Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akademisi UHN Soroti KEK Kura-Kura Bali PT BTID: “Pembangunan Bali Harus Berpijak pada Tri Hita Karana, Bukan Sekadar Investasi”

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali yang dikelola PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali memantik perhatian publik Bali. Di tengah sorotan soal lingkungan, tata ruang, hingga isu keberadaan pura yang disebut masuk dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) kawasan proyek, kini muncul kritik tajam dari kalangan akademisi terkait arah pembangunan Bali ke depan.

Sorotan semakin menguat setelah beredarnya foto pertemuan sejumlah anggota DPRD Bali bersama Presiden Komisaris PT BTID, Tantowi Yahya. Foto tersebut viral di media sosial dan memunculkan pertanyaan publik mengenai posisi politik para wakil rakyat di tengah kontroversi proyek strategis tersebut.

Sebagian masyarakat menilai, di tengah keresahan warga adat dan masyarakat lokal terkait masa depan ruang hidup Bali, para elite politik semestinya menunjukkan keberpihakan yang tegas terhadap kepentingan rakyat Bali, bukan justru terkesan lebih lunak terhadap kepentingan investor besar.

Menanggapi dinamika tersebut, Akademisi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. I Gede Sutarya, menegaskan bahwa DPRD Bali, khususnya Fraksi Golkar, memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga ajeg Bali dalam jangka panjang.

Menurutnya, pembangunan Bali tidak cukup hanya berbicara investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi wajib berpijak pada filosofi luhur Tri Hita Karana yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.

“Sebagai wakil rakyat harus membuktikan kinerjanya dengan berkomitmen pada Tri Hita Karana. Salah satu unsurnya adalah pawongan, yang dalam konteks kekinian berarti pemberdayaan masyarakat lokal,” tegas Prof. Sutarya.

Ia menilai hingga saat ini model pemberdayaan masyarakat lokal belum tampak nyata dalam proyek KEK Kura-Kura Bali. Padahal, masyarakat lokal seharusnya menjadi subjek utama pembangunan, bukan sekadar penonton di tanahnya sendiri.

“Model pemberdayaan itu sampai saat ini belum terlihat dalam proyek KEK Kura-Kura Bali,” ujarnya.

Prof. Sutarya juga menyoroti lemahnya ruang partisipasi masyarakat lokal dalam proses pembangunan kawasan tersebut. Menurutnya, apabila masyarakat Bali hanya ditempatkan sebagai pelengkap dalam proyek-proyek besar, maka dampak sosial dan budaya di masa depan berpotensi meminggirkan masyarakat adat dari ruang hidupnya sendiri.

“Jika peran masyarakat lokal kecil, maka harapan untuk mendapatkan kontribusi juga kecil. Karena itu pembangunan apa pun di Bali harus memberikan ruang besar bagi masyarakat lokal agar manfaatnya kembali kepada masyarakat Bali,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pembangunan yang mengabaikan keseimbangan hubungan manusia, lingkungan, dan kesucian budaya Bali berisiko melemahkan aspek parahyangan dalam konsep Tri Hita Karana.

Bagi Prof. Sutarya, kesucian Bali bukan sekadar simbol atau slogan, melainkan lahir dari harmonisasi nyata antara manusia, budaya, lingkungan, dan spiritualitas yang selama ini dijaga masyarakat adat Bali secara turun-temurun.

Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat kekhawatiran publik bahwa pembangunan berbasis investasi besar tanpa keterlibatan kuat masyarakat lokal perlahan dapat menggeser identitas Bali.

“Bali tidak lagi hanya dihuni oleh masyarakat adatnya, tetapi juga oleh mereka yang datang membawa modal dan ambisi, membeli tanah, membangun imperium pribadi, lalu perlahan mendikte arah budaya lokal,” menjadi refleksi kritis yang kini ramai diperbincangkan di tengah polemik KEK Kura-Kura Bali.

