RSUP Prof. Ngoerah Siapkan Lompatan Besar, Bangun Empat Gedung Baru Rp1,2 Triliun Menuju Rumah Sakit Kelas Dunia
- account_circle admin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – RSUP Prof. Ngoerah Denpasar bersiap melakukan transformasi besar dalam pengembangan layanan kesehatan. Rumah sakit rujukan nasional di Bali itu akan membangun empat gedung baru dengan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendukung Bali menjadi destinasi medical tourism bertaraf internasional.
Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah, I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, mengatakan proyek tersebut akan didukung pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB). Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, peletakan batu pertama (groundbreaking) akan dilakukan pada 2027, sementara penyelesaian pembangunan ditargetkan pada 2029.
Menurut Sukadarma, pembangunan empat gedung baru merupakan bagian dari proyek strategis Kementerian Kesehatan untuk memperkuat kapasitas rumah sakit rujukan nasional. Kepercayaan IsDB kembali mengucurkan pembiayaan tidak lepas dari keberhasilan RSUP Prof. Ngoerah menyelesaikan pembangunan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak yang dinilai berjalan sesuai target.
“Keberhasilan pembangunan gedung layanan kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu alasan kembalinya diberikan dukungan pembiayaan kepada RSUP Prof. Ngoerah,” ujarnya.
Empat fasilitas yang akan dibangun meliputi Gedung Bedah Sentral Terpadu lengkap dengan ruang perawatan intensif, Stroke Center, serta gedung rawat inap modern yang terintegrasi dengan berbagai layanan kesehatan lainnya. Kehadiran infrastruktur baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan, mempercepat penanganan pasien, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkualitas.
Selain dukungan pembiayaan dari IsDB, proyek ini juga akan memperoleh dana pendamping sekitar Rp100 miliar yang bersumber dari operasional RSUP Prof. Ngoerah. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan hingga seluruh fasilitas dapat beroperasi secara optimal.
“Mudah-mudahan pada 2027 kita sudah bisa melakukan groundbreaking, kemudian pembangunan berlanjut hingga 2029,” kata Sukadarma.
Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari visi besar menjadikan RSUP Prof. Ngoerah sebagai rumah sakit rujukan bertaraf internasional yang mampu memberikan pelayanan kesehatan berstandar dunia, baik bagi masyarakat Indonesia maupun pasien mancanegara.
Sementara itu, Anggota DPD RI Arya Wedakarna Mahendradatta menyatakan komitmennya untuk mengawal dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar proyek strategis tersebut dapat terealisasi sesuai rencana.
Menurut Arya, pembangunan empat gedung baru bukan sekadar menambah fasilitas rumah sakit, tetapi menjadi investasi penting bagi masa depan pelayanan kesehatan nasional sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat layanan kesehatan internasional.
Dengan fasilitas yang semakin modern dan lengkap, RSUP Prof. Ngoerah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, mengurangi ketergantungan pasien untuk berobat ke luar negeri, sekaligus menarik pasien dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
“Kita akan kawal agar anggaran ini tetap ada sehingga RSUP Prof. Ngoerah memiliki fasilitas kesehatan bertingkat dunia dan menjadi salah satu simbol pelayanan kesehatan internasional Indonesia,” tegas Arya.
Melalui proyek senilai Rp1,2 triliun tersebut, RSUP Prof. Ngoerah menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan unggulan nasional. Pengembangan infrastruktur modern yang didukung teknologi dan pelayanan berkualitas diharapkan menjadi tonggak baru dalam mewujudkan Bali sebagai destinasi medical tourism yang mampu bersaing di tingkat global. (AP/MK)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar