Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mantan Ketua Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra: Masyarakat Bali Mulai “Patah Hati”, Pemerintah Diminta Tata Ulang Blueprint Pariwisata dan Selamatkan Ekonomi Lokal

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali periode 2015–2020, Dr. Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, S.H., M.H., menilai perubahan karakter masyarakat Bali yang belakangan semakin keras merupakan dampak akumulasi persoalan ekonomi, ketimpangan pembangunan, hingga kemacetan lalu lintas yang semakin parah.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di kantornya, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Rabu (29/7/2026). Alit Wiraputra yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Korwil Bali Nusra Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) Provinsi Bali menegaskan bahwa kemajuan sektor pariwisata belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali justru lebih banyak dinikmati oleh pemilik modal, sementara masyarakat Bali mulai mengalami tekanan ekonomi yang berdampak pada perubahan perilaku sosial.

“Karakter masyarakat Bali perlahan berubah. Dulu masyarakat dikenal santun, bijaksana, dan rendah hati. Sekarang mulai lebih keras karena tekanan ekonomi yang terus meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemacetan lalu lintas yang setiap hari terjadi di kawasan Denpasar, Badung, hingga Ubud turut memengaruhi kondisi psikologis masyarakat. Waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya hanya sekitar 10 hingga 15 menit kini dapat mencapai 30 hingga 60 menit.

“Kemacetan bukan hanya persoalan transportasi, tetapi sudah menjadi persoalan psikologis masyarakat. Setiap hari menghadapi kemacetan membuat tingkat stres meningkat,” katanya.

Selain itu, Agung Alit menilai masyarakat Bali kini semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut, menurutnya, memicu meningkatnya berbagai persoalan sosial yang sebelumnya jarang terjadi di Pulau Dewata.

Ia menggambarkan perubahan kondisi sosial masyarakat Bali dengan membandingkan situasi masa lalu, ketika kendaraan yang ditinggalkan tanpa pengawasan masih relatif aman, dengan kondisi sekarang yang menurutnya jauh berbeda akibat tekanan ekonomi.

Lebih jauh, Agung Alit Wiraputra menyebut masyarakat Bali saat ini justru menjadi “penonton di rumah sendiri”. Ia menilai sebagian besar investasi yang berkembang di sektor pariwisata tidak lagi dikuasai masyarakat lokal sehingga manfaat ekonominya tidak dirasakan secara optimal.

“Pulau Bali dikenal dunia sebagai surga pariwisata, tetapi masyarakat Bali justru semakin sulit mendapatkan pekerjaan dan menikmati hasil pembangunan pariwisata,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan pariwisata Bali melalui penyusunan kembali blueprint atau cetak biru pengembangan pariwisata yang berpihak kepada masyarakat lokal.

Menurutnya, pembangunan selama ini terlalu terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, khususnya Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sehingga memicu kepadatan penduduk, kemacetan, serta tekanan terhadap lingkungan.

Ia mengusulkan agar investasi pariwisata baru diarahkan ke daerah lain seperti Karangasem, Jembrana, dan Buleleng sehingga pemerataan pembangunan dapat terwujud.

“Pemerataan pembangunan harus dilakukan. Jangan semua pembangunan hanya berpusat di Bali Selatan. Investor perlu diarahkan membangun kawasan pariwisata baru di daerah lain agar manfaat ekonomi dirasakan lebih merata,” tegasnya.

Dalam bidang transportasi, Gung Alit juga menyarankan pemerintah membatasi operasional kendaraan berat di kawasan perkotaan pada siang hari. Ia mengusulkan kendaraan dengan enam roda ke atas hanya beroperasi pada malam hari agar tidak memperparah kemacetan.

Selain pembangunan infrastruktur, ia menekankan pentingnya menjaga adat, budaya, dan sektor ekonomi kreatif masyarakat Bali. Menurutnya, keberhasilan pariwisata Bali sangat bergantung pada kekuatan budaya lokal yang harus terus dilestarikan.

Ia mendorong pemerintah mewajibkan hotel, pusat oleh-oleh, dan pelaku usaha pariwisata memasarkan produk kerajinan asli Bali sebagai bentuk perlindungan terhadap perajin lokal.

“Jangan sampai souvenir yang dijual di Bali ternyata berasal dari luar daerah bahkan luar negeri, tetapi dipasarkan seolah-olah sebagai produk Bali. Ini sangat merugikan para perajin lokal,” katanya.

