Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pesan Kuat Gubernur Koster: Aksara Bali Pondasi Peradaban, Bukan Sekadar Ornamen

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa masa depan peradaban Bali tidak boleh tercerabut dari akar budayanya sendiri.

 Pesan itu disampaikan saat membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Sabtu, 1 Pebruari 2026.

Di hadapan para pegiat budaya dan generasi muda, Koster menempatkan Aksara Bali sebagai fondasi utama jati diri masyarakat Bali.

Aksara Bali, menurutnya, bukan sekadar ornamen budaya atau pelengkap estetika pada ruang-ruang publik, melainkan pondasi dasar peradaban yang menyimpan ingatan kolektif orang Bali.

Ditengah arus globalisasi dan dominasi bahasa asing, aksara Bali dipandang sebagai penyangga identitas, etika, serta cara pandang masyarakat Bali terhadap kehidupan. Hilangnya aksara dan bahasa ibu dinilai akan berdampak langsung pada rapuhnya karakter kebudayaan.

Penegasan serupa juga disampaikan terkait Bahasa Bali.

Gubernur Koster menilai bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi identitas hidup yang menentukan keberlanjutan nilai dan watak masyarakat. Tanggung jawab terbesar menjaga bahasa Bali, disebutnya, kini berada di tangan generasi muda.

Generasi muda Bali didorong untuk bangga menggunakan Bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, di dalam bahasa tersimpan tata krama, filosofi hidup, hingga sikap hormat terhadap sesama manusia dan alam. Jika bahasa ditinggalkan, maka yang memudar bukan sekadar kosakata, melainkan nilai-nilai kebudayaan itu sendiri.

Dalam pidatonya, Gubernur Koster juga mengaitkan penguatan aksara dan bahasa Bali dengan konsep Sad Kerthi Loka Bali. Enam sumber keseimbangan kehidupan tersebut antara lain Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi yang ditegaskan sebagai dasar harmoni antara manusia, alam, dan semesta.

Penguatan bahasa dan aksara Bali dipandang sebagai medium paling efektif untuk mewariskan nilai-nilai Sad Kerthi kepada generasi muda. Bahasa menjadi jembatan relasi manusia dengan sesama, alam, spiritualitas, hingga keseimbangan semesta. Tanpa bahasa ibu, nilai-nilai tersebut kehilangan sarana pewarisan yang paling autentik.

Melalui Bulan Bahasa Bali, Gubernur Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali tidak cukup hanya bertumpu pada sektor pariwisata dan infrastruktur.

Penguatan jati diri melalui bahasa dan aksara Bali menjadi benteng terakhir kehormatan peradaban yang tidak bisa digantikan oleh teknologi maupun arus investasi global.

Bulan Bahasa Bali pun diposisikan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan kebudayaan untuk memastikan generasi muda tidak terasing di tanah budayanya sendiri. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Penguasaan Rumah SHM di Denpasar Utara, Kuasa Hukum Pertanyakan Kehadiran Negara

    Kasus Penguasaan Rumah SHM di Denpasar Utara, Kuasa Hukum Pertanyakan Kehadiran Negara

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com |  Kasus dugaan penguasaan tanpa hak atas rumah bersertifikat di Denpasar Utara memicu perhatian publik. Persoalan ini tidak lagi sekadar menyangkut sengketa kepemilikan, tetapi juga mempertanyakan kepastian perlindungan hukum bagi pemilik sah. Kasus bermula, ketika Hariyanto membeli sebidang tanah dan bangunan dalam kondisi kosong melalui transaksi jual beli yang sah menurut hukum. Kepemilikan […]

  • Pelantikan Rektor Unmas Denpasar, Gubernur Koster Ingin Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi se-Bali

    Pelantikan Rektor Unmas Denpasar, Gubernur Koster Ingin Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi se-Bali

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com  — Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, di Auditorium Saraswati Universitas Mahasaraswati Denpasar, Sabtu (21/2). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster membuka peluang kolaborasi riset antara Pemerintah Provinsi Bali dan perguruan tinggi se-Bali guna mendukung pembangunan daerah berbasis penelitian. Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi […]

  • Sorotan Pansus TRAP: Kehadiran Eks Pejabat Pemprov di Kubu PT BTID dan Absennya Manajemen Puncak

    Sorotan Pansus TRAP: Kehadiran Eks Pejabat Pemprov di Kubu PT BTID dan Absennya Manajemen Puncak

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali pada Senin (23/2) memunculkan dinamika menarik. Perhatian dewan tertuju pada kehadiran tiga mantan Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemprov Bali yang kini merapat ke pihak PT Bali Turtle Island Development (BTID). Ketiga eks pejabat […]

  • NCW Bali Ultimatum Keras MoU Gubernur Bali – Agus Andrianto: Bukan Seremoni, Negara Harus Hadir Nyata

    NCW Bali Ultimatum Keras MoU Gubernur Bali – Agus Andrianto: Bukan Seremoni, Negara Harus Hadir Nyata

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, 27 April 2026 — Penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Namun di balik seremoni tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah National Corruption Watch (NCW) Bali justru melihatnya sebagai titik krusial untuk menguji keseriusan negara […]

  • Meski Dikawal dan Punya Hubungan Baik, Kejari Lebak Disebut Kecolongan Terkait Temuan BPK 8,3 Miliar Pada Dinas PUPR

    Meski Dikawal dan Punya Hubungan Baik, Kejari Lebak Disebut Kecolongan Terkait Temuan BPK 8,3 Miliar Pada Dinas PUPR

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak dinilai telah kecolongan menyusul audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan adanya kerugian negara Rp 8,3 miliar di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak. Pernyataan itu dikatakan Sekjen MataHukum, Mr Mukhsin Nasir, kepada wartawan, Rabu (09/07/2025). “Sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari aparat […]

  • Praperadilan Kakanwil BPN Bali, GPS Tegaskan Pasal 421 KUHP Tak Lagi Relevan, Praperadilan Optimistis Dikabulkan

    Praperadilan Kakanwil BPN Bali, GPS Tegaskan Pasal 421 KUHP Tak Lagi Relevan, Praperadilan Optimistis Dikabulkan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Kuasa Hukum Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Bali, I Made Daging, Gede Pasek Suardika (GPS), menegaskan bahwa keterangan para ahli dalam persidangan praperadilan telah memperjelas konstruksi hukum perkara yang menjerat kliennya. GPS menilai pasal yang digunakan penyidik untuk menetapkan I Made Daging sebagai tersangka tidak tepat secara hukum. Hal tersebut disampaikan Gede […]

expand_less