Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPC GMNI Se-Bali Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Pemerintah Hadir dengan Kebijakan Nyata untuk Rakyat

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Bali menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai semakin memperberat beban kehidupan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi nasional. Organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa situasi ekonomi saat ini telah menimbulkan tekanan nyata terhadap rakyat kecil dan membutuhkan respons konkret dari pemerintah.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam forum konsolidasi dan diskusi yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026, di Sekretariat DPC GMNI Denpasar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran DPC GMNI Denpasar, DPC GMNI Buleleng, DPC GMNI Bangli, dan DPC GMNI Tabanan sebagai bagian dari upaya menyatukan pandangan organisasi terhadap berbagai persoalan kebangsaan, khususnya kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.

Dalam forum tersebut, DPC GMNI se-Bali menilai bahwa pelemahan nilai rupiah tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan ekonomi makro atau fluktuasi pasar semata. Menurut mereka, kondisi tersebut telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, meningkatnya biaya hidup, serta melemahnya daya beli rakyat.

GMNI menyoroti bahwa masyarakat saat ini menghadapi situasi yang semakin sulit. Di satu sisi, kebutuhan hidup terus mengalami kenaikan, sementara di sisi lain kemampuan ekonomi masyarakat tidak tumbuh secara seimbang. Akibatnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari tekanan ekonomi tersebut.

“Pelemahan rupiah hari ini bukan sekadar persoalan angka dan statistik ekonomi. Ini adalah persoalan yang menyentuh dapur rakyat, mempengaruhi harga kebutuhan sehari-hari, dan menentukan kemampuan masyarakat untuk bertahan hidup,” demikian salah satu pandangan yang mengemuka dalam forum konsolidasi tersebut.

DPC GMNI se-Bali juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan narasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional tanpa melihat realitas yang dihadapi masyarakat. Menurut mereka, keberhasilan pembangunan harus diukur dari sejauh mana rakyat dapat merasakan manfaatnya secara langsung, bukan hanya berdasarkan capaian indikator ekonomi makro.

Atas dasar itu, DPC GMNI se-Bali menyampaikan lima poin sikap sebagai bentuk tuntutan dan masukan kepada pemerintah.

Pertama, menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta melindungi daya beli masyarakat kecil di tengah tekanan ekonomi nasional yang semakin berat.

Kedua, mendesak pemerintah untuk memperbaiki pola komunikasi publik agar lebih bijaksana, empatik, dan mampu memahami keresahan masyarakat. GMNI menilai komunikasi pemerintah harus mencerminkan kepekaan terhadap kondisi rakyat, bukan sekadar menyampaikan optimisme yang tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.

Ketiga, mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui perlindungan dan pemberdayaan petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, serta pelaku UMKM. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan prinsip Trisakti yang digagas oleh Soekarno, khususnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat.

Keempat, menolak model pembangunan ekonomi yang hanya berorientasi pada pertumbuhan statistik dan kepentingan pemilik modal besar tanpa menghadirkan pemerataan kesejahteraan. GMNI menilai pembangunan harus mampu mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan manfaat yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kelima, mengajak seluruh elemen rakyat, mahasiswa, dan gerakan pemuda untuk tetap kritis serta aktif mengawal kebijakan ekonomi nasional agar tetap berpihak kepada kaum marhaen dan kepentingan rakyat banyak.

Dalam pernyataannya, DPC GMNI se-Bali menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak membutuhkan pidato atau narasi yang hanya berupaya menenangkan keadaan. Yang dibutuhkan rakyat adalah kebijakan nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan ekonomi yang mereka hadapi setiap hari.

“Jangan biasakan rakyat hidup susah lalu menyebutnya kesederhanaan. Jangan biarkan rakyat terus berhemat sementara ketimpangan ekonomi terus dipertontonkan,” tegas GMNI dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, DPC GMNI se-Bali mengajak seluruh elemen gerakan rakyat untuk tidak bersikap pasif terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin menekan masyarakat kecil. Organisasi tersebut menegaskan bahwa perjuangan menjaga keberpihakan negara kepada kaum marhaen harus terus dilakukan agar arah pembangunan nasional tidak sepenuhnya didominasi oleh kepentingan modal dan elite ekonomi.

