Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Made Supartha Tata Ruang, Aset, dan Perizinan di Bali Sudah Brutal dan Ugal-Ugalan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Kondisi tata ruang, pengelolaan aset daerah, serta sistem perizinan di Bali mendapat sorotan tajam dari Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, Dr (c) I Made Supartha S.H M.H., Di hadapan ratusan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali, Supartha bahkan menyebut berbagai persoalan yang terjadi saat ini sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan berlangsung secara “brutal dan ugal-ugalan”.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan saat audiensi FOR HATI Bali dengan Pansus TRAP DPRD Bali yang berlangsung di Wantilan DPRD Bali, Denpasar, Rabu (3/6). Forum tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, tokoh adat, pemuka agama, mahasiswa, hingga aktivis pemerhati pembangunan yang datang untuk menyampaikan dukungan terhadap upaya DPRD Bali dalam mengawal penataan ruang, aset daerah, dan perizinan di Pulau Dewata.

Dalam paparannya, Supartha mengungkapkan bahwa selama menjalankan fungsi pengawasan, Pansus TRAP menemukan berbagai persoalan mendasar yang berkaitan dengan pelanggaran tata ruang, pengelolaan aset negara maupun aset daerah, hingga penerbitan perizinan yang diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kondisi tersebut dinilai telah memunculkan berbagai polemik pembangunan yang mengancam keberlanjutan Bali di masa depan.

“Masalah tata ruang, aset, dan perizinan itu sudah sangat brutal. Ya, sepakat sudah brutal? Sudah sangat brutal dan ugal-ugalan. Ya, setuju?” ujar Supartha yang disambut tepuk tangan peserta audiensi.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali itu menilai berbagai persoalan yang mencuat selama beberapa tahun terakhir menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap implementasi kebijakan pembangunan. Menurutnya, sejumlah proyek pembangunan yang menimbulkan kontroversi telah menjadi indikator bahwa tata kelola ruang dan perizinan di Bali memerlukan evaluasi menyeluruh.

Supartha mengaku prihatin melihat berbagai persoalan yang terus bermunculan dan berpotensi menggerus kualitas lingkungan hidup, merusak keseimbangan tata ruang, serta mengancam kelestarian budaya Bali yang selama ini menjadi identitas utama Pulau Dewata.

“Ini yang kita sedih sekali. Maka saya dengan istilah terindikasi brutal dan ugal-ugalan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap keberlangsungan pembangunan Bali. Oleh karena itu, Pansus TRAP berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dengan mendorong pemerintah daerah, instansi terkait, serta para pemangku kepentingan untuk melakukan pembenahan dan evaluasi secara komprehensif terhadap berbagai persoalan yang ditemukan.

Menurut Supartha, pembangunan Bali harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan, kepastian hukum, perlindungan lingkungan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Seluruh proses perizinan maupun pemanfaatan ruang harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Sementara itu, audiensi berlangsung dalam suasana penuh semangat dan dialogis. Perwakilan FOR HATI Bali menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap langkah-langkah yang dilakukan Pansus TRAP dalam mengungkap berbagai persoalan tata ruang, aset, dan perizinan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Mereka menilai keberadaan Pansus TRAP menjadi instrumen penting untuk memastikan pembangunan di Bali berjalan sesuai aturan, tidak mengabaikan kepentingan masyarakat, serta tetap menjaga harmoni antara pembangunan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan pelestarian budaya.

Dukungan yang mengalir dari berbagai elemen masyarakat tersebut juga mencerminkan tingginya harapan publik agar pemerintah lebih tegas dalam menindak setiap pelanggaran tata ruang, mengamankan aset-aset daerah dan negara, serta memastikan seluruh proses perizinan dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.

Melalui sinergi antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat, berbagai persoalan tata ruang, aset, dan perizinan yang selama ini menjadi sorotan diharapkan dapat segera dibenahi demi mewujudkan pembangunan Bali yang tertib, berkelanjutan, dan tetap berpihak pada kepentingan generasi mendatang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Viral di Media Sosial, Motor Korban Curanmor Ditemukan di Pantai Lembeng Sukawati.

    Setelah Viral di Media Sosial, Motor Korban Curanmor Ditemukan di Pantai Lembeng Sukawati.

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 49
    • 0Komentar

    DENPASAR, MataKompas.com – Kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Tegal Kertha, Denpasar Barat, memasuki babak baru. Sepeda motor milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang dan sempat viral di media sosial akhirnya berhasil ditemukan di kawasan Pantai Lembeng, Sukawati, Kabupaten Gianyar. Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Selasa, 4 Agustus 2026. Setelah informasi […]

  • Bali Penyumbang Devisa Utama, Infrastruktur Jadi Kunci Menjaga Daya Saing Pariwisata

    Bali Penyumbang Devisa Utama, Infrastruktur Jadi Kunci Menjaga Daya Saing Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com — Posisi Bali sebagai penyumbang devisa utama sektor pariwisata kembali ditegaskan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama pemerintah pusat dan daerah, Rabu (8/4/2026). Dalam forum strategis tersebut, Bali disebut sebagai tulang punggung pariwisata nasional yang keberlanjutannya sangat bergantung pada percepatan pembangunan infrastruktur. Gubernur Bali, I Wayan Koster, […]

  • Sugi Lanus Bongkar Sejarah Panjang Serangan: Reklamasi BTID Dinilai Merampas Aset, Akses, dan Ruang Suci Masyarakat Bali

    Sugi Lanus Bongkar Sejarah Panjang Serangan: Reklamasi BTID Dinilai Merampas Aset, Akses, dan Ruang Suci Masyarakat Bali

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR  – Forum Paruman yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali terkait akses persembahyangan menuju pura-pura di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID) Serangan, Kamis (25/6/2026), menjadi ruang lahirnya berbagai pandangan kritis terhadap keberadaan proyek reklamasi Pulau Serangan yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Salah satu suara paling keras datang dari […]

  • Koster Satukan Kekuatan Bali Selatan, 22 Proyek Strategis Digeber untuk Akhiri Ketimpangan Pembangunan

    Koster Satukan Kekuatan Bali Selatan, 22 Proyek Strategis Digeber untuk Akhiri Ketimpangan Pembangunan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Gubernur Bali, Wayan Koster, kembali menunjukkan kepemimpinan strategis dengan menyatukan kekuatan tiga daerah kunci—Badung, Denpasar, dan Gianyar—dalam satu langkah besar: percepatan 22 proyek strategis demi pemerataan pembangunan Pulau Dewata. Kesepakatan penting ini diteken langsung di Kantor Gubernur Bali, Renon, Senin (13/4/2026), sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas daerah melalui skema Bantuan Keuangan […]

  • UGM Tegaskan Ijazah Asli Jokowi Ada di Tangan Beliau,

    UGM Tegaskan Ijazah Asli Jokowi Ada di Tangan Beliau,

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA,JARRAKPOSCON — Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan bahwa ijazah asli Joko Widodo (Jokowi) berada di tangan Jokowi sendiri. Pernyataan ini disampaikan setelah adanya desakan dari sejumlah pihak, termasuk Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), yang meragukan keaslian ijazah Presiden Jokowi. Wakil Rektor UGM, Prof. Wening Udasmoro, menjelaskan bahwa UGM hanya menyimpan salinan dari dokumen akademik […]

  • Gubernur Koster dan Pusat Matangkan Percepatan PSEL Denpasar, Rencana Groundbreaking Juni

    Gubernur Koster dan Pusat Matangkan Percepatan PSEL Denpasar, Rencana Groundbreaking Juni

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mematangkan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan menjadi solusi jangka panjang penanganan sampah di Bali. Hal tersebut dibahas saat menerima perwakilan pemerintah pusat, Danantara, serta investor asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd, yang ditunjuk untuk menggarap proyek Waste-to-Energy (WtE) di Denpasar […]

expand_less