskusi Publik Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, di gelar Sabtu, 11 April 2026. Diskusi […]

  • Kasus SPBU di Atas Sungai Jadi Cermin Lemahnya Pengawasan, Gede Harja Astawa: Pelanggar Tata Ruang Tindak Tegas 

    Kasus SPBU di Atas Sungai Jadi Cermin Lemahnya Pengawasan, Gede Harja Astawa: Pelanggar Tata Ruang Tindak Tegas 

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Kasus dugaan pelanggaran tata ruang berupa pembangunan SPBU di atas aliran sungai di kawasan Pemogan, Denpasar, memantik perhatian serius dari Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa. Ia menilai kasus ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan cerminan lemahnya sistem pengawasan dan penerapan aturan di lapangan. Menurut Harja, pelanggaran seperti ini […]

  • Jalankan Arahan Presiden RI, Gubernur Koster Pimpin Rakor Forkopimda se-Bali, Perkuat Penanganan Sampah dan Tata Kelola Pariwisata

    Jalankan Arahan Presiden RI, Gubernur Koster Pimpin Rakor Forkopimda se-Bali, Perkuat Penanganan Sampah dan Tata Kelola Pariwisata

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam rapat koordinasi nasional beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus tingkat Provinsi serta Kota/Kabupaten se-Bali, bertempat di Gedung Wiswasabha Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar pada Kamis (19/2/2026). Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi seluruh […]

  • Kecelakaan di Tol Gempol – Pasuruan Bus Tabrak Truk Wing Box, Sopir Meninggal Dunia

    Kecelakaan di Tol Gempol – Pasuruan Bus Tabrak Truk Wing Box, Sopir Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    PASURUAN,JARRAKPOS.COM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin (14/4/2025) pagi. Sebuah bus menabrak bagian belakang truk wing box, menyebabkan sopir bus tewas dan empat penumpang luka. Kronologi Kecelakaan : Truk Hino wing box melaju dari Jakarta menuju Denpasar, namun ditabrak dari belakang oleh bus Akas di KM 796,200 jalur A. […]

expand_less