Melalui pernyataan sikap ini, DPC GMNI se-Bali berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial. Bagi GMNI, pembangunan nasional yang sejati bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang memastikan setiap warga negara dapat hidup layak, sejahtera, dan merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokumen Negara Ungkap Dugaan Resort PMA di Gianyar Beroperasi Tanpa Izin Sah, Pajak Daerah Jadi Sorotan

    Dokumen Negara Ungkap Dugaan Resort PMA di Gianyar Beroperasi Tanpa Izin Sah, Pajak Daerah Jadi Sorotan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dugaan pelanggaran perizinan oleh perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Gianyar kembali mencuat ke ruang publik. Kali ini, sorotan tidak lagi bertumpu pada asumsi atau kesaksian sepihak, melainkan pada rangkaian dokumen resmi negara yang mencatat adanya dugaan operasional resort mewah tanpa izin usaha yang sah dan sesuai ketentuan hukum Indonesia. Dokumen […]

  • Gagal Itu Biasa, yang Penting Bangkit Lagi! Kadispora Bengkulu Motivasi Anak Muda

    Gagal Itu Biasa, yang Penting Bangkit Lagi! Kadispora Bengkulu Motivasi Anak Muda

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, menegaskan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Menurutnya, anak muda harus punya mental baja dan nggak gampang menyerah saat menghadapi tantangan. “Gagal itu biasa, yang luar biasa itu mereka yang mau bangkit lagi. Jangan berhenti cuma karena sekali jatuh, karena […]

  • Ludes Terjual, Gudeg UMKM Ibu Wahyu Dipamerkan di Terminal Tipe A Tidar Magelang Lantai 2

    Ludes Terjual, Gudeg UMKM Ibu Wahyu Dipamerkan di Terminal Tipe A Tidar Magelang Lantai 2

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Produk UMKM warga Terminal Tidar ludes terjual saat Pameran di Terminal Tidar bertempat di lantai 2 pada 3- 5 Januari 2025 Kota Magelang. Sabtu,(4/1/2025). “Saya sangat bersyukur, masyarakat yang menyaksikan pameran dan membeli Gudeg begitu antusias sekali,” terang wahyu sambil tersenyum. Menurutnya produksi Gudeg milik kita sendiri masak sendiri dan di hari pertama […]

  • Demo Dugaan Korupsi BSPS, Massa Aksi Minta KPK Periksa Said Abdulah

    Demo Dugaan Korupsi BSPS, Massa Aksi Minta KPK Periksa Said Abdulah

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri Solidaritas Pemuda Madura #LawanKorupsi menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (21/2/2025). Dalam aksinya, Koordinator Solidaritas Pemuda Madura Abdul Saiful meminta agar KPK untuk mengusut kasus dugaan korupsi program Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sebagai informasi, kata […]

  • Dugaan Permainan Hukum, Notaris Terlibat Skenario PT Petro Energy Kuasai Saham PT Pada Idi

    Dugaan Permainan Hukum, Notaris Terlibat Skenario PT Petro Energy Kuasai Saham PT Pada Idi

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – PT Petro Energy, yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus rasuah di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), diduga bekerja sama dengan notaris dalam skenario pengambilalihan saham perusahaan tambang batubara PT Pada Idi. Hal itu terungkap dalam Akta Penyelesaian Perjanjian Kewajiban Para Pemegang Saham PT Pada Idi yang dibuat oleh Notaris Edward Suharjo […]

  • Tingkatkan Pelayanan Prima ke Masyarakat, Kantor Kejari Jakut Siap Dibangun

    Tingkatkan Pelayanan Prima ke Masyarakat, Kantor Kejari Jakut Siap Dibangun

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Dandeni Herdiana menyebut dalam waktu dekat pembangunan gedung baru Kejaksaan Negeri Jakarta Utara bakalan terealisasi. Pasalnya SK Gubernur DKI Jakarta No.873/2024 tanggal 27 Desember 2024 Tentang Persetujuan Pinjam Pakai Barang Milik Daerah Berupa Lahan seluas 4500 M2 di Jl. Yos Sudarso Jakarta Utara telah terbit. “Saya sebagai […]

expand_less