Koster Kukuhkan Pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting PDIP Se-kabupaten Buleleng Periode 2025-2030
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BULELENG, Matakompas.com | Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster mengukuhkan Pengurus PAC, Ranting, dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-kabupaten Buleleng masa bakti 2025-2030 di GOR Bhuana Patra, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Minggu, 15 Maret 2026
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh partai, diantaranya Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya atau yang akrab disapa Dewa Jack, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Bali I Made Supartha, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., didampingi Wakil Bupati Kabupaten Buleleng yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng Gede Supriatna, S.H., serta DPR RI Dapil Bali I Ketut Kariyasa Adnyana.
Hadir pula, jajaran pengurus DPC, PAC, Ranting hingga Anak Ranting se-Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutannya, Wayan Koster menegaskan bahwa pengukuhan pengurus PAC, ranting, dan anak ranting bukan sekadar agenda seremonial partai, melainkan bagian dari amanah perjuangan yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh.
“Saudara-Saudara yang dikukuhkan pada hari ini adalah ujung tombak perjuangan partai ditengah masyarakat, yang akan terus menjaga ideologi partai, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menggerakkan rakyat dengan semangat menyama braya, kebersamaan, dan gotong royong,” terangnya.
Wayan Koster juga mengingatkan bahwa kader PDI Perjuangan di Bali memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai luhur kearifan lokal Sad Kerthi yang meliputi Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.
“Dengan semangat tersebut, perjuangan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Bali harus selalu selaras dengan cita-cita besar menjaga kesucian dan keseimbangan alam Bali sebagaimana visi: “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI”, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan Alam Bali beserta isinya guna mewujudkan kesejahteraan generasi sekarang dan generasi yang akan datang demi Nindihin Gumi Bali,” paparnya.
Dalam arahannya, Wayan Koster menegaskan capaian penting PDI Perjuangan Bali yang disebutnya menjadi provinsi pertama dan tercepat di Indonesia dalam menyelesaikan konsolidasi organisasi secara serentak hingga tingkat akar rumput.
“Saya bangga dan bahagia mengukuhkan Saudara menjadi pengurus dan pemimpin partai. Jadilah putra-putri terbaik yang memimpin partai dalam mengabdi kepada tanah air, bangsa, dan negara di wilayah masing-masing,” kata Koster di hadapan ribuan kader yang memadati GOR Bhuana Patra, Buleleng.
Wayan Koster menegaskan bahwa jabatan pengurus partai memiliki tiga makna penting, yakni sebagai bentuk kepercayaan untuk menjaga amanah, kebanggaan sebagai bagian dari struktur partai, serta ruang pengabdian luas untuk kepentingan rakyat.
Integritas Kader dan Pesan “Jasmerah”
Dalam kesempatan itu, Wayan Koster juga mengingatkan seluruh kader agar tidak melupakan sejarah perjuangan partai. Ia kembali menggemakan pesan Proklamator Sukarno melalui slogan terkenal “Jasmerah: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”.
“Kader harus menjadi teladan, figur pemersatu, dan personal yang dirindukan masyarakat. Sebaliknya, tidak boleh melanggar norma, tidak boleh sombong, serta haram hukumnya serakah, korupsi, hingga terlibat narkoba dan judi yang merugikan rakyat,” tegas politisi asal Desa Sembiran tersebut.
Kawal Haluan Bali 100 Tahun
Wayan Koster juga menekankan pentingnya menyelaraskan kerja organisasi partai dengan agenda pembangunan daerah.
Wayan Koster juga meminta seluruh struktur partai ikut mengawal visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru (2025-2125).
Para kader, lanjutnya, diharapkan aktif membantu pengentasan masyarakat rentan, menjaga ketahanan lingkungan serta mendorong kedaulatan pangan dan penggunaan produk lokal Bali.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, S.H., menyebutkan pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng totalnya berjumlah 4.592 orang. Rinciannya Pengurus DPC ada 21 orang, Pengurus Anak Cabang (PAC) berjumlah 99 orang dan Pengurus Ranting berjumlah 1.332 orang dari 148 Desa/ Kelurahan serta Pengurus Anak Ranting berjumlah 3.140 orang dari 628 Banjar/ Lingkungan.
“Jadi, totalnya berjumlah 4.592 orang, sehingga dengan jumlah sebesar itu buat mesin partai semakin solid dan satu komando, yaitu PDI Perjuangan Kabu Kabupaten Buleleng,” kata Gede Supriatna.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Bali, I Made Supartha.
Made Supartha menilai pengukuhan pengurus PAC hingga anak ranting di Denpasar merupakan hasil kerja kolektif kader partai yang dilandasi semangat gotong royong.
“Pertama-tama, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitiada serta seluruh kader Partai yang telah bekerja sama dengan penuh semangat gotong royong,” kata Made Supartha.
Made Supartha juga kembali menegaskan bahwa posisi pengurus partai bukan sekadar jabatan struktural.
“Penetapan ini bukanlah sekadar jabatan struktural, melainkan amanah perjuangan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi kepada Partai dan rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Made Supartha mendorong para pengurus PAC yang baru dikukuhkan agar menjadi garda terdepan partai di tingkat kecamatan.
Made Supartha menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat ranting dan anak ranting, sekaligus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan wong cilik sesuai ajaran Bung Karno. (red).
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar