Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung Lanang Umbara Ajak Warga Bali Menahan Diri: Jadikan Tragedi Baturiti sebagai Pelajaran untuk Merawat Kedamaian
- account_circle admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN – Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, S.Sos, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026.
Sebagai bentuk empati, Lanang Umbara mendatangi lokasi pada Rabu (29/7/2026) dan disambut hangat oleh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh warga untuk menyikapi musibah dengan hati yang lapang serta menjadikannya sebagai pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, setiap peristiwa yang telah terjadi tidak mungkin dapat diputar kembali. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana semua pihak mampu mengambil hikmah, memperbaiki diri, dan membangun hubungan yang lebih harmonis di tengah masyarakat.
“Yang sudah terjadi tidak bisa kita kembalikan lagi. Mari kita petik pelajaran untuk ke depan agar tidak ada lagi hal-hal yang kurang baik terjadi di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Lanang Umbara juga mengingatkan bahwa masyarakat Bali memiliki nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur, salah satunya keyakinan terhadap hukum karma. Karena itu, setiap tindakan yang dilakukan seseorang akan membawa konsekuensi bagi dirinya sendiri.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, mengedepankan rasa saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan suasana Bali yang aman, damai, serta penuh keharmonisan.
“Sebagai masyarakat Bali, kita memiliki warisan nilai yang sangat mulia. Mari kita jaga setiap langkah dan tindakan kita agar Bali tetap menjadi tempat yang damai bagi semua,” katanya.
Lebih lanjut, Lanang Umbara menegaskan bahwa dirinya tidak berada pada posisi membela salah satu pihak dalam perkara tersebut. Menurutnya, yang harus diutamakan adalah kepentingan masyarakat Bali secara keseluruhan serta terciptanya penyelesaian yang memberikan manfaat bagi semua.
“Kita tidak membenarkan siapa pun dan tidak membela siapa pun. Yang kita pikirkan adalah bagaimana persoalan ini dapat menjadi pelajaran sehingga ke depan melahirkan sesuatu yang baik bagi masyarakat, khususnya masyarakat Bali,” tegasnya.
Ia berharap seluruh proses penyelesaian kasus dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya hidup berdampingan dalam suasana damai. Dengan demikian, peristiwa tersebut tidak hanya menjadi catatan duka, tetapi juga menjadi titik awal mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan di Pulau Dewata.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar