Inovatif dan Kental Budaya, Audisi Mixologi Arak Bali PDI Perjuangan Bali Tampilkan Kreativitas Generasi Muda
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR — Semangat kreativitas generasi muda Bali dalam mengangkat potensi produk lokal kembali terlihat melalui Audisi Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Bali di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Selasa (19/5/2026).
Ajang tersebut menjadi ruang bagi para bartender muda Bali untuk menunjukkan kemampuan meracik minuman berbahan dasar arak Bali dengan sentuhan inovatif, tanpa meninggalkan nilai budaya dan cita rasa khas Pulau Dewata. Berbagai racikan unik dan kreatif ditampilkan peserta dengan konsep modern yang tetap mengakar pada identitas budaya Bali.
Audisi diikuti peserta dari Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Karangasem, Buleleng, Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli hingga Jembrana. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak awal kegiatan dimulai. Mereka berlomba menghadirkan kreasi terbaik dengan memadukan arak Bali, rempah-rempah lokal, hingga filosofi budaya Bali dalam setiap sajian.
Persaingan berlangsung ketat di masing-masing daerah. Kabupaten Gianyar menjadi salah satu wilayah dengan jumlah peserta terbanyak dan menghadirkan berbagai racikan inovatif yang menarik perhatian dewan juri. Sementara dari Kabupaten Klungkung, perhatian publik tertuju pada tampilnya srikandi muda Dewa Ayu Sri Wahyuni yang berhasil keluar sebagai juara pertama di tengah dominasi peserta laki-laki.
Tak hanya menjadi ajang kompetisi, lomba mixologi ini juga dipandang sebagai upaya nyata mendorong kebangkitan ekonomi kreatif berbasis produk lokal Bali. Arak Bali yang dahulu identik sebagai minuman tradisional kini mulai berkembang menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi yang mampu bersaing di industri pariwisata dan hospitality.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026 yang digelar PDI Perjuangan Bali. Selain memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda, lomba ini juga membawa pesan penting tentang keberpihakan terhadap petani arak lokal serta penguatan identitas budaya Bali di tengah perkembangan industri modern.
Para juara dari masing-masing kabupaten/kota nantinya akan kembali dipertemukan dalam babak grand final yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Diharapkan melalui ajang ini, Arak Bali semakin dikenal luas hingga tingkat nasional maupun internasional sebagai produk budaya kebanggaan masyarakat Bali.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar