Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tangis di Rumah Duka Korban Dugaan Pencurian Ayam, Gede Harja Astawa Desak Polisi Usut Tuntas dan Minta Negara Lindungi Anak-anak Korban

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BULELENG – Ketua Fraksi Partai Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa mengunjungi rumah duka korban dugaan kasus pencurian ayam di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, Minggu, 26 Juli 2026.

Patut diketahui, bahwa

korban dugaan kasus pencurian ayam meninggal dunia di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Korban meninggalkan seorang istri, Putu Dewi Suryantini beserta tiga orang anak, yakni Putu Yoni Riskiani (sudah kawin), Kadek Dea Sekar Sari yang masih bersekolah di SMK PGRI Seririt, dan Komang Kesya Puspita Putri yang menempuh pendidikan di SDN 3 Sidatapa.

Kehadiran Gede Harja Astawa sebagai bentuk belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam kunjungan tersebut, Gede Harja Astawa menyampaikan duka cita mendalam dan berharap keluarga korban memperoleh kekuatan menghadapi cobaan tersebut.

Gede Harja Astawa juga menilai pemerintah perlu hadir untuk memastikan masa depan anak-anak korban tetap terjamin, khususnya dalam bidang pendidikan.

“Yang ditinggalkan menjadi tanggung jawab kita semua, terutama pemerintah, baik Kabupaten Buleleng maupun Provinsi Bali bagaimana bisa menjamin anak korban ini bisa selesai sekolahnya yang layak dan juga kehidupan kedepan sebagai kader bangsa yang harus diperhatikan bersama-sama,” kata Gede Harja Astawa di lokasi rumah korban.

Selain menyampaikan belasungkawa, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali itu juga meminta aparat kepolisian menangani proses hukum secara profesional, transparan dan tegas.

Menurutnya, kasus tersebut tidak hanya berdampak secara hukum, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis bagi keluarga korban dan masyarakat.

“Jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi lagi di tempat lain kemudian hari. Kami tidak mau seperti itu, semoga hal itu tidak terjadi lagi. Oleh karena itu, saya minta semua pihak untuk koordinatif dan kooperatif. Jika pelaku merasa berbuat, ya lebih baik jujur kepada aparat kepolisian, sehingga bisa cepat tuntas,” tegas Gede Harja Astawa.

Gede Harja Astawa menegaskan akan terus mengawal penanganan perkara tersebut hingga tuntas. Selain itu, Gede Harja Astawa mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat dan sulinggih untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Sementara itu, Perbekel Desa Sidatapa, Made Sutama, mengapresiasi kepedulian Gede Harja Astawa yang datang langsung menemui keluarga korban.

Menurutnya, perhatian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan karena keluarga korban kini kehilangan sosok pencari nafkah utama.

Made Sutama mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa warganya dan berharap pemerintah turut memberikan perhatian terhadap kondisi ekonomi keluarga yang ditinggalkan.

“Saya selaku Perangkat Desa sekaligus Perbekel Desa Sidatapa merasa kehilangan dan sedih melihat sanak saudara dan juga anaknya,” kata Made Sutama.

Made Sutama juga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengungkap kasus tersebut agar memberikan kepastian hukum sekaligus rasa keadilan bagi keluarga korban.

Tak hanya itu, pihaknya juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng, dalam hal ini Bapak Bupati Buleleng untuk melihat kondisi masyarakat miskin, karena masyarakat yang miskin itu sudah diatur dalam Undang-Undang pasal 34, yaitu Fakir Miskin dan anak-anak terlantar diatur dan dipelihara oleh negara.

“Disamping itu, saya juga punya prinsip yang sama dengan Bapak DPRD Bali, Gede Harja Astawa mohon hal ini jangan disepelekan, tapi ditindaklanjuti dengan serius dan tegas sehingga pelakunya saya harapkan bisa ditangkap, karena pengalaman ini terus terang saja sangat menyakiti daripada perasaan kami sebagai Perangkat Desa Sidatapa dan juga masyarakat Desa Sidatapa pada umumnya. Mudah-mudahkan kejadian ini merupakan hal terakhir dari Desa Sidatapa untuk Bali,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putri Koster: Jangan Sampai Aksara Bali Hilang di Tengah Perubahan Zaman.

