Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPC GMNI Se-Bali Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Pemerintah Hadir dengan Kebijakan Nyata untuk Rakyat

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Bali menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai semakin memperberat beban kehidupan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi nasional. Organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa situasi ekonomi saat ini telah menimbulkan tekanan nyata terhadap rakyat kecil dan membutuhkan respons konkret dari pemerintah.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam forum konsolidasi dan diskusi yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026, di Sekretariat DPC GMNI Denpasar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran DPC GMNI Denpasar, DPC GMNI Buleleng, DPC GMNI Bangli, dan DPC GMNI Tabanan sebagai bagian dari upaya menyatukan pandangan organisasi terhadap berbagai persoalan kebangsaan, khususnya kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.

Dalam forum tersebut, DPC GMNI se-Bali menilai bahwa pelemahan nilai rupiah tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan ekonomi makro atau fluktuasi pasar semata. Menurut mereka, kondisi tersebut telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, meningkatnya biaya hidup, serta melemahnya daya beli rakyat.

GMNI menyoroti bahwa masyarakat saat ini menghadapi situasi yang semakin sulit. Di satu sisi, kebutuhan hidup terus mengalami kenaikan, sementara di sisi lain kemampuan ekonomi masyarakat tidak tumbuh secara seimbang. Akibatnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari tekanan ekonomi tersebut.

“Pelemahan rupiah hari ini bukan sekadar persoalan angka dan statistik ekonomi. Ini adalah persoalan yang menyentuh dapur rakyat, mempengaruhi harga kebutuhan sehari-hari, dan menentukan kemampuan masyarakat untuk bertahan hidup,” demikian salah satu pandangan yang mengemuka dalam forum konsolidasi tersebut.

DPC GMNI se-Bali juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan narasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional tanpa melihat realitas yang dihadapi masyarakat. Menurut mereka, keberhasilan pembangunan harus diukur dari sejauh mana rakyat dapat merasakan manfaatnya secara langsung, bukan hanya berdasarkan capaian indikator ekonomi makro.

Atas dasar itu, DPC GMNI se-Bali menyampaikan lima poin sikap sebagai bentuk tuntutan dan masukan kepada pemerintah.

Pertama, menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta melindungi daya beli masyarakat kecil di tengah tekanan ekonomi nasional yang semakin berat.

Kedua, mendesak pemerintah untuk memperbaiki pola komunikasi publik agar lebih bijaksana, empatik, dan mampu memahami keresahan masyarakat. GMNI menilai komunikasi pemerintah harus mencerminkan kepekaan terhadap kondisi rakyat, bukan sekadar menyampaikan optimisme yang tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.

Ketiga, mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui perlindungan dan pemberdayaan petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, serta pelaku UMKM. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan prinsip Trisakti yang digagas oleh Soekarno, khususnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat.

Keempat, menolak model pembangunan ekonomi yang hanya berorientasi pada pertumbuhan statistik dan kepentingan pemilik modal besar tanpa menghadirkan pemerataan kesejahteraan. GMNI menilai pembangunan harus mampu mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan manfaat yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kelima, mengajak seluruh elemen rakyat, mahasiswa, dan gerakan pemuda untuk tetap kritis serta aktif mengawal kebijakan ekonomi nasional agar tetap berpihak kepada kaum marhaen dan kepentingan rakyat banyak.

Dalam pernyataannya, DPC GMNI se-Bali menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak membutuhkan pidato atau narasi yang hanya berupaya menenangkan keadaan. Yang dibutuhkan rakyat adalah kebijakan nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan ekonomi yang mereka hadapi setiap hari.

“Jangan biasakan rakyat hidup susah lalu menyebutnya kesederhanaan. Jangan biarkan rakyat terus berhemat sementara ketimpangan ekonomi terus dipertontonkan,” tegas GMNI dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, DPC GMNI se-Bali mengajak seluruh elemen gerakan rakyat untuk tidak bersikap pasif terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin menekan masyarakat kecil. Organisasi tersebut menegaskan bahwa perjuangan menjaga keberpihakan negara kepada kaum marhaen harus terus dilakukan agar arah pembangunan nasional tidak sepenuhnya didominasi oleh kepentingan modal dan elite ekonomi.

Melalui pernyataan sikap ini, DPC GMNI se-Bali berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial. Bagi GMNI, pembangunan nasional yang sejati bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang memastikan setiap warga negara dapat hidup layak, sejahtera, dan merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Sementara Pembangunan di Kawasan Bali Handara

    Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Sementara Pembangunan di Kawasan Bali Handara

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com |  Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menghentikan sementara pembangunan tiga bangunan dan satu ruas jalan di kawasan Bali Handara, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Kamis, 22 Januari 2026. Penghentian ini dilakukan lantaran pihak manajemen belum mampu menunjukkan kelengkapan dokumen perizinan yang diminta. Pengawasan lapangan […]

  • I Wayan Bawa: HUT ke-81 RI Momentum Memperkuat Persatuan Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

    I Wayan Bawa: HUT ke-81 RI Momentum Memperkuat Persatuan Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BADUNG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, gotong royong, serta komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bagi […]

  • Peringati Hari Jadi Ke 543 Gubernur Jawa Barat  Dedi Mulyadi Apresiasi Capaian Pemkab Cirebon

    Peringati Hari Jadi Ke 543 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Apresiasi Capaian Pemkab Cirebon

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon meneguhkan komitmen untuk terus bergerak maju menuju pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan. Momentum ini turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon, Senin (21/4/2025). Perayaan hari bersejarah ini diawali dengan Upacara Peringatan Hari […]

  • Dishub Kabupaten Cirebon Tanggap Cepat Perbaiki Lampu Lalu Lintas Rusak di Pabuaran

    Dishub Kabupaten Cirebon Tanggap Cepat Perbaiki Lampu Lalu Lintas Rusak di Pabuaran

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon menunjukkan respon cepat terhadap laporan terkait kerusakan masyarakat lampu lalu lintas (APILL) di kawasan Pabuaran. Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Hilman Firmansyah, bersama tim pemeliharaan prasarana perlengkapan jalan dari bidang Prasarana, perbaikan dilakukan pada Sabtu (19/4/2025), Sebelum perbaikan di lakukan surve di lokasi oleh tim surve guna […]

  • Dukung Pansus TRAP, Pengamat Minta Pemerintah Bela Wong Cilik dan Selamatkan Subak Bali

    Dukung Pansus TRAP, Pengamat Minta Pemerintah Bela Wong Cilik dan Selamatkan Subak Bali

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Pengamat Kebijakan Publik Putu Suasta yang juga Pendiri LSM JARRAK dan Yayasan Wisnu, memberikan apresiasi terhadap langkah tegas Pansus TRAP DPRD Bali dalam menutup bangunan liar yang merusak kawasan Subak Jatiluwih.  Menurutnya, tindakan Satpol PP Bali dalam penyegelan saat sidak Pansus di Tabanan, Selasa, 2 Desember 2025 merupakan langkah nyata menjaga wajah […]

  • 25 Desa Berprestasi dalam Pemungutan PBB, Terima Bonus Motor Sebagai Kendaraan Operasional

    25 Desa Berprestasi dalam Pemungutan PBB, Terima Bonus Motor Sebagai Kendaraan Operasional

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Sebanyak 25 desa menerima kendaraan operasional roda dua. Penyerahan diberikan pada acara penghargaan bagi kecamatan dan desa/kelurahan yang berprestasi dalam pemungutan dan pengelolaan administrasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2024. Kendaraan tersebut, diserahkan oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si pada apel pagi, Senin (21/4/2025) di Halaman yang dihadiri […]

expand_less