Breaking News
light_mode
Trending Tags

FOR HATI Bali Turun Gunung, Ratusan Tokoh dan Mahasiswa Dukung Pansus TRAP Bongkar Dugaan Penyimpangan KEK Serangan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Gelombang dukungan terhadap langkah Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terus menguat. Rabu (3/6/2026), sekitar 200 tokoh masyarakat, akademisi, pemuka agama, mahasiswa, hingga komunitas adat yang tergabung dalam Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FOR HATI) mendatangi Kantor DPRD Bali di Renon, Denpasar, untuk menyampaikan pernyataan sikap sekaligus dukungan moral terhadap upaya pengungkapan berbagai persoalan pembangunan yang dinilai mengancam masa depan Bali.

Forum yang mengusung tagline “Rakyat Bersama Memantau Pembangunan Bali” itu lahir dari keprihatinan mendalam terhadap arah pembangunan Pulau Dewata, terutama menyangkut tata ruang, lingkungan hidup, pariwisata, kawasan suci, serta keberlanjutan ekosistem Bali yang dinilai semakin menghadapi tekanan akibat berbagai proyek investasi berskala besar.

Ketua FOR HATI Bali, I Ketut Sae Tanju, SE., MM, menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan panggilan moral masyarakat untuk ikut mengawal pembangunan Bali agar tetap berlandaskan pada kelestarian alam, budaya, spiritualitas, dan kepentingan masyarakat Bali secara berkelanjutan.

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi, di antaranya Ida Shri Bhagawan Yogananda, mantan Anggota MPR RI Utusan Bali periode 1999–2004 Jro Gede Sudibya, Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si, serta Prof. Dr. I Gede Sutarya dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa. Hadir pula Ipung bersama komunitas masyarakat Pulau Serangan, Linda bersama para pengempon pura di kawasan Jimbaran Hijau, serta para Ketua Prajaniti Hindu Indonesia dari Kabupaten Buleleng, Jembrana, Tabanan, Karangasem, Klungkung, Bangli, Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar.

Dukungan juga datang dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai perguruan tinggi di Bali, antara lain BEM Universitas Udayana (Unud), Universitas Warmadewa (Unwar), Universitas Mahasaraswati (Unmas), Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia (Unhi), Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, serta Universitas Saraswati. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan bahwa persoalan pembangunan Bali telah menjadi perhatian lintas generasi dan lintas sektor.

Dalam audiensi yang diterima jajaran DPRD Bali, FOR HATI menyampaikan sembilan butir pernyataan sikap yang menjadi perhatian utama mereka. Salah satu poin terpenting adalah dukungan penuh terhadap langkah Pansus TRAP DPRD Bali yang tengah menelusuri dugaan berbagai penyimpangan dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Serangan.

Menurut forum tersebut, keberanian Pansus membuka persoalan dugaan tukar guling tanah, konversi kawasan mangrove, hingga penerbitan sertifikat hak milik (SHM) yang diduga bertentangan dengan ketentuan hukum patut diapresiasi sebagai bentuk pengawasan terhadap pembangunan yang berpotensi merugikan kepentingan publik.

Selain mendukung Pansus, FOR HATI juga menuntut pertanggungjawaban moral, administratif, dan politik dari pihak eksekutif. Gubernur Bali dan Wali Kota Denpasar selaku Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pengarah KEK Pulau Serangan dinilai perlu memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang mencuat dalam proyek tersebut. Pada saat yang sama, DPRD Bali maupun DPRD Kota Denpasar didorong melakukan evaluasi terhadap fungsi pengawasan yang selama ini dinilai belum berjalan optimal.

Sorotan tajam juga diarahkan pada dugaan kerusakan lingkungan di kawasan Teluk Benoa dan Tahura Ngurah Rai. FOR HATI menilai pembabatan mangrove serta penerbitan 109 SHM di kawasan yang semestinya menjadi benteng ekologis Bali merupakan bentuk kemunduran dalam komitmen pembangunan berkelanjutan. Terlebih lagi, kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai pernah menjadi simbol komitmen lingkungan dunia saat penyelenggaraan KTT G20 Tahun 2022 di Bali.

Untuk itu, forum mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh aspek pengembangan KEK Pulau Serangan dan kawasan Teluk Benoa. Audit tersebut meliputi perizinan, tata ruang, status lahan, hingga dampak ekologis yang ditimbulkan. Prosesnya diminta berlangsung secara transparan dengan melibatkan akademisi, masyarakat adat, organisasi lingkungan, dan berbagai elemen masyarakat sipil.

FOR HATI juga mengingatkan pentingnya menjaga kesucian kawasan spiritual Bali yang selama ini menjadi fondasi kebudayaan dan identitas Pulau Dewata. Mereka menilai kasus yang berkembang saat ini menunjukkan perlunya konsistensi pemerintah dalam menjalankan nilai-nilai Tri Hita Karana, Sad Kerthi Loka Bali, dan Sat Kerthi sebagai dasar pembangunan Bali.

Menurut forum tersebut, Bali tetap terbuka terhadap investasi, namun investasi yang masuk harus ramah lingkungan, berkeadilan, menghormati budaya dan ruang suci, serta memberikan manfaat nyata bagi krama Bali. Dalam konteks itu, FOR HATI meminta pemerintah dan lembaga terkait meninjau kembali serta membatalkan penerbitan 14 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang berada di kawasan pura di Serangan maupun Jimbaran Hijau apabila terbukti bertentangan dengan aturan tata ruang, perlindungan kawasan suci, dan kepentingan umat Hindu.

Lebih jauh, FOR HATI mengingatkan bahwa banjir besar yang melanda wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar pada 10 September 2025 harus dijadikan alarm serius atas menurunnya daya dukung lingkungan Bali. Peristiwa tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kebijakan investasi, pembangunan pesisir, dan tata ruang perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak memperburuk risiko bencana di masa mendatang.

Dalam pernyataan sikapnya, forum juga menegaskan pentingnya mempertahankan aturan batas ketinggian bangunan maksimal 15 meter atau yang dikenal dengan filosofi “soring kepuh tunggul”. Ketentuan tersebut dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban Bali yang menjaga harmoni lanskap budaya dan kesucian ruang hidup masyarakat.

FOR HATI menolak setiap upaya perubahan aturan tersebut yang hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi jangka pendek. Sebaliknya, pemerintah didorong tetap menjaga keseimbangan pembangunan berdasarkan prinsip Tri Hita Karana dan keberlanjutan Bali.

Tak hanya itu, forum juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan, untuk melakukan penyelidikan secara terbuka, profesional, dan akuntabel terhadap berbagai dugaan pelanggaran dalam proses perencanaan, penetapan, hingga pelaksanaan KEK Pulau Serangan. Apabila ditemukan bukti permulaan yang cukup, mereka meminta proses hukum ditingkatkan ke tahap penyidikan tanpa pandang bulu.

Bagi FOR HATI, polemik KEK Pulau Serangan bukan sekadar persoalan investasi atau pembangunan kawasan. Lebih dari itu, kasus tersebut dianggap sebagai ujian sejarah yang akan menentukan keberpihakan negara terhadap rakyat Bali, kelestarian lingkungan, serta masa depan Pulau Dewata di tengah derasnya arus kepentingan ekonomi dan investasi.

Melalui dukungan yang melibatkan tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, komunitas adat, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, FOR HATI menegaskan bahwa gerakan pengawasan pembangunan Bali harus menjadi tanggung jawab bersama dan dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga warisan alam, budaya, dan spiritual Bali untuk generasi mendatang.Naskah ini sudah utuh dengan format berita, memuat seluruh tokoh yang tercantum dalam undangan, serta mengalir secara jurnalistik dari peristiwa, latar belakang, pernyataan sikap, hingga penutup yang kuat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Riau Tinjau Langsung Kesiapan Jembatan Merah Putih Presisi Kota Dumai

    Kapolda Riau Tinjau Langsung Kesiapan Jembatan Merah Putih Presisi Kota Dumai

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Dumai, Matakompas. Com – Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum di dampingi Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambng S.I.K., S.H., beserta seluruh Kapolsek jajaran Polres Dumai tinjau langsung kesiapan Jembatan Merah Putih Presisi menjelang peresmian oleh Bapak Kapolri. 03/07/26 Peninjauan kesiapan jembatan Merah Putih yang dalam waktu dekat akan diresmikan juga […]

  • Ketum IPSI Indramayu H.Fajar Ismadi Resmi membentuk 23 Atlit Pencak Silat Ikut dalam Seleksi BK Porda 2025 .

    Ketum IPSI Indramayu H.Fajar Ismadi Resmi membentuk 23 Atlit Pencak Silat Ikut dalam Seleksi BK Porda 2025 .

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com-Pengkab IPSI Indramayu dibawah ketua Umum H.Fajar Ismadi beserta jajarannya sangat serius baik itu dalam pembinaan atlit usia dini, PraRemaja, Remaja dan dewasa untuk terus meraih prestasi baik di tingkat wilayah III, Provinsi maupun Nasional. Hal ini bertujuan agar regenasi atlit terus tumbuh dan pada akhir dapat membawa nama baik daerah Indramayu, Jawa Barat […]

  • Munas TPS 2026 Berjalan Sukses, Dr. Agung Alit Wiraputra: Pelantikan oleh Hashim Djojohadikusumo Jadi Momentum Bersejarah

    Munas TPS 2026 Berjalan Sukses, Dr. Agung Alit Wiraputra: Pelantikan oleh Hashim Djojohadikusumo Jadi Momentum Bersejarah

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, MATACOMPAS.COM – Musyawarah Nasional (Munas) dan Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Teman Pemimpin Sedunia (TPS) Tahun 2026 berlangsung di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) TPS yang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, kekeluargaan, serta komitmen untuk memperkuat organisasi dalam menghadapi tantangan […]

  • Gubernur Akmil Prakarsai Renovasi Rumah Warga Tak Layak Huni

    Gubernur Akmil Prakarsai Renovasi Rumah Warga Tak Layak Huni

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Arnold A.P Ritiauw, didampingi Danmentar Brigadir Jendral TNI Ali Akhwan ,S.E., dan Dirjianbang Akmil Brigjen TNI Hari Mulyanto, M.Sc., meninjau langsung tempat pelaksanaan renovasi rumah tidak layak huni di Dusun Kanci I, Desa Salam Kanci, Kecamatan Bandongan, Magelang. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Taruna […]

  • Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Wujudkan Impian Masyarakat Perintis Dapat Tersenyum photo_camera 1

    Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Wujudkan Impian Masyarakat Perintis Dapat Tersenyum

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Dumai,MATAKOMPAS.COM -Komitmen Polri untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Provinsi Riau, Selasa (8/7/2026). Peresmian yang dipusatkan di Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, tersebut menjadi salah satu agenda utama kunjungan kerja Kapolri dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara […]

  • Dr Somvir Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda ke-98: Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia

    Dr Somvir Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda ke-98: Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus membangkitkan semangat generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan bersejarah ini mengajak kaum muda untuk tidak hanya mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga mengambil peran nyata […]

expand_less