Breaking News
light_mode
Trending Tags

Budi Arie Dilaporkan, Tim Hukum: Tidak Ada Unsur Makar Maupun Penghasutan

  • account_circle Admin Jakarta
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Matacompas.com Jakarta — Di tengah memanasnya perbincangan politik nasional menyusul pernyataan Ketua Umum Persatuan Relawan Indonesia untuk Jokowi (PROJO), Budi Arie Setiadi, terkait wacana kemungkinan percepatan Pemilu 2029, muncul klarifikasi hukum yang penting untuk dipahami publik. Tim Hukum Pejuang Demokrasi dan HAM menegaskan, secara substansi maupun bentuk, pernyataan tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana makar maupun penghasutan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

Pendapat hukum mendalam ini disampaikan oleh Dr. Imam Sofian, S.H., M.H., menyusul adanya laporan yang masuk ke kepolisian, yang mengaitkan pandangan politik Budi Arie dengan dugaan tindak pidana makar dan/atau penghasutan. Bagi Imam, persoalan ini memerlukan pemisahan yang tegas antara kebebasan menyampaikan pandangan politik dengan tindakan pidana yang nyata.

“Wacana, pertanyaan, dan analisis tentang dinamika politik — termasuk waktu penyelenggaraan pemilu — adalah bagian dari kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi. Namun untuk disebut makar, ada syarat hukum yang ketat dan tidak bisa diabaikan,” ujar Imam menjelaskan kerangka berpikirnya.

Makar Menurut Hukum: Bukan Sekadar Ucapan

Imam merujuk pada Pasal 193 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang mengatur tindak pidana makar dengan maksud menggulingkan pemerintah. Dalam ketentuan tersebut, ia menegaskan, pidana makar tidak lahir dari ucapan semata. Harus ada dua unsur pokok yang terpenuhi sekaligus: pertama, adanya maksud khusus untuk menggulingkan pemerintahan yang sah, dan kedua, adanya perbuatan konkret yang mengarah ke pelaksanaan penggulingan kekuasaan tersebut.

“Pernyataan yang disampaikan berupa wacana, pertanyaan, dan analisis politik semata — bukan tindakan konkret. Tidak ada ajakan untuk turun ke jalan, tidak ada rencana mengorganisir massa, tidak ada persiapan apapun untuk mengubah kekuasaan dengan cara-cara di luar aturan main,” papar Imam.

Tim hukum juga menegaskan tidak ditemukannya bukti adanya ajakan, perintah, maupun instruksi kepada pihak manapun untuk melakukan tindakan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah. “Sama sekali tidak terdapat unsur kekerasan, ancaman kekerasan, apalagi persiapan senjata atau gerakan terorganisir. Tanpa itu semua, pemberian label ‘makar’ menjadi tidak memiliki dasar hukum,” tambahnya.

Atas dasar uraian tersebut, Tim Hukum Pejuang Demokrasi dan HAM berkesimpulan bahwa unsur tindak pidana makar tidak terpenuhi dalam pernyataan Budi Arie.

Dugaan Penghasutan Juga Tidak Berdasar

Analisis mendalam serupa dikemukakan terkait tuduhan penghasutan. Merujuk Pasal 246 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, penghasutan memerlukan unsur-unsur yang jelas: perbuatan dilakukan di muka umum, berupa ajakan atau bujukan, dan ditujukan agar orang lain melakukan tindak pidana atau perbuatan yang melanggar hukum.

“Kalau seseorang mengajak orang lain melakukan kejahatan, itu baru penghasutan. Tapi kalau seseorang sekadar mengajak berdiskusi, mempertanyakan, atau mengusulkan alternatif kebijakan politik — itu bukan penghasutan. Tidak ada ajakan melanggar hukum, tidak ada ajakan melakukan pidana,” tegas Imam.

Menurutnya, mempertanyakan jadwal pemilu, membicarakan kemungkinan perubahan, atau menyampaikan pandangan soal dinamika politik nasional adalah hal yang wajar dalam demokrasi yang sehat. Justru ketika wacana semacam ini dilabeli pidana secara sembarangan, maka yang terancam bukan pelaku pidana, melainkan ruang kebebasan berpendapat seluruh rakyat Indonesia.

Demokrasi Butuh Ruang Berdiskusi, Bukan Label Pidana

Tim hukum mengingatkan, perbedaan pandangan politik adalah napas kehidupan demokrasi. Apabila setiap pandangan yang berbeda atau usulan yang tidak populer langsung dilaporkan ke polisi dengan tuduhan makar, maka secara perlahan masyarakat akan takut berbicara, dan kebebasan berpendapat akan mati pelan-pelan.

“Kami tidak memihak siapapun. Kami hanya membaca hukum sebagaimana tertulis. Ucapan boleh disukai atau tidak disukai, boleh disetujui atau ditolak. Tapi beda pendapat tidak boleh dijadikan alasan pidana,” pungkas Imam.

  • Penulis: Admin Jakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMPACT Didirikan di Unud, Imigrasi Bangun Pusat Riset Keimigrasian Pertama di Bali

    IMPACT Didirikan di Unud, Imigrasi Bangun Pusat Riset Keimigrasian Pertama di Bali

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dinamika keimigrasian yang terus bergerak cepat mendorong Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat basis analisis dan riset akademik. Menjawab kebutuhan tersebut, Imigrasi dan Universitas Udayana (Unud) meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) pendirian Indonesian Immigration Policy and Analysis Center (IMPACT), sebuah pusat kebijakan yang dirancang menjadi “laboratorium data” untuk membaca arah pergerakan orang asing di […]

  • Legislator Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Honorer yang Telah Mengabdi 10 Tahun

    Legislator Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Honorer yang Telah Mengabdi 10 Tahun

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.283
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf meminta agar tenaga honorer yang telah mengabdi selama lebih dari 10 tahun dapat diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tanpa melalui tes. Hal tersebut dikatakan oleh Dede Yusuf di Jakarta pekan kemarin, Selasa (25/2/2025) “Usulan ini muncul sebagai solusi atas ketidakpastian status tenaga […]

  • Skema Marked to Market Picu Lonjakan Piutang Subsidi PT Pupuk Indonesia

    Skema Marked to Market Picu Lonjakan Piutang Subsidi PT Pupuk Indonesia

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 253 persen menjadi Rp8,51 triliun pada semester pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di balik peningkatan kinerja itu, nilai piutang subsidi yang harus dibayar pemerintah kepada BUMN pupuk tersebut juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis […]

  • Dukung Pansus TRAP DPRD Bali, FOR HATI BALI Siapkan Gelombang Audiensi Besar: “Bali Tidak Boleh Dikorbankan”

    Dukung Pansus TRAP DPRD Bali, FOR HATI BALI Siapkan Gelombang Audiensi Besar: “Bali Tidak Boleh Dikorbankan”

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR – Kekhawatiran publik terhadap arah pembangunan Bali yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keberlanjutan kini menjelma menjadi gerakan moral baru. Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FOR HATI BALI) resmi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Bali dalam mengawal persoalan tata ruang, aset, dan perizinan di Pulau Dewata. Gerakan yang mengusung tagline […]

  • Buka Bimtek Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial di Provinsi Bali, Gubernur Koster Minta Data Penerima Dibenahi agar Tepat Sasaran

    Buka Bimtek Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial di Provinsi Bali, Gubernur Koster Minta Data Penerima Dibenahi agar Tepat Sasaran

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh pihak membenahi data penerima bantuan sosial agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka acara Bimbingan Teknis Agen Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial Provinsi Bali yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (26/5) pagi. Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan bahwa digitalisasi bantuan sosial […]

  • Bukber Kejagung Dengan Awak Media, Ketua Forwaka Baren AS Apresiasi Inisiasi Kapuspen Kejagung

    Bukber Kejagung Dengan Awak Media, Ketua Forwaka Baren AS Apresiasi Inisiasi Kapuspen Kejagung

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 702
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta -Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka), Baren Antoni Siagian mengapresiasi inisiasi Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar yang menggelar Buka Bersama (Bukber) di Kejaksaan Agung. “Saya selaku Ketua Forwaka sangat mengapresiasi inisiasi Bapa Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar atas undangan buka puasa bersama jajaran Penkum dengan wartawan yang meliput […]

expand_less