Ketum Anindya Bakrie Pimpin Audiensi Kadin dengan Presiden Prabowo, Gung Cok Bawa Aspirasi Dunia Usaha Daerah
- account_circle admin
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dipimpin Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Turut hadir dalam pertemuan itu jajaran pengurus Kadin Indonesia, para Ketua Kadin Provinsi, asosiasi dunia usaha, termasuk Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok) selaku Wakil Ketua Umum Kadin Bali atau Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bali.
Dalam paparannya, Anindya Bakrie menegaskan bahwa Kadin siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Menurutnya, sinergi yang erat antara pemerintah dan dunia usaha merupakan fondasi penting untuk meningkatkan investasi, memperluas kesempatan kerja, memperkuat daya saing nasional, serta membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Anindya menjelaskan, Kadin menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 sebagai wadah dunia usaha yang berperan menjembatani kepentingan pemerintah dengan sektor swasta. Untuk mendukung agenda pembangunan nasional, Kadin telah menyiapkan empat program prioritas (quick win), yakni mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan sektor kesehatan, pemberdayaan pekerja migran Indonesia, dan program perumahan sebagai penggerak investasi serta penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, Kadin juga memperkuat diplomasi ekonomi melalui program We Buy From Indonesia guna memperluas pasar ekspor, menarik investasi baru, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Sementara itu, Gung Cok mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Presiden Prabowo berlangsung terbuka dan produktif. Menurutnya, para pelaku usaha dari berbagai daerah diberikan kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi.
“Pertemuan ini sangat baik karena pemerintah membuka ruang dialog secara langsung dengan dunia usaha. Banyak persoalan yang disampaikan, mulai dari investasi, perizinan, pembangunan infrastruktur hingga berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di daerah. Semua aspirasi diterima dengan baik untuk menjadi bahan tindak lanjut pemerintah,” ujar Gung Cok.
Ia menambahkan, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga dibutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar penyelesaian berbagai persoalan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurut Gung Cok, komitmen Presiden Prabowo untuk menggelar pertemuan rutin dengan Kadin setiap tiga bulan merupakan langkah positif dalam membangun komunikasi yang berkesinambungan antara pemerintah dan dunia usaha.

“Selama ini masih banyak persoalan yang belum tersampaikan secara utuh. Dengan komunikasi yang rutin, berbagai hambatan dapat dibahas bersama sehingga solusi yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Sebagai pengurus Kadin Bali, Gung Cok optimistis sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan dunia usaha akan memberikan dampak positif bagi daerah, termasuk Bali. Ia berharap berbagai kebijakan yang lahir dari hasil komunikasi tersebut mampu meningkatkan investasi, memperkuat UMKM, mengembangkan kualitas sumber daya manusia, serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan jajaran Kadin Indonesia tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah dan dunia usaha memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dengan kolaborasi yang semakin erat, target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen diharapkan dapat diwujudkan melalui peningkatan investasi, produktivitas, hilirisasi industri, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar