Ketua AMPI Malaka Soroti Aksi IMMALA Jakarta: Jangan Ada Kepentingan Politik di Balik Gerakan Mahasiswa
- account_circle Redaksi Matakompas
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTT, Matakompas.com- Ketua DPD II Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Malaka, Novianus Cardoso Araujo, menanggapi aksi damai yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Jakarta di kantor DPP Partai Golkar.
Dalam keterangannya kepada Media Mata Kompas, Novianus menyebut bahwa pihaknya mencurigai adanya kepentingan lain yang tersembunyi di balik aksi tersebut.
“Video dari anak-anak IMMALA Jakarta yang melakukan aksi di kantor DPP Golkar terkait kasus Ketua DPD II Partai Golkar Malaka kami pantau dengan seksama. Saya selaku Ketua DPD II AMPI Malaka mencurigai ada kepentingan lain yang terselubung,” ujar Novianus (11/11/2025).
Ia menilai, aksi tersebut seolah menggiring opini publik bahwa Ketua DPD II Partai Golkar Malaka telah melakukan tindakan anarkis, padahal belum ada bukti hukum yang sah terkait tuduhan tersebut.
“Kami melihat aksi itu seolah-olah Ketua DPD II PG Malaka melakukan tindakan anarkis. Kami curiga jangan sampai mereka yang demo ini ditunggangi kepentingan politik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Novianus mempertanyakan selektivitas sikap mahasiswa yang dinilainya hanya bersuara ketika isu tertentu menyentuh tokoh politik, namun diam terhadap berbagai persoalan serius di daerah.
“Kenapa kasus bantuan Seroja, kasus Rumah Sakit Pratama Wewiku, dan juga kasus pembunuhan warga Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, tidak pernah mereka suarakan?” ujarnya dengan nada heran.
Novianus menegaskan bahwa apabila ada kader partai yang bersalah, maka mekanisme internal partai akan berjalan sesuai aturan.
“Jika ada kader dari partai yang bersalah, biarkan partai yang bekerja dan menegur anggotanya sesuai dengan aturan partai,” tandasnya.
Ia pun mengajak mahasiswa untuk kembali ke jati dirinya sebagai penyambung aspirasi rakyat, bukan sebagai alat kepentingan politik tertentu.
“Mahasiswa harus berdiri di atas kebenaran, bukan di bawah bayang-bayang kepentingan,” pungkasnya.*** Eky Luan
- Penulis: Redaksi Matakompas



Saat ini belum ada komentar