    Putri Koster: Jangan Sampai Aksara Bali Hilang di Tengah Perubahan Zaman.

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus mempelajari, menggunakan, dan mewariskan bahasa, aksara, serta sastra Bali kepada generasi mendatang. Menurutnya, pelestarian warisan budaya tidak cukup hanya mengandalkan regulasi pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat secara langsung. Pesan tersebut disampaikan Putri Koster saat menghadiri […]

  • Turis Tembus 6 Juta, Desa Adat Menjadi Apa? Seminar Desa Adat Gianyar Soroti Keadilan Ekonomi Bali

    Turis Tembus 6 Juta, Desa Adat Menjadi Apa? Seminar Desa Adat Gianyar Soroti Keadilan Ekonomi Bali

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com – Lonjakan kunjungan wisatawan yang menembus angka lebih dari 6 juta orang per tahun belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan Desa Adat di Bali. Isu krusial tersebut mengemuka dalam Seminar Desa Adat bertema “Turis Tembus 6 Juta, Desa Adat Menjadi Apa?” yang digelar di Ruang Rapat Kantor LPD Desa Adat Tulikup Kaler, Kecamatan […]

  • Politisi Demokrat Berikan Catatan Serius Terkait Revisi UU Kepolisian

    Politisi Demokrat Berikan Catatan Serius Terkait Revisi UU Kepolisian

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Melalui Surat Presiden tanggal 13 Pebruari 2025 Nomor R-13/Pres/02/2025, Presiden telah menugaskan Menteri Hukum, Menteri Keuangan dan Menteri Sekretaris Negara, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri mewakili Pemerintah dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia; Politisi Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengingatkan […]

  • Kalapas Kerobokan Dinonaktifkan, Sidak Ditjenpas Bongkar Dugaan Peredaran Narkoba di Dalam Lapas

    Kalapas Kerobokan Dinonaktifkan, Sidak Ditjenpas Bongkar Dugaan Peredaran Narkoba di Dalam Lapas

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR — Aroma pembenahan serius di lingkungan pemasyarakatan Bali mulai terasa menyusul temuan mengejutkan dalam inspeksi mendadak (sidak) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Badung. Buntut dari temuan narkotika, telepon genggam, hingga minuman keras di dalam lapas tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Kerobokan, Hudi Ismono, resmi dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Penonaktifan itu dibenarkan […]

  • Bawazier, Pembina Generasi Muda Bela Negara (GMBN) mendapat gelar KRAT-Husodonegoro dari Kesunanan Surakarta

    Bawazier, Pembina Generasi Muda Bela Negara (GMBN) mendapat gelar KRAT-Husodonegoro dari Kesunanan Surakarta

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pendiri sekaligus Pembina Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Generasi Muda Bela Negara (GMBN), Taufiek Bawazier, resmi menerima gelar kehormatan bangsawan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Penganugerahan gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Dr. Ir. Taufiek Bawazier Husodonegoro tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momentum sakral 1 Suro 2026. Sebagai pimpinan dari Ormas binaan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI […]

  • Polemik Seng Berakhir, Penataan Jatiluwih Jadi Harapan Bangkitkan Wisata Tabanan

    Polemik Seng Berakhir, Penataan Jatiluwih Jadi Harapan Bangkitkan Wisata Tabanan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Upaya penataan kawasan hijau Jatiluwih mulai menunjukkan hasil positif. Polemik pemasangan seng di areal persawahan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, yang sempat memicu penurunan tajam kunjungan wisatawan, kini berangsur mereda setelah dilakukan pembongkaran seng di kawasan Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Senin, 5 Januari 2026. Pembongkaran tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara […]

expand_less