Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kejati Bali Bongkar Dugaan Akal-akalan Ruislag BTID, Pipil Warga Dipakai Tukar Guling Lahan Negara?

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KARANGASEM – Dugaan praktik akal-akalan dalam proses tukar guling (ruislag) lahan mangrove yang dikaitkan dengan proyek PT Bali Turtle Island Development (BTID) mulai terkuak. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali kini mendalami dugaan penggunaan pipil masyarakat untuk menguasai lahan yang disinyalir merupakan tanah negara atau kawasan hutan.

Pengusutan itu mengemuka saat Kejati Bali bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran lahan di Karangasem.

Pada hari kedua joint survey, tim bergerak ke sejumlah titik di Desa Dukuh, Desa Tulamben tepatnya Dusun Batudawa, hingga Desa Baru Ringgit dengan total luas lahan sekitar 18,1 hektare.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi Tindak Pidana Khusus Kejati Bali, Anak Agung Ngurah Jayalantara, mengungkapkan informasi awal yang diperoleh di lapangan menyebut lahan-lahan tersebut sebelumnya merupakan pipil masyarakat.

“Informasi dari lapangan memang lahan pipil masyarakat sebelumnya,” ujar Jayalantara, Kamis (7/5).

Bahkan, menurutnya hampir seluruh bidang tanah yang kini masuk objek penelusuran disebut berasal dari status pipil.

“Semuanya infonya pipil,” katanya.

Namun di balik klaim tersebut, muncul dugaan lebih serius. Kejati Bali kini menelusuri kemungkinan adanya penguasaan lahan secara di bawah tangan sebelum dijadikan objek tukar guling dalam skema ruislag BTID.

Kecurigaan itu semakin menguat setelah lokasi yang diperiksa sehari sebelumnya di kawasan Banjar Dinas Badeg Dukuh, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, diduga berada dalam kawasan hutan negara yang selama ini dikelola KPH Bali Timur.

Artinya, muncul pertanyaan besar: bagaimana lahan yang diduga kawasan hutan bisa berubah menjadi objek tukar guling?

Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan adanya transaksi tidak resmi atau penguasaan lahan secara ilegal, Jayalantara menyebut hal itu masih didalami penyidik.

“Nah itu yang lagi kita cari juga,” ungkapnya.

Sebelumnya, Rabu (6/5), Kejati Bali juga telah melakukan pengecekan terhadap sekitar 22 hektare lahan di Desa Sebudi yang kini menjadi salah satu titik krusial dalam penyidikan.

Jayalantara menegaskan perkara tersebut sudah masuk tahap penyidikan umum sejak awal 2025 dan menjadi bagian dari pengusutan besar terkait sertifikat Ruang Terbuka Hijau (RTH) PT BTID.

“Penyidikan umum ya, itu sejak awal tahun 2025. Itu bagian dari sertifikat RTH PT BTID,” tegasnya.

Menurutnya, penyidikan tidak hanya menyasar satu atau dua bidang tanah, tetapi seluruh rangkaian proses tukar guling yang diduga telah berlangsung sejak tahun 1995.

“Supaya kerja kita sekaligus, bukan hanya masalah 16 sertifikat saja. Jadi semuanya kita dalami,” katanya.

Saat ini, Kejati Bali masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, hingga memverifikasi asal-usul dan status lahan yang masuk dalam skema ruislag tersebut.

“Tujuan kami mencari data objektif dan valid supaya tidak salah dalam membuat analisa yuridis terkait luasan lahan yang ada,” jelas Jayalantara.

Ia juga mengungkapkan bahwa peta areal lahan (PAL) dari BPKH telah dikoordinatkan oleh BPN berdasarkan Surat Keputusan Menteri. Meski demikian, status awal lahan masih terus diverifikasi untuk memastikan apakah benar berasal dari pipil masyarakat, Sertifikat Hak Milik (SHM), atau justru tanah negara.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik Bali karena berpotensi membuka tabir lama dugaan praktik tukar guling lahan mangrove yang sarat persoalan, termasuk kemungkinan penguasaan aset negara secara tidak sah dalam proyek yang dikaitkan dengan BTID.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 55 Kepala Daerah Kader PDIP Belum Ikuti Retret di Akmil

    55 Kepala Daerah Kader PDIP Belum Ikuti Retret di Akmil

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pagi ini sebanyak 55 kepala daerah kader PDIP yang sudah di Magelang belum masuk mengikuti retret di Akmil. Pihak panitia masih menunggu kehadirannya. “(Kepala daerah lain belum bergabung) Belum ada, belum ada. Kami masih menunggu, kami masih menunggu untuk yang belum bergabung,” kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto kepada wartawan di Magelang, Minggu (23/2/2025) […]

  • PPNI Rayakan HUT ke-51 dengan Rangkaian Kegiatan Sosial dan Ilmiah

    PPNI Rayakan HUT ke-51 dengan Rangkaian Kegiatan Sosial dan Ilmiah

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 830
    • 0Komentar

    Jakarta,Jarrakpos.com – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-51 dengan berbagai kegiatan sosial dan ilmiah yang tersebar di seluruh Indonesia. Bertempat di Graha PPNI, Jalan Lenteng Agung Raya no 64. Jagakarsa, Jakarta, Senin 17 Maret 2023 Ketua Umum PPNI, Dr. Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep., M.H., menegaskan bahwa perayaan tahun ini […]

  • Pemkab Cirebon Berupaya Tangani Persoalan Banjir di Timur Dan Barat

    Pemkab Cirebon Berupaya Tangani Persoalan Banjir di Timur Dan Barat

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menggelar rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Kamis (30/1/2025). Dalam rapat yang digelar di kantor BBWS Cimanuk-Cisanggarung itu, Wahyu menyampaikan terkait penanganan banjir yang dilakukan Pemkab Cirebon bersama BBWS dari wilayah timur hingga barat. Ia mengatakan, sejumlah perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir, […]

  • Menjelang Masa Jabatan Berakhir Bupati Indramayu Nina Agustina Memgadakan Syukuran Pembangunan Mall .

    Menjelang Masa Jabatan Berakhir Bupati Indramayu Nina Agustina Memgadakan Syukuran Pembangunan Mall .

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Mall Indramayu dipastikan mulai beroperasi pada awal Maret 2025 nanti. Saat ini progres pembangunannya diketahui sudah mencapai sekitar 90 persen. General Manager Mall Indramayu, Ohezisokhi Maruhawa mengatakan, untuk keterisian tenan yang akan membuka usaha di Mall Indramayu sendiri sekarang sudah sekitar 87 persen. Tenan tersebut diantaranya Matahari Departemen Store, Cinema XXI, Azko, Fun […]

  • Gung Cok Geram Namanya Dikaitkan Penolakan Rekomendasi Pansus TRAP: Saya Tolak Pembacaan, Bukan Isinya

    Gung Cok Geram Namanya Dikaitkan Penolakan Rekomendasi Pansus TRAP: Saya Tolak Pembacaan, Bukan Isinya

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    DENPASAR – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok, meluruskan pemberitaan yang menyebut dirinya menolak rekomendasi Pansus TRAP dalam Rapat Paripurna ke-41 DPRD Bali, Jumat (19/6/2026). Gung Cok menegaskan dirinya tidak pernah menolak substansi rekomendasi yang telah disepakati bersama. Keberatannya […]

  • PSN Ngada Hentikan Langkah Persab Belu, Laga Sarat Dendam Berakhir 1–0

    PSN Ngada Hentikan Langkah Persab Belu, Laga Sarat Dendam Berakhir 1–0

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 30
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Harapan besar publik Belu untuk melihat Laskar Manuaman Lakaan menjejak semifinal ETMC 2025 kembali kandas. Di laga 8 besar yang berlangsung panas di Stadion Marilonga, Persab Belu harus mengakui keunggulan PSN Ngada dengan skor tipis 1–0. Kekalahan ini terasa semakin pahit karena sejarah panjang kedua tim menyimpan luka yang belum sembuh bagi Belu. […]

expand_less