Tampil Memukau di PKB 2026, SLB Sushrusa Suguhkan Tari Magirang yang Rayakan Semangat Anak Disabilitas
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Semangat, keceriaan, dan ekspresi seni yang tulus ditunjukkan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Sushrusa saat tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali, Jumat (19/6/2026). Penampilan mereka melalui Tari Magirang berhasil memukau penonton dan menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi ruang bagi semua orang untuk berkarya tanpa batas.
Tari Magirang dibawakan dengan penuh semangat oleh para siswa tunarungu. Meski memiliki keterbatasan dalam pendengaran, mereka mampu menampilkan koreografi yang kompak, ekspresif, dan sarat makna sehingga mendapat apresiasi dari para penonton yang hadir.
Pembina tari SLB Sushrusa, I Putu Alex Mahesta Divtya Yoga, S.Pd., menjelaskan bahwa Tari Magirang lahir dari keresahan sekaligus cara pandang anak-anak disabilitas terhadap kehidupan yang berbeda dari kebanyakan orang.
“Tari ini menggambarkan kegembiraan anak-anak disabilitas dalam menjalani kehidupan. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki semangat, kreativitas, dan kemampuan untuk mengekspresikan diri melalui seni,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Tari Magirang merupakan tari kreasi yang tetap berlandaskan pakem tari tradisi Bali. Gerak-geraknya dikemas secara ekspresif, dinamis, dan menyenangkan, sehingga mampu merepresentasikan semangat serta optimisme para penarinya.
Menurut Alex, penampilan tersebut juga menjadi pesan bahwa anak-anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berprestasi, dan tampil di panggung seni bergengsi seperti Pesta Kesenian Bali.
Meski persiapan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat karena jadwal latihan harus terpotong masa libur sekolah, para siswa tetap menunjukkan dedikasi tinggi selama proses latihan hingga hari pementasan.
“Meski latihan sangat singkat karena harus dipotong liburan, anak-anak tetap mampu menarikan tarian dengan baik dan berusaha memberikan penampilan terbaiknya,” tegas Alex.
Penampilan Tari Magirang menjadi salah satu bukti bahwa inklusivitas dalam dunia seni terus berkembang di Bali. Melalui tarian tersebut, para siswa SLB Sushrusa tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga menyampaikan pesan tentang semangat, keberanian, dan kesetaraan, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan menginspirasi.
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar