Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Meski Kunjungan Menurun, Pendapatan DTW Tanah Lot Justru Tembus Rp 71,9 Miliar

Meski Kunjungan Menurun, Pendapatan DTW Tanah Lot Justru Tembus Rp 71,9 Miliar

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com | Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot Tabanan mencatat penurunan jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data pengelola, jumlah kunjungan wisatawan turun sekitar 20 persen sejak 1 Januari hingga 30 Desember 2025 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana menyampaikan, meskipun terjadi peningkatan kunjungan menjelang libur Natal, secara akumulatif angka kunjungan masih berada dibawah capaian tahun 2024.

“Saya pribadi berpikir apa yang dikatakan di media sosial (medsos) itu adalah cerminan diri kemungkinan benar adanya seperti itu,” kata Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Wayan Sudiana, saat diwawancarai awak media di Kabupaten Tabanan, Rabu, 31 Desember 2025.

Sepanjang tahun 2025, total kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot tercatat sebanyak 1.412.728 orang hingga 30 Desember 2025. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.793.821 orang dan bahkan melampaui target kunjungan.

“Kalau tahun 2024 lalu itu jumlah kunjungan wisatawan sebesar 1.793.821 orang, target kita terlampaui,” ujar Wayan Sudiana.

Menariknya, meski kunjungan wisatawan menurun, capaian pendapatan justru mengalami peningkatan signifikan.

Pada tahun 2024, pendapatan DTW Tanah Lot mencapai Rp 64 miliar 350 juta. Sementara itu, hingga 30 Desember 2025, pendapatan tercatat sebesar Rp 71 miliar 916 juta.

“Itu sudah melebihi target, meski tidak linier, memang kunjungan wisatawan turun dibandingkan tahun 2024 lalu itu ramai. Pariwisata khan pasang surut, kita tidak bisa hitung target, misalnya tahun lalu 2 tapi sekarang 4. Itu tidak seperti itu. Banyak potensi bahaya dan segala macam. Kita khan lihat juga itu. Kalau wisata khan beda dengan kebutuhan pokok,” ungkapnya.

Wayan Sudiana menjelaskan, wisatawan yang berkunjung ke DTW Tanah Lot masih didominasi wisatawan luar Bali dan mancanegara, khususnya dari Australia dan India. “Pas liburan itu India mendominasi, tapi kemarin dari Australia,” ujarnya.

Ia menilai ada sejumlah faktor yang mempengaruhi penurunan kunjungan wisatawan, mulai dari bencana alam sejak awal 2025 hingga potensi resesi global yang membuat wisatawan menahan pengeluaran untuk berlibur.

“Jangan dulu berwisata jika ekonomi membaik barulah ke Bali. Mungkin seperti itu kalau kita amati,” terangnya.

Selain itu, persoalan kemacetan lalu lintas juga dinilai berkontribusi besar terhadap menurunnya kunjungan, khususnya wisatawan yang ingin menikmati momen matahari terbenam di Tanah Lot.

“Terkadang tour-nya tidak pas, misalnya pagi hari ke DTW Ulun Danu Beratan terus lanjut ke tmpt wisata lainnya, lalu pas mau sore hari ternyata macet di jalan. Disini DTW Tanah Lot tutup jam 7 malam, dalam perjalanan sudah jam 6.30 malam misalnya macet di Kediri tidak pas lagi. Itu sunset-nya sudah turun. Jadi, pengaruh di infrastruktur jalan kemacetan ini berpengaruh,” kata Wayan Sudiana.

Ia pun mendorong para pemangku kepentingan untuk segera mencari solusi konkret terhadap persoalan tersebut.

“Karena usulan kita juga sudah masuk pernah FGD dengan Pemerintah lewat Kementerian juga kita sampaikan seperti itu,” urainya.

Disisi internal, pengelola DTW Tanah Lot terus berupaya menjaga kualitas fasilitas dan kebersihan kawasan wisata demi memenuhi ekspektasi wisatawan.

“Didalam sudah kita usahakan sesuai dengan ekspektasi daripada wisatawan, tapi menuju hal ini kita upayakan bersama-sama bagaimana nanti kesini atau ke Kuta dan Uluwatu juga mengalami hal yang sama di Bali,” tambahnya.

Wayan Sudiana juga menyoroti pengalaman wisatawan sejak tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang kerap terganggu kemacetan.

“Kalau kita disini mungkin sabar, tapi mereka yang datang itu ingin berwisata kok macet. Itu cerminan kita sampai ada penurunan itu,” paparnya.

Meski demikian, ia tetap optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan kembali meningkat pada tahun 2026 seiring adanya upaya perbaikan dari berbagai pihak.

“Mudah-mudahan masalah itu bisa diatasi. Jadi, saya optimis, karena kita yakin tetap menjaga aura DTW Tanah Lot. Jadi, tagline kami: Anda bukan berkunjung, tapi Anda dipanggil untuk ke Tanah Lot. Disinilah auranya itu,” paparnya.