Di tengah situasi tersebut, kalangan akademisi, masyarakat sipil, dan kelompok adat terus mendorong agar setiap pembangunan strategis di Bali tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan, transparansi, perlindungan kawasan suci, serta keberpihakan nyata terhadap masyarakat lokal sebagai pemilik utama kebudayaan Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibadah Dihalangi Perusahaan, Pansus TRAP DPRD Bali Nilai Kasus Jimbaran Masuk Ranah Pidana

    Ibadah Dihalangi Perusahaan, Pansus TRAP DPRD Bali Nilai Kasus Jimbaran Masuk Ranah Pidana

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Ketegangan memuncak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali yang digelar, Rabu, 7 Januari 2026. Sorotan tajam diarahkan kepada PT Jimbaran Hijau (PT JH), perusahaan yang menguasai kawasan luas di Jimbaran, Kabupaten Badung. Dalam forum resmi tersebut, Pansus TRAP menilai keberadaan PT […]

  • Menjaga Adi Luhung Kebudayaan Bali, Gubernur Koster Terbitkan Pergub Baru Perkuat Pembelajaran Bahasa dan Kearifan Lokal

    Menjaga Adi Luhung Kebudayaan Bali, Gubernur Koster Terbitkan Pergub Baru Perkuat Pembelajaran Bahasa dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, bahasa, dan nilai-nilai kearifan lokal Bali melalui pengundangan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Mata Pelajaran Muatan Lokal pada Pendidikan Formal dan Pendidikan Berbasis Masyarakat. Regulasi yang ditetapkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, menjadi langkah strategis dalam memperkuat […]

  • Polresta Cirebon Laksanakan Patroli Sahur Bangunkan Masyarakat dan Ciptakan Kondusivitas.

    Polresta Cirebon Laksanakan Patroli Sahur Bangunkan Masyarakat dan Ciptakan Kondusivitas.

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Bulan Ramadhan, Polresta Cirebon menggelar kegiatan Patroli Sahur untuk membangunkan masyarakat dab menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadhan, Minggu,(9 /3/2025) dini hari. Patroli Sahur ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Binmas (Kasat Binmas) Polresta Cirebon, KOMPOL Edi Baryana, A.Md., yang didampingi oleh […]

  • Dilarang Beroperasi Selama 2 Minggu, Kusir Delman Dapatkan Konfensasi Uang Sebesar Rp. 3 Juta

    Dilarang Beroperasi Selama 2 Minggu, Kusir Delman Dapatkan Konfensasi Uang Sebesar Rp. 3 Juta

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 733
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Sebanyak 169 Kusir delman di Kabupaten Kuningan mendapatkan kompensasi karena tidak diperkenankan untuk beroperasi selama arus mudik dan balik, Lebaran 2025 dari Pemprov Jawa Barat. Mereka dapat uang sebesar Rp.3 juta rupiah. Penyaluran kompensasi bagi kusir delman secara simbolis diberikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, di Teras Pendopo Kuningan, […]

  • Dari Lapangan Sederhana ke GOR Denpasar, Perjuangan Tim Basket Chis Menyatu dalam Semangat Sportivitas

    Dari Lapangan Sederhana ke GOR Denpasar, Perjuangan Tim Basket Chis Menyatu dalam Semangat Sportivitas

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Suasana Gedung Olahraga di Denpasar sore itu dipenuhi energi yang mengalir dari setiap sudut ruangan. Sorak sorai penonton menggema dari tribun, berpadu dengan gemerlap cahaya lampu yang memantul di lantai kayu mengilap. Di tengah lapangan, para pemain basket berseragam Chis berdiri membentuk lingkaran rapat. Tangan mereka saling bertumpuk, disusul teriakan penuh semangat—sebuah […]

  • Tiga WNA Terjaring Operasi Imigrasi Denpasar, Dugaan Prostitusi Online Terbongkar dari Penelusuran Digital

    Tiga WNA Terjaring Operasi Imigrasi Denpasar, Dugaan Prostitusi Online Terbongkar dari Penelusuran Digital

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DENPASAR — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar kembali menunjukkan ketegasan dalam mengawasi aktivitas warga negara asing (WNA) di Bali. Tiga perempuan WNA diamankan dalam operasi yang digelar Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Sabtu (2/5/2026), terkait dugaan praktik prostitusi online yang melibatkan penyalahgunaan izin tinggal. Pengungkapan kasus ini bermula dari patroli siber yang dilakukan […]

expand_less