Agung Alit juga mengingatkan bahwa persaingan tenaga kerja di sektor pariwisata akan semakin ketat seiring terbukanya pasar kerja kawasan ASEAN. Karena itu, masyarakat Bali harus dipersiapkan agar tetap menjadi pelaku utama di daerahnya sendiri.

Menutup pernyataannya, Agung Alit Wiraputra mengajak pemerintah membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat untuk menyusun kebijakan pembangunan yang lebih berpihak kepada rakyat Bali.

“Peran pemerintah sangat penting dalam membangun karakter sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Mari kita duduk bersama menyusun blueprint pariwisata yang benar-benar berpihak kepada masyarakat Bali, menjaga adat, budaya, dan kesejahteraan rakyat agar masyarakat Bali tidak menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imigrasi Bali Perkuat Operasi Dharma Dewata, WNA di Titik Rawan Kini Diawasi Ketat Setiap Hari

    Imigrasi Bali Perkuat Operasi Dharma Dewata, WNA di Titik Rawan Kini Diawasi Ketat Setiap Hari

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 40
    • 0Komentar

    DENPASAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali terus memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di Pulau Dewata. Melalui Patroli Keimigrasian Dharma Dewata, pengawasan kini dilakukan secara intensif dan berkesinambungan setiap hari dengan menyasar berbagai wilayah yang menjadi titik konsentrasi aktivitas orang asing. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Imigrasi Bali […]

  • Raih Gelar Doktor Cumlaude,Anak Agung Dalem Pemayun Dorong Sewaka Dharma Jadi Model Pelayanan Berbasis Kearifan Lokal

    Raih Gelar Doktor Cumlaude,Anak Agung Dalem Pemayun Dorong Sewaka Dharma Jadi Model Pelayanan Berbasis Kearifan Lokal

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR – Anak Agung Gede Dalem Pemayun, SH., M.A.P., CCMS., resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Akademik Ujian Terbuka Promosi Doktor di Aula Lantai III Gedung Rektorat UNHI, Jalan Sangalangit, Tembau, Penatih, Denpasar Timur, Rabu (26/8/2026). Dalem Pemayun dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude […]

  • Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kapolresta Denpasar Kunjungi Puri Peguyangan untuk Rangkul Tokoh Adat

    Perkuat Sinergi Kamtibmas, Kapolresta Denpasar Kunjungi Puri Peguyangan untuk Rangkul Tokoh Adat

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Denpasar Bali, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H, melakukan kunjungan silaturahmi ke Puri Peguyangan, di Denpasar Utara, pada Selasa siang, 17 Februari 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda awal kepemimpinannya di wilayah hukum Polresta Denpasar yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan unsur adat […]

  • TripAdvisor Nobatkan Bali Peringkat Satu Dunia, Pariwisata Berbasis Budaya Tetap Unggul

    TripAdvisor Nobatkan Bali Peringkat Satu Dunia, Pariwisata Berbasis Budaya Tetap Unggul

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Pengakuan dunia terhadap Bali kembali menegaskan posisi Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata paling diminati secara global. Bali Indonesia resmi meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026 dalam ajang Travelers’ Choice Awards: Best of the Best yang dirilis oleh TripAdvisor, platform perjalanan internasional berbasis ulasan wisatawan. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa pariwisata […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA Australia, Dicekal 10 Tahun Usai Video Viral di Berawa

    Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA Australia, Dicekal 10 Tahun Usai Video Viral di Berawa

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BADUNG — Kantor Imigrasi Ngurah Rai mengambil tindakan tegas terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia berinisial B.A., setelah yang bersangkutan sempat menjadi sorotan publik menyusul beredarnya video di media sosial yang diduga memperlihatkan tindakan asusila di kawasan permukiman warga di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. B.A., pria […]

  • DPRD Badung Matangkan Regulasi Tata Beracara Badan Kehormatan

    DPRD Badung Matangkan Regulasi Tata Beracara Badan Kehormatan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BADUNG |DPRD Kabupaten Badung terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan DPRD tentang Tata Beracara Badan Kehormatan melalui rapat Panitia Khusus (Pansus) yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kabupaten Badung, Senin, 8 Juni 2026. Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Badan Kehormatan sekaligus Ketua Pansus, I Putu Parwata, didampingi Sekretaris Pansus I Made Yudana. Hadir pula, Anggota […]

expand_less