Menurutnya, DTW Tanah Lot memiliki keunggulan berupa panorama alam dan aura spiritual yang khas.

“Sunset dilihat dari tempat yang lain itu bagus, tapi jika dari Tanah Lot itu Anda dipanggil ke Tanah Lot untuk itu. Disinilah leluhur masih menunggu Anda,” jelasnya.

Terkait fasilitas, pengelola masih mengandalkan kolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat setempat, termasuk penyediaan toilet umum.

“Terkadang toilet masyarakat juga ada, meski kami juga punya Toilet. Bagi wisatawan mencari toilet, kita punya toilet dan juga masyarakat. Jadi, kita berupaya melakukan supervisi bagaimana standarnya itu, baik penyediaan air dan tissue,” kata Wayan Sudiana.

Ia juga menyinggung kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Desa Adat Beraban yang akan berakhir pada 17 November 2026. Berdasarkan kondisi tersebut, target pendapatan tahun 2026 diusulkan sebesar Rp 72,5 miliar.

“Situasi sekarang ini juga kami juga sudah hitung, karena kami mengalami penurunan itu sudah dari bulan Januari 2025. Jadi, kami usulkan ke Badan Pengelola itu akan dibahas, apakah akan diputuskan seperti itu atau bagaimana nanti. Kami yang buat dan hanya bisa usulkan itu,” pungkasnya. (Rd/Van).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Kebun Pos Salang

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Kebun Pos Salang

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM — Guna menjaga ketahanan pangan pos sekaligus berkontribusi terhadap kebutuhan sayur mayur di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 11 Kostrad melaksanakan kegiatan pemeliharaan tanah, perawatan tanaman, dan panen di kebun Pos Salang yang berada di Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh personel Pos Salang sebagai bagian […]

  • Penutupan Festival Ramadhan Pegadaian 2025 Tingkat Kabupaten Indramayu.

    Penutupan Festival Ramadhan Pegadaian 2025 Tingkat Kabupaten Indramayu.

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 823
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Festival Ramadhan Pegadaian 2025 tingkat Nasional di kabupaten Indramayu yang bertempat di alun-alun Indramayu Jum’at (14/03/25) telah resmi ditutup oleh Bupati Indramayu yang di wakili oleh Asda 2 bidang perekonomian Suwenda. Hadir pada acara tersebut Asda 2 Indramayu Suwenda, Deputi Bisnis Pegadaian area Cirebon Sunarwati, kepala Cabang Pegadain Indramayu, kepala Cabang Pegadaian Syariah, […]

  • Gubernur Koster Kukuhkan Kepala Perwakilan BPKP Bali Tri Wibowo Aji, Siap Kolaborasi Majukan Bali

    Gubernur Koster Kukuhkan Kepala Perwakilan BPKP Bali Tri Wibowo Aji, Siap Kolaborasi Majukan Bali

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan selamat bertugas kepada Bapak Tri Wibowo Aji Ak.,M.Si yang telah dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali dan mengucapkan terimakasih kepada Kepala BPKP Provinsi Bali sebelumnya, Bapak Heru Tarsila yang telah memberikan banyak masukan kepada Pemerintah Provinsi Bali di dalam menjalankan tata […]

  • Komitmen Usman Husin Perbanyak Sumur Bor di NTT Optimis Tingkatkan Produksi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

    Komitmen Usman Husin Perbanyak Sumur Bor di NTT Optimis Tingkatkan Produksi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Ketulusan hati melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi spirit pengabdian dari Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin. Komitmen melayani masyarakat bukan semata-mata hanya habis dijanji, namun sebagai anggota DPR RI dapil NTT, Usman Husin mewujudkan itu lewat berbagai hal yang bermanfaat untuk masyarakat. Salah satunya yang sedang gencar dilakukannya saat ini […]

  • Diskusi Publik IWO Bali: Pansus TRAP Bongkar Arah Kendali Tata Ruang Pulau Dewata

    Diskusi Publik IWO Bali: Pansus TRAP Bongkar Arah Kendali Tata Ruang Pulau Dewata

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Isu krusial mengenai masa depan tata ruang Pulau Dewata kembali mengemuka. Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali akan mengangkat tema strategis bertajuk “Siapa Pengendali Tata Ruang Bali: Pemerintah atau Investor?” dalam acara Diskusi Publik Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, di gelar Sabtu, 11 April 2026. Diskusi […]

  • Praktik KKN Seleksi PPPK di Nagekeo, Peserta Laporkan Panitia ke Polisi

    Praktik KKN Seleksi PPPK di Nagekeo, Peserta Laporkan Panitia ke Polisi

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mencuat. Sejumlah peserta seleksi yang dinyatakan tidak lulus melaporkan panitia seleksi ke Polres Nagekeo. Laporan tersebut disampaikan oleh Gusti Bebi dan beberapa peserta lainnya ke bagian SPKT Polres Nagekeo. Dikutip […]

expand_less