Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wayan Sayoga: Bali Tidak Boleh Dijual Atas Nama Investasi, Fraksi Golkar DPRD Bali Kini Jadi Sorotan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan kembali mengguncang ruang publik Bali. Di tengah isu pembabatan mangrove, dugaan persoalan tata ruang, hingga keberadaan pura dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), sorotan kini tidak hanya tertuju kepada investor, tetapi juga mulai mengarah tajam kepada sikap politik para wakil rakyat, termasuk Fraksi Golkar DPRD Bali.

Di media sosial, publik ramai mempertanyakan keberpihakan elite politik daerah setelah beredarnya foto pertemuan sejumlah anggota DPRD Bali bersama Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID), Tantowi Yahya. Pertemuan tersebut memantik persepsi publik bahwa sebagian elite politik dinilai terlalu dekat dengan kepentingan investor di tengah meningkatnya kegelisahan masyarakat adat terhadap masa depan Bali.

Pertanyaan publik pun mengeras: apakah para wakil rakyat masih berdiri bersama masyarakat Bali, atau mulai terlihat kompromistis terhadap kekuatan modal besar?

Narasi kritik itu semakin liar karena muncul di tengah meningkatnya sensitivitas masyarakat terhadap isu lingkungan, adat, dan ruang spiritual Bali. Sejumlah warga menilai lembaga politik daerah belum menunjukkan sikap tegas dalam merespons berbagai dugaan persoalan yang berkembang di kawasan KEK Kura-Kura Bali.

Mulai dari dugaan pembatasan akses ibadah, keberadaan pura di dalam area SHGB, ketimpangan ekonomi masyarakat lokal, hingga kekhawatiran masyarakat adat kehilangan ruang hidupnya sendiri, menjadi bahan diskusi yang terus membesar di ruang publik.

Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali, Wayan Sayoga, mengingatkan bahwa pembangunan Bali tidak boleh hanya diletakkan di atas kepentingan investasi semata. Menurutnya, Bali memiliki fondasi filosofi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan, yakni Tri Hita Karana.

“Pembangunan di Bali tidak boleh hanya berorientasi investasi semata, tetapi wajib mempertimbangkan keseimbangan hubungan manusia dengan alam, budaya, dan spiritualitas masyarakat Bali, termasuk keberlangsungan hingga 100 tahun ke depan,” tegasnya di Denpasar, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan itu dianggap sebagai sinyal keras bahwa pembangunan di Bali mulai memasuki titik rawan ketika orientasi ekonomi dinilai berpotensi menggeser nilai-nilai adat dan spiritual yang selama ini menjadi ruh Pulau Dewata.

Kekhawatiran publik bukan tanpa alasan. Bali saat ini dinilai menghadapi tekanan besar akibat derasnya arus investasi. Tanah-tanah strategis mulai dikuasai pemodal besar, kawasan wisata tumbuh masif, sementara sebagian masyarakat lokal justru merasa semakin jauh dari akses ekonomi di tanahnya sendiri.

Di tengah situasi tersebut, Fraksi Golkar DPRD Bali kini ikut berada dalam pusaran sorotan publik. Sikap politik mereka dinilai akan menjadi penentu apakah DPRD Bali benar-benar menjalankan fungsi pengawasan secara kritis atau justru terlihat lebih lunak terhadap proyek strategis yang menuai kontroversi.

Polemik KEK Kura-Kura Bali juga kembali membangkitkan ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah perlawanan Bali pada tahun 1995/1996 saat rencana penggusuran Pura Rawamangun mencuat di era Orde Baru.

Kala itu, masyarakat Bali bersatu dalam semangat yang dikenal dengan “5A” — Anak muda, Akademisi, Adat, Agama, dan Awak Media. Mereka bergerak bersama mempertahankan simbol spiritual Bali dari ancaman kekuasaan besar.

Dipimpin Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa bersama 14 tokoh Bali lainnya, perjuangan dilakukan tanpa kekerasan, namun penuh keyakinan dan keteguhan menjaga marwah Bali. Hasilnya, rencana penggusuran akhirnya dibatalkan.

Kini, semangat itu kembali digaungkan di tengah kegelisahan publik terhadap arah pembangunan Bali modern.

Sejumlah kalangan menyerukan agar generasi Bali tidak hanya menjadi penonton di tanah leluhurnya sendiri. Kesadaran menjaga dharma, menghormati tanah sebagai Ibu Pertiwi, membangun ekonomi kerakyatan berbasis budaya lokal, serta memperkuat media sebagai alat perjuangan sosial kembali menjadi narasi yang menguat.

“Bali tidak membutuhkan generasi yang hanya pandai berbicara, tetapi generasi yang berani berdiri menjaga tanah leluhurnya,” menjadi pesan moral yang terus beredar di tengah polemik ini.

Publik kini menunggu keberanian para pemangku kebijakan, termasuk Fraksi Golkar DPRD Bali, untuk menentukan arah keberpihakan mereka: menjaga Bali sebagai warisan budaya dan spiritual dunia, atau membiarkan Pulau Dewata perlahan berubah menjadi pulau investasi yang kehilangan jiwanya sendiri.

Seperti kutipan Veda yang kembali ramai digaungkan masyarakat Bali: Satyameva Jayate — hanya kebenaran yang akan menang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Rumah Di Cirebon Ludes Dilalap Sijago Merah

    Dua Rumah Di Cirebon Ludes Dilalap Sijago Merah

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Dua rumah milik warga di lalap si jago merah, rumah tersebut milik Ibu Suyanti dan Bapak H. Radima yang beralamat di Desa Bakung Lor Blok Gempol RT 06 RW 02 , Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Rabu 16 April 2025. Menurut informasi dari Ibu Suyanti saat kejadian pihaknya sedang beraktifitas masak-memasak untuk jualan, […]

  • Turun Malam ke SPBU, Wayan Bawa Pastikan Stok BBM Aman dan Beri Perhatian kepada Petugas

    Turun Malam ke SPBU, Wayan Bawa Pastikan Stok BBM Aman dan Beri Perhatian kepada Petugas

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    BADUNG | Di tengah situasi antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali, anggota DPRD Provinsi Bali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Badung Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Bawa, S.H., turun langsung memantau kondisi SPBU di wilayah Kabupaten Badung pada Sabtu (17/10/2026) malam. Kehadiran I Wayan Bawa bukan sekadar untuk melihat situasi […]

  • Andi Abdul Rahim Pimpin Percasi T Balai

    Andi Abdul Rahim Pimpin Percasi T Balai

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 701
    • 0Komentar

    Tanjungbalai – Andi Abdul Rahim terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Tanjungbalai periode 2025-2029. Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Kota (Muskot) Percasi Kota Tanjungbalai, Sabtu (11/1/2025).  Andi menyampaikan visinya untuk mengembangkan catur di Kota Tanjungbalai. Ia berencana melakukan pembinaan catur secara berkelanjutan. “Insyaallah, pembinaan catur dari dini mulai dari jenjang […]

  • Kepala Perwakilan BI Bali Berganti, Gubernur Koster Harapkan Dukungan Percepatan Transformasi Ekonomi

    Kepala Perwakilan BI Bali Berganti, Gubernur Koster Harapkan Dukungan Percepatan Transformasi Ekonomi

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster berharap dukungan Bank Indonesia dalam mempercepat transformasi ekonomi Bali menuju ekonomi yang hijau, digital, inklusif, dan berkelanjutan. Harapan tersebut tertuang dalam sambutan tertulis Gubernur Bali yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra pada acara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, […]

  • Rocky Gerung dan Kopi Arak Bali: Retorika, AI dan Jati Diri di Hadapan Mahasiswa UNMAS

    Rocky Gerung dan Kopi Arak Bali: Retorika, AI dan Jati Diri di Hadapan Mahasiswa UNMAS

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung berhasil memukau ribuan mahasiswa Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar dalam Kuliah Umum bertajuk Dialektika & Retorika: Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence (AI) di Auditorium Saraswati, Denpasar, Selasa, 6 Januari 2026. Kuliah umum yang dipandu langsung Rektor UNMAS Prof. Dr. Sukawati Lanang Pertama itu berlangsung semarak. […]

  • Polisi Dinilai Gagal lindungi Keselamatan Pendemo, Publik Desak Presiden Copot Kapolri

    Polisi Dinilai Gagal lindungi Keselamatan Pendemo, Publik Desak Presiden Copot Kapolri

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta — Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI) mengecam keras insiden tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). Peristiwa itu dinilai sebagai bukti nyata bahwa Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo gagal menjaga keselamatan rakyat dan cenderung berulang melakukan tindakan represif yang […]

expand_less