Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lahan Basah Bali Menyusut, DPRD Bali Desak Penegakan Tegas Tata Ruang hingga Jatiluwih

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR,Matakompas.com |Penyusutan lahan basah di Bali semakin mengkhawatirkan. Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Oka Antara, menegaskan perlunya penegakan tegas tata ruang di seluruh wilayah Bali, terutama pada kawasan lahan basah dan subak yang semakin terancam.

Dalam inspeksi mendadak Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP), ditemukan berbagai pelanggaran tata ruang di banyak titik. “Seluruh Bali lah. Tabanan juga target selanjutnya, terutama di Jatiluwih,” kata Oka Antara, Kamis, 20 November 2025.

Ia menekankan bahwa Subak Jatiluwih adalah kawasan lahan basah berstatus Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO, sehingga perlindungannya bersifat wajib dan tidak boleh ditawar.

“Kalau itu memang lahan basah udah nggak bisa ditawar-tawar lagi itu. Apalagi (seperti Jatiluwih) sudah diakui UNESCO khan. Jadi, itu mesti harus diamankan,” tegasnya.

Aturan Jelas, Penegakan Lemah

Oka Antara menyebut pelanggaran tata ruang tidak bisa dipandang ringan mengingat UU Nomor 26 Tahun 2007 dan Perda RTRW Provinsi Bali sudah dengan jelas menegaskan perlindungan kawasan pertanian produktif berbasis subak. Komitmen ini semakin diperkuat oleh Perda Bali Nomor 4 Tahun 2023 mengenai Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru.

Namun lemahnya pengawasan masih terlihat, salah satunya di Karangasem. Oka mengungkapkan lahan basah di wilayahnya turun dari 14,5% pada 2014 menjadi sekitar 8% saat ini. “Nah ini kalau nggak tegas khan gini, kita nggak segan-segan akan kita laporkan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kecenderungan pembangunan yang mengorbankan nilai budaya demi investasi.

“Investor oke, welcome. Tapi kjan dia harus menghormati budayanya orang Bali. Jangan sampai dia datang ke Bali, dia bawa budayanya sendiri,” terangnya.

Jatiluwih dalam Ancaman Serius

Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, sebelumnya sudah meminta Pemkab Tabanan menindak tegas bangunan ilegal di kawasan WBD Subak Jatiluwih. Saat sidak, DPRD Tabanan menemukan 13 bangunan akomodasi pariwisata ilegal serta pembangunan baru yang berdiri di tengah sawah dan mengambil badan jalan.

“Saya minta segera ditertibkan kalau itu melanggar agar dibongkar,” tegas Arnawa.

Forum Penataan Tata Ruang (FPTR) yang dibentuk Pemkab Tabanan pada 2025 juga telah menemukan pelanggaran mulai dari titik nol jalur hijau hingga kawasan Batukaru yang merupakan bagian dari lansekap WBD Catur Angga Batukaru.

Sorotan Akademisi dan Pejabat Nasional

Kerusakan tata ruang dan lahan subak Jatiluwih juga menuai perhatian dari akademisi, pengamat kebijakan publik, hingga tokoh pariwisata. Di tingkat nasional, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menekankan perlunya pembenahan tata ruang untuk mengatasi overtourism, pelanggaran izin usaha, dan maraknya pembangunan liar.

Luhut mengingatkan bahwa pembenahan tata ruang adalah kunci keberlanjutan pariwisata. “Pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti bila kita tidak serius membenahi Bali,” ujarnya.

Alih Fungsi Lahan Terus Berjalan

Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, turut menyoroti alih fungsi sawah akibat rendahnya kesejahteraan petani. Ia mendorong penerbitan Perda yang menjamin pembelian hasil bumi lokal agar petani bisa mempertahankan lahannya.

“Setahu saya jumlah produksi beras kita masih surplus. Yang perlu dipertahankan itu sawah di daerah padat penduduk dan dataran rendah agar masih ada resapan air,” jelasnya.

Data BPN Provinsi Bali menunjukkan Bali kehilangan 6.521,81 hektare sawah (9,19%) sepanjang 2019–2024.

Tuntutan: Penegakan Tegas Sekarang, Sebelum Terlambat

Dalam konteks penurunan luas lahan basah, tekanan masyarakat, dan risiko pencabutan status WBD UNESCO, DPRD Bali memastikan penegakan tata ruang harus dilakukan tanpa kompromi.

Arah pembangunan Bali, berdasarkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Era Baru, disebut sudah jelas. Persoalannya adalah implementasi dan ketegasan penegakan. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segara Santosa Live Seafood Market Tebar Promo Spesial, Diskon 20 Persen untuk Pemegang KTP Bali!

    Segara Santosa Live Seafood Market Tebar Promo Spesial, Diskon 20 Persen untuk Pemegang KTP Bali!

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Kabar gembira bagi pencinta kuliner seafood di Bali! Segara Santosa Live Seafood Market yang berlokasi di Serangan, Bali, menghadirkan promo spesial dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2026. Program ini menawarkan potongan harga menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati aneka hidangan laut segar dengan harga lebih hemat. Promo yang […]

  • Diduga Salah Terapkan Pasal, Kakanwil BPN Bali Ajukan Praperadilan ke PN Denpasar

    Diduga Salah Terapkan Pasal, Kakanwil BPN Bali Ajukan Praperadilan ke PN Denpasar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Penetapan status tersangka terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, menuai respons dari tim kuasa hukum.  Melalui pernyataan resmi, tim advokat menegaskan kliennya akan menempuh jalur praperadilan untuk menguji keabsahan penetapan tersebut. Penetapan tersangka dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali berdasarkan Surat Ketetapan […]

  • Angin Kencang Disertai Hujan Es Terjadi di Yogya dan Sekitarnya

    Angin Kencang Disertai Hujan Es Terjadi di Yogya dan Sekitarnya

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 799
    • 0Komentar

    YOGYA,JARRAKPOS.COM — Hujan deras disertai butiran batu es melanda Kota Jogya, Selasa (11/3/2025) sore. Tak hanya itu angin juga bertiup sangat kencang. Sejumlah warga di Kota Jogja mengabadikan fenomena ini. Butiran es yang cukup besar jatuh di antara hujan air yang turun dengan deras, terjadi di pusat Kota Jogya di kawasan Tugu Pal Putih dan […]

  • Soal Eksekusi Ruko Alm. HBP Ritonga, Polres Padangsidimpuan Baiknya Penuhi Janji, Selesaikan Dulu Persoalan Pidana

    Soal Eksekusi Ruko Alm. HBP Ritonga, Polres Padangsidimpuan Baiknya Penuhi Janji, Selesaikan Dulu Persoalan Pidana

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, (JarrakPos)- Mengingat Rencana Eksekusi Pertama Rumah Toko milik H. Baginda Parlaungan Ritonga (HBP Ritonga) di Jl. Jenderal Sudirman / kedai kopi lampu merah sekira Juni 2024 lalu sempat batal karena masih tersangkut perkara pidana. Usai rencana eksekusi pada masa itu, Polres Padangsidimpuan mengundang pihak Pengadilan Agama (PA) Kota Padangsidimpuan bersama keluarga yang melakukan perlawanan. […]

  • Jaga Alam Bali Tetap Bersih, Gubernur Koster Ajak Horeka Kelola Sampah Berbasis Sumber

    Jaga Alam Bali Tetap Bersih, Gubernur Koster Ajak Horeka Kelola Sampah Berbasis Sumber

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Kasubdit Tindak Pidana Lingkungan Hidup, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Antonius Sardjanto, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengajak pelaku Hotel, Restaurant dan Cafe (Horeka) di Kota Denpasar untuk melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber, agar […]

  • Dinamika Pansus TRAP Memanas, Golkar Mundur di Tengah Jalan, Dewa Jack Pastikan Kinerja DPRD Bali Tetap On Track hingga Oktober

    Dinamika Pansus TRAP Memanas, Golkar Mundur di Tengah Jalan, Dewa Jack Pastikan Kinerja DPRD Bali Tetap On Track hingga Oktober

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dinamika politik di internal DPRD Provinsi Bali kembali memanas menyusul keputusan Fraksi Partai Golkar mundur dari Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP). Keputusan tersebut memunculkan beragam respons dan memantik perdebatan mengenai keberlanjutan masa tugas pansus yang masih menjalankan penyelesaian sejumlah persoalan strategis. Polemik bermula setelah Fraksi Golkar memutuskan menarik tiga […]

